Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Google kembali meningkatkan sistem keamanan Android lewat pembaruan Android Theft Protection, sebuah rangkaian fitur bawaan yang dirancang untuk melindungi data pengguna saat ponsel hilang atau dicuri. Mengutip laporan dari Lifehacker, pembaruan ini fokus pada penyempurnaan mekanisme keamanan lama agar semakin sulit ditembus oleh pelaku kejahatan.
Meski tidak memperkenalkan fitur baru sepenuhnya, Google melakukan optimalisasi signifikan untuk mencegah akses tidak sah, terutama pada pengaturan sensitif dan data pribadi pengguna Android.
Salah satu peningkatan utama pada fitur keamanan Android terbaru ini adalah perpanjangan waktu penguncian setelah terlalu banyak percobaan memasukkan PIN, pola, atau kata sandi yang salah.
Dengan durasi kunci yang lebih lama, peluang pelaku menebak sandi ponsel menjadi jauh lebih kecil. Menariknya, Google juga menyempurnakan sistem agar tidak mudah terpicu oleh anak-anak. Jika kode sandi yang sama dimasukkan berulang kali, sistem tidak akan menghitungnya sebagai kegagalan tambahan, sehingga ponsel tidak terkunci karena kesalahan yang tidak disengaja.
Mulai akhir 2025, Google memastikan seluruh fitur dan aplikasi yang menggunakan Android Biometric Prompt telah terintegrasi dengan Identity Check.
Artinya, setiap perubahan pada pengaturan penting, seperti keamanan, akun, atau privasi, wajib melalui autentikasi biometrik, baik sidik jari maupun pemindaian wajah. Langkah ini membuat ponsel Android tetap aman meski jatuh ke tangan orang lain, karena tanpa verifikasi biometrik, pengaturan tidak bisa diubah.
Untuk pengguna Android 10 ke atas, fitur Remote Lock juga mendapat pembaruan penting. Fitur ini memungkinkan pengguna mengunci ponsel Android dari jarak jauh melalui browser jika perangkat hilang atau dicuri.
Kini, pengguna bisa menambahkan pertanyaan keamanan sebagai lapisan proteksi tambahan. Jadi, meskipun pelaku mengetahui email dan kata sandi akun Google, ponsel tetap tidak bisa dibuka tanpa jawaban yang benar. Google bahkan menyarankan menggunakan jawaban acak atau tidak masuk akal, lalu menyimpannya di aplikasi pengelola kata sandi demi keamanan maksimal.
Khusus untuk pengguna di Brasil, Google mengaktifkan dua fitur keamanan Android secara otomatis:
Theft Detection Lock, Sistem cerdas yang mampu mendeteksi gerakan mencurigakan, seperti ponsel dirampas secara paksa, lalu langsung mengunci perangkat.
Remote Lock, Aktif tanpa pengaturan awal, sehingga pengguna bisa langsung mengamankan ponsel jika terjadi pencurian.
Langkah ini menjadi uji coba penting sebelum kemungkinan diterapkan secara global.
Dengan pembaruan Android Theft Protection terbaru, Google menunjukkan komitmen serius dalam melindungi data pengguna. Kombinasi penguncian lebih ketat, autentikasi biometrik wajib, dan Remote Lock yang diperkuat membuat ponsel Android semakin aman dari upaya pencurian dan pembobolan.
Bagi pengguna Android, memastikan semua fitur keamanan ini aktif bisa menjadi langkah penting untuk menjaga privasi dan data pribadi tetap terlindungi. (Lifehacker/Z-10)
Temukan 7 cara mudah untuk melacak ponsel yang hilang meski dalam keadaan mati. Jangan panik! Ikuti panduan praktis ini dan lindungi data Anda sekarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved