Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Korea Selatan Kirim Satelit Radiasi ke Luar Angkasa lewat Misi Artemis 2

Abi Rama
30/1/2026 23:10
Korea Selatan Kirim Satelit Radiasi ke Luar Angkasa lewat Misi Artemis 2
Satelit mini pengukur radiasi K-RadCube milik Korea akan diterbangkan dalam misi bulan Artemis 2 NASA pada tahun 2026.(Doc KASA)

KOREA Selatan akan ikut ambil bagian dalam misi Artemis 2 NASA melalui peluncuran satelit radiasi bernama K-RadCube. Satelit tersebut telah tiba di Kennedy Space Center (KSC), Florida, AS sebagai bagian dari persiapan menuju peluncuran misi berawak ke Bulan yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026 ini.

Kedatangan K-RadCube diumumkan oleh Korea AeroSpace Administration (KASA) pada 13 Agustus lalu  melalui platform media sosial X. Satelit ini akan menumpang peluncuran Artemis 2, misi berdurasi sekitar 10 hari yang akan membawa empat astronaut mengelilingi Bulan menggunakan wahana Orion.

Apa Itu K-RadCube?

K-RadCube merupakan cubesat tiga unit dengan bobot sekitar 19 kilogram. Satelit ini dirancang khusus untuk mengukur tingkat radiasi luar angkasa, terutama saat melintasi sabuk radiasi Van Allen, wilayah berbahaya yang mengelilingi Bumi.

Untuk keperluan tersebut, K-RadCube dibekali dosimeter berbahan khusus yang dirancang menyerupai jaringan tubuh manusia. Alat ini bertujuan mencatat paparan radiasi yang berpotensi diterima astronaut saat melakukan perjalanan di luar orbit Bumi, termasuk menuju Bulan.

Uji Ketahanan Chip di Luar Angkasa

Selain mengukur radiasi, K-RadCube juga membawa komponen semikonduktor, termasuk chip buatan Samsung Electronics dan SK Hynix. Komponen tersebut akan diuji ketahanannya terhadap radiasi di lingkungan luar angkasa yang ekstrem.

Data yang diperoleh dari pengujian ini akan digunakan sebagai referensi penting bagi pengembangan teknologi antariksa dan misi masa depan, terutama yang melibatkan penerbangan manusia ke luar orbit rendah Bumi.

Bagian dari Kolaborasi Internasional

KASA bukan satu-satunya lembaga antariksa yang mengirimkan cubesat dalam misi Artemis 2. Badan Antariksa Jerman (DLR) juga turut berpartisipasi dengan mengirimkan cubesat bernama TACHELES.

Meski Artemis 2 berfokus pada penerbangan astronaut mengelilingi Bulan, cubesat-cubesat tersebut memiliki misi ilmiah independen dengan tujuan penelitian masing-masing.

Bagaimana K-RadCube Ini Diluncurkan?

K-RadCube akan dilepaskan di orbit tinggi Bumi setelah wahana Orion berhasil terpisah dari tahap atas roket Space Launch System (SLS). Pelepasan dilakukan melalui adaptor yang menghubungkan Orion dengan roket, sebelum cubesat menjalankan misinya secara mandiri.

Partisipasi dalam Artemis 2 juga menjadi bagian dari ambisi jangka panjang Korea Selatan di Bulan. Negara tersebut menargetkan untuk mendaratkan wahana robotik di permukaan Bulan pada 2032, serta berencana membangun pangkalan Bulan pada 2045.

Dengan keterlibatan K-RadCube dalam misi Artemis 2, Korea Selatan menegaskan posisinya sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi dalam eksplorasi antariksa global, khususnya dalam upaya memahami risiko radiasi bagi manusia di luar angkasa.

Sumber: Space.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya