Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Identitas Arsitektural Jadi Daya Tarik Destinasi Wisata

Despian Nurhidayat
23/12/2025 16:36
Identitas Arsitektural Jadi Daya Tarik Destinasi Wisata
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Identitas arsitektural menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke suatu destinasi wisata. Dengan identitas yang unik dan memberikan kesan mendalam, wisatawan akan tertarik mengunjungi destinasi wisata tertentu, terutama pada masa-masa liburan akhir tahun. Hal ini direspons Klive Beach Club, salah satu beach club di kawasan Uluwatu, Bali, yang menegaskan identitas arsitekturalnya memasuki tahun pertama operasional di kawasan tersebut.

Beach club ini mengusung konsep tujuh level area yang menurun dari tebing hingga bibir pantai, membentuk struktur cliff-to-sea yang masih jarang ditemui di Bali.

Marketing Manager Klive Beach Club Jehan Khaleda mengatakan tujuh level tersebut dirancang dengan fungsi berbeda, mulai dari area santap di bagian atas hingga akses langsung ke laut di level terbawah.

Dari titik tertinggi, kata dia, wisatawan dapat menikmati panorama Samudra Hindia dengan gradasi warna biru yang berubah mengikuti cahaya. Adapun di level tengah, suasana lebih teduh dan intim untuk bersantai, sebelum berakhir di area pasir pantai yang menjadi pusat aktivitas laut.

Pada sisi lain, aktivitas air menjadi salah satu daya tarik utama, di antaranya clear kayak dan stand-up paddle board. Kondisi perairan yang relatif tenang di kawasan ini dinilai aman bagi pemula dan wisatawan berpengalaman. Aktivitas tersebut terhubung langsung dengan area bawah sehingga wisatawan dapat berpindah dari laut ke area bersantai tanpa jeda.

“Di Klive, wisatawan bisa langsung berpindah dari aktivitas air ke area santai tanpa jeda. Clear kayak dan paddle board berada tepat di bawah tebing, sehingga setelah menikmati laut, mereka bisa langsung kembali ke area F&B,” ujar Jehan, Selasa (23/12/2025).

Dari sisi kuliner, dapur berada di bawah arahan Executive Chef Marco Petriacci. Ia mengusung pendekatan yang memadukan teknik klasik Italia dengan bahan-bahan lokal Bali, dengan penekanan pada kejernihan dan keseimbangan rasa. Untuk lini minuman, ada Bar Manager I Putu Ardiana yang menghadirkan racikan berbasis flora tropis dan karakter lokal Bali.
“Tujuan kami sederhana, makanan harus mencerminkan tanah, iklim, dan karakter tempat ini,” terang Marco Petriacci.

Jehan Khaleda optimistis jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru 2025), Bali, khususnya kawasan Uluwatu, akan menjadi salah satu magnet bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Terlebih, sejak dahulu Uluwatu terkenal dengan pesona tebing dramatis, pantai eksotis, dan budaya Bali yang kaya, sehingga cocok untuk pecinta selancar, keindahan alam, dan pengalaman budaya spiritual.

"Dengan konsep bertingkat, aktivitas laut, serta pendekatan kuliner dan minuman terkurasi, kami yakin Klive Beach Club bisa jadi salah satu destinasi beach club yang menonjol di Uluwatu, baik untuk bersantap siang, menikmati senja, hingga merayakan malam di tepi laut," pungkas Jehan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik