Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KALIAN tentu sudah familiar dengan legenda Sangkuriang, cerita turun-temurun yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Tapi tahukah kamu kalau gunung yang menjadi background legenda Sangkuriang itu memiliki pemandangan yang indah nan sejuk. Namanya Bukit Patenggeng.
Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya yang tinggal di Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, tentu sudah familiar dengan Bukit atau Gunung Patenggeng.
Bukit Patenggeng adalah bukit batu yang terletak di Kampung Citukung, Kecamatan Darangdan, Purwakarta.
Memiliki ketinggian sekitar 553 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini menghadirkan panorama alam yang menawan.
Keasriannya semakin terasa berkat hamparan sawah di sekitarnya yang menambah kesejukan pemandangan.
Bukit Patenggeng bisa dilihat di KM 97 Tol Cipularang. Keberadaan bukit batu ini bahkan dikaitkan dengan legenda Sangkuriang yang sudah dikenal luas.
Nama Bukit Patenggeng sendiri tercatat dalam legenda Sangkuriang yang ditulis oleh Bujangga Manik, seorang bangsawan dari Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran.
Narasi yang ditulis oleh Bujangga Manik:
“leu(m)pang aing kabaratkeun,
datang ka bukit Pategeng,
Sakakala Sang Kuriang,
masa dek nyitu Citarum,
burung te(m)bey kasiangan.”
Terjemahannya:
“berjalan aku ke arah Barat,
tiba di Bukit Pategeng,
Sakakala Sang Kuriang,
waktu akan membendung Citarum,
urung dimulai karena kesiangan,”
Dengan begitu, Bukit Patenggeng bisa dianggap sebagai petilasan atau peninggalan yang menjadi jejak sekaligus penanda kisah Sangkuriang. Artinya, bukti perbuatan Sangkuriang bukanlah Gunung Tangkuban Parahu seperti yang umum diceritakan, melainkan Bukit Patenggeng.
Menurut para ahli geologi, Bukit Patenggeng dulunya merupakan sumbat lava yang menandai pusat dari sebuah gunung api purba. Setelah gunung api tersebut berhenti beraktivitas, sumbat lava itu kemudian membeku menjadi batu dan membentuk bukit seperti yang terlihat sekarang.
Bukit Patenggeng menjadi bukti fosil bahwa kawasan tersebut pernah menjadi lokasi gunung api purba. Meski gunungnya sudah hilang, jejak fosilnya masih bisa dipelajari.
Gunung Patenggeng adalah gunung berapi purba yang kini sudah tidak aktif. Gunung ini menjadi saksi sejarah dari masa lalu ketika wilayah tersebut pernah mengalami letusan vulkanik.
Dengan suasana yang sejuk dan alami, Bukit Patenggeng juga cocok dijadikan destinasi petualangan. Bukan hanya menyajikan udara sejuk dan panorama hijau, tetapi juga menjadi destinasi alternatif bagi siapa saja yang ingin melepas penat. Akses yang terbilang mudah, serta keramahan warga sekitar yang siap menjadi penunjuk jalan, menjadikan Bukit Patenggeng sebagai pilihan menarik untuk dikunjungi.(varmaninstitute/jaditau/gunung/Z-2)
Pada 2025 daerah ini mengalami peningkatan hasil panen yang mencapai 293.111 ton gabah kering atau setara 180.400 ton beras. Jumlah itu membuat Purwakarta surplus 60.400 ton beras.
Peristiwa tersebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Purwakarta, tapi juga di sejumlah kabupaten dan kota di Jabar.
PEGAWAI Negeri Sipil (PNS) , PPPK dan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta,Jawa Barat, mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji Januari 2026 dan Desember 2025
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Bantuan berasal dari donasi hasil penggalangan dana dari pejabat, pegawai, guru-guru maupun Pengurus PGRI Kabupaten Purwakarta
Hasil operasi sampah bekas perayaan Tahun Baru di pusat Kota Purwakarta, Jawa Barat mencapai 1 ton. Sampah tersebut didominasi sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved