Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Fenomena Gerhana Bulan Total yang akan menyapa langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026, selalu menyisakan decak kagum. Salah satu momen paling ikonik adalah saat Sang Satelit Alami tidak menghilang ditelan kegelapan, melainkan berubah warna menjadi merah darah atau yang populer disebut sebagai Blood Moon.
Alasan utama Bulan berubah menjadi merah adalah karena keberadaan Atmosfer Bumi. Jika Bumi tidak memiliki atmosfer, maka saat Gerhana Bulan Total, Bulan akan tampak benar-benar gelap karena cahaya Matahari terhalang sepenuhnya.
Atmosfer Bumi bertindak seperti lensa raksasa. Saat cahaya Matahari melewati atmosfer, gas-gas di udara menghamburkan cahaya spektrum biru. Fenomena ini disebut Hamburan Rayleigh. Namun, cahaya dengan spektrum merah (gelombang panjang) tidak terhambur. Cahaya merah ini justru dibiaskan atau dibelokkan oleh atmosfer Bumi menuju ke arah Bulan yang sedang berada di zona umbra (bayangan inti).
Tidak semua Blood Moon memiliki warna merah yang sama. Kepekatan warna ini sangat bergantung pada kondisi atmosfer Bumi saat gerhana berlangsung:
| Fase Gerhana | Waktu Estimasi (WIB) |
|---|---|
| Mulai Fase Totalitas | 17.30 WIB |
| Puncak Gerhana (Blood Moon) | 18.15 WIB |
| Berakhir Fase Totalitas | 19.01 WIB |
Gerhana kali ini bertepatan dengan fenomena Worm Moon, sebutan untuk bulan purnama di bulan Maret. Selain itu, durasi totalitas yang mencapai lebih dari 90 menit menjadikan gerhana ini salah satu yang terlama di dekade ini yang dapat diamati dengan jelas dari wilayah Indonesia.
Sama sekali tidak. Blood Moon adalah fenomena optik alami dan tidak memancarkan radiasi berbahaya. Anda dapat menikmatinya tanpa alat bantu apa pun.
Hal ini dikarenakan orbit Bulan yang miring sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi. Gerhana hanya terjadi ketika posisi Bulan tepat memotong bidang orbit Bumi (ekliptika).
Gunakan tripod agar kamera stabil, gunakan lensa zoom (minimal 200mm), dan atur ISO serta exposure secara manual karena cahaya bulan akan sangat redup saat fase total.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved