Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DNA Sisa Hewan Berusia 4.000 Tahun Ungkap Misteri Wabah Kuno yang Belum Terpecahkan

Cornelius Juan Prawira
21/12/2025 22:10
DNA Sisa Hewan Berusia 4.000 Tahun Ungkap Misteri Wabah Kuno yang Belum Terpecahkan
Ilustrasi(Doc Smithsonian Magazine)

MENGUTIP laporan dari Fox News dan SciTechDaily, penemuan DNA kuno pada sisa-sisa hewan berusia 4.000 tahun telah memecahkan teka-teki besar mengenai penyebaran wabah mematikan di masa lampau.

Melalui analisis genetik pada gigi domba kuno, para ilmuwan berhasil melacak bagaimana bakteri Yersinia pestis, penyebab penyakit pes bermigrasi melintasi Eurasia jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Penemuan ini bermula dari penggalian di situs arkeologi wilayah Kaukasus, di mana para peneliti menemukan materi genetik bakteri tersebut pada inang hewan.

Hal ini membuktikan bahwa wabah tidak hanya menyebar melalui manusia, tetapi juga mengikuti jalur perdagangan dan migrasi hewan ternak selama Zaman Perunggu.

Jejak Evolusi dan Migrasi Bakteri

Sebelum adanya temuan ini, sejarah penyebaran wabah sering kali dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara sporadis. Namun, data DNA terbaru menunjukkan adanya pola penyebaran yang sistematis dan luas. 

Bakteri tersebut tampaknya telah berevolusi dan beradaptasi untuk bertahan hidup di berbagai lingkungan. Hal itu memungkinkan "wabah yang terlupakan" ini menghantam populasi manusia di sepanjang koridor Eurasia.

Jenis bakteri pes pada masa itu belum memiliki mutasi genetik yang memungkinkannya menular lewat kutu (seperti wabah Black Death di abad pertengahan).

Sebaliknya, penularan diduga kuat terjadi melalui kontak langsung atau konsumsi hewan yang terinfeksi, yang kemudian terbawa seiring perpindahan manusia dan ternaknya.

Sumber: FoxNews.com, SciTechDaily.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik