Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Selatan akan ikut ambil bagian dalam misi Artemis 2 NASA melalui peluncuran satelit radiasi bernama K-RadCube. Satelit tersebut telah tiba di Kennedy Space Center (KSC), Florida, AS sebagai bagian dari persiapan menuju peluncuran misi berawak ke Bulan yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026 ini.
Kedatangan K-RadCube diumumkan oleh Korea AeroSpace Administration (KASA) pada 13 Agustus lalu melalui platform media sosial X. Satelit ini akan menumpang peluncuran Artemis 2, misi berdurasi sekitar 10 hari yang akan membawa empat astronaut mengelilingi Bulan menggunakan wahana Orion.
K-RadCube merupakan cubesat tiga unit dengan bobot sekitar 19 kilogram. Satelit ini dirancang khusus untuk mengukur tingkat radiasi luar angkasa, terutama saat melintasi sabuk radiasi Van Allen, wilayah berbahaya yang mengelilingi Bumi.
Untuk keperluan tersebut, K-RadCube dibekali dosimeter berbahan khusus yang dirancang menyerupai jaringan tubuh manusia. Alat ini bertujuan mencatat paparan radiasi yang berpotensi diterima astronaut saat melakukan perjalanan di luar orbit Bumi, termasuk menuju Bulan.
Selain mengukur radiasi, K-RadCube juga membawa komponen semikonduktor, termasuk chip buatan Samsung Electronics dan SK Hynix. Komponen tersebut akan diuji ketahanannya terhadap radiasi di lingkungan luar angkasa yang ekstrem.
Data yang diperoleh dari pengujian ini akan digunakan sebagai referensi penting bagi pengembangan teknologi antariksa dan misi masa depan, terutama yang melibatkan penerbangan manusia ke luar orbit rendah Bumi.
KASA bukan satu-satunya lembaga antariksa yang mengirimkan cubesat dalam misi Artemis 2. Badan Antariksa Jerman (DLR) juga turut berpartisipasi dengan mengirimkan cubesat bernama TACHELES.
Meski Artemis 2 berfokus pada penerbangan astronaut mengelilingi Bulan, cubesat-cubesat tersebut memiliki misi ilmiah independen dengan tujuan penelitian masing-masing.
K-RadCube akan dilepaskan di orbit tinggi Bumi setelah wahana Orion berhasil terpisah dari tahap atas roket Space Launch System (SLS). Pelepasan dilakukan melalui adaptor yang menghubungkan Orion dengan roket, sebelum cubesat menjalankan misinya secara mandiri.
Partisipasi dalam Artemis 2 juga menjadi bagian dari ambisi jangka panjang Korea Selatan di Bulan. Negara tersebut menargetkan untuk mendaratkan wahana robotik di permukaan Bulan pada 2032, serta berencana membangun pangkalan Bulan pada 2045.
Dengan keterlibatan K-RadCube dalam misi Artemis 2, Korea Selatan menegaskan posisinya sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi dalam eksplorasi antariksa global, khususnya dalam upaya memahami risiko radiasi bagi manusia di luar angkasa.
Sumber: Space.com
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved