Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Menguasai Long Exposure: Mengabadikan Fase Gerhana Bulan Secara Detail

mediaindonesia.com
02/3/2026 14:33
Menguasai Long Exposure: Mengabadikan Fase Gerhana Bulan Secara Detail
Fenomena gerhana bulan total menggunakan teleskop, di kantor Kanwil Kemenag Aceh, Banda Aceh, Senin dini hari (8/9/2025).(Antara)

Memotret Gerhana Bulan Total atau yang dikenal sebagai Blood Moon membutuhkan pendekatan teknis yang berbeda dibandingkan fotografi malam biasa. Tantangan terbesar muncul saat fase totalitas, ketika cahaya bulan sangat redup sehingga fotografer harus menggunakan teknik long exposure tanpa membuat gambar menjadi kabur akibat rotasi bumi maupun gangguan atmosfer.

Cara Memotret Gerhana Bulan Total agar Hasil Tajam

Berbeda dengan bulan purnama yang terang, fase gerhana membuat intensitas cahaya turun drastis. Oleh karena itu, pengaturan kamera, stabilitas perangkat, serta teknik pemotretan menjadi faktor penentu keberhasilan foto.

Peralatan Utama untuk Hasil Foto Blood Moon Maksimal

Sebelum melakukan pemotretan pajanan lama, pastikan perangkat yang digunakan mampu bekerja optimal dalam kondisi cahaya rendah:

  • Tripod Kokoh: Stabilitas menjadi kunci utama dalam teknik long exposure untuk mencegah getaran sekecil apa pun.
  • Lensa Telefoto: Gunakan lensa minimal 200mm agar detail kawah dan tekstur permukaan bulan terlihat jelas.
  • Remote Shutter atau Self-Timer: Membantu menghindari guncangan kamera saat tombol shutter ditekan.

Teknik Rule of 500 untuk Menjaga Ketajaman Bulan

Bulan terus bergerak di langit. Pajanan terlalu lama akan menyebabkan motion blur sehingga bentuk bulan tampak memanjang. Untuk menentukan batas aman shutter speed, fotografer dapat menggunakan rumus Rule of 500:

500 / (Panjang Fokus Lensa) = Detik Maksimal Pajanan

Contohnya, jika menggunakan lensa 250mm maka 500 ÷ 250 = 2 detik. Artinya, shutter speed tidak boleh lebih lambat dari 2 detik agar bulan tetap tampak bulat dan tajam.

Setting Kamera Gerhana Bulan Berdasarkan Fase

Selama gerhana berlangsung, tingkat kecerahan bulan berubah secara signifikan. Penyesuaian setting kamera perlu dilakukan secara bertahap sesuai fase gerhana berikut:

Fase Gerhana ISO Aperture Shutter Speed
Purnama / Awal Gerhana 100 f/8 – f/11 1/250 detik
Parsial 400 f/5.6 1/60 detik
Totalitas (Blood Moon) 800 – 1600 f/2.8 – f/4 1 – 2 detik

Tips Tambahan Memotret Gerhana Bulan untuk Pemula

  • Gunakan Format RAW: Memberikan fleksibilitas lebih saat editing untuk menonjolkan warna merah khas Blood Moon.
  • Matikan Image Stabilization: Saat kamera berada di tripod, fitur stabilisasi justru dapat memicu getaran internal.
  • Gunakan Manual Focus: Aktifkan Live View, perbesar tampilan bulan, lalu fokuskan secara manual hingga detail kawah terlihat paling tajam.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah kamera HP bisa digunakan untuk memotret gerhana bulan?

Bisa. Gunakan smartphone dengan Mode Pro atau Manual, pasang tripod khusus HP, atur ISO di kisaran 400–800, serta shutter speed antara 1–2 detik.

Mengapa bulan terlihat kecil di foto?

Bulan membutuhkan panjang fokus besar agar tampak dominan dalam frame. Lensa kit 18–55mm biasanya menghasilkan bulan yang kecil, sehingga diperlukan lensa telefoto atau teknik cropping dari file RAW.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya