Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAM semesta selalu menyuguhkan pertunjukan visual yang memukau, dan salah satu yang paling dinanti oleh para astronom maupun masyarakat awam adalah gerhana matahari cincin. Fenomena yang sering dijuluki sebagai Ring of Fire atau Cincin Api ini bukan sekadar peristiwa gelap sesaat, melainkan hasil dari presisi mekanika benda langit yang luar biasa.
Berbeda dengan gerhana matahari total yang menyulap siang menjadi malam sepenuhnya, gerhana matahari cincin menyisakan tepian cahaya matahari yang membentuk lingkaran sempurna. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mari kita bedah secara saintifik.
Secara mendasar, gerhana matahari terjadi ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, sehingga menghalangi sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Namun, untuk menghasilkan bentuk cincin, ada tiga syarat utama yang harus terpenuhi secara bersamaan:
Gerhana matahari hanya mungkin terjadi pada fase Bulan Baru, saat posisi Bulan berada di sisi yang sama dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.
Bumi, Bulan, dan Matahari harus berada dalam satu garis lurus yang sempurna pada bidang ekliptika. Jika posisi Bulan sedikit melenceng ke atas atau ke bawah bidang orbit Bumi, maka yang terjadi hanyalah gerhana matahari sebagian atau bahkan tidak terjadi gerhana sama sekali.
Inilah faktor penentu utama gerhana matahari cincin. Orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips (lonjong). Ada kalanya Bulan berada di titik terdekat (Perigee) dan ada kalanya berada di titik terjauh (Apogee).
Saat gerhana matahari cincin terjadi, Bulan sedang berada di atau dekat dengan titik Apogee. Karena jaraknya yang jauh dari Bumi, ukuran tampak Bulan di langit menjadi lebih kecil daripada ukuran tampak Matahari. Akibatnya, saat Bulan melintas tepat di depan Matahari, ia tidak mampu menutupi seluruh piringan Matahari, menyisakan bagian tepi yang bercahaya.
Antumbra adalah daerah bayangan di mana piringan Bulan terlihat sepenuhnya berada di dalam piringan Matahari. Di wilayah inilah pengamat bisa melihat bentuk "Cincin Api" yang sempurna.
Banyak yang bertanya, apa yang membedakan sensasi melihat gerhana cincin dengan gerhana total? Berikut adalah poin-poinnya:
Satu hal yang wajib diingat: Jangan pernah melihat gerhana matahari cincin dengan mata telanjang. Radiasi inframerah dan ultraviolet yang terpancar tetap sangat kuat dan dapat merusak retina mata secara permanen (Solar Retinopathy).
| Alat Pengamatan | Tingkat Keamanan |
|---|---|
| Kacamata Gerhana ISO 12312-2 | Sangat Aman |
| Teleskop dengan Filter Matahari | Sangat Aman |
| Kacamata Hitam Biasa | Sangat Berbahaya |
| Kamera Tanpa Filter Khusus | Merusak Sensor |
Hal ini disebabkan karena orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Bulan biasanya melintas sedikit di atas atau di bawah Matahari saat fase Bulan Baru.
Durasi fase cincin biasanya berlangsung antara beberapa detik hingga maksimal sekitar 12 menit, tergantung pada posisi Bulan dalam orbitnya.
Proses terjadinya gerhana matahari cincin adalah bukti presisi alam semesta. Dengan memahami mekanisme Apogee dan Antumbra, kita tidak hanya sekadar mengagumi keindahannya, tetapi juga memahami sains di baliknya. Selalu pastikan keselamatan mata Anda saat melakukan pengamatan fenomena luar biasa ini. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved