Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGUTIP laporan dari Fox News dan SciTechDaily, penemuan DNA kuno pada sisa-sisa hewan berusia 4.000 tahun telah memecahkan teka-teki besar mengenai penyebaran wabah mematikan di masa lampau.
Melalui analisis genetik pada gigi domba kuno, para ilmuwan berhasil melacak bagaimana bakteri Yersinia pestis, penyebab penyakit pes bermigrasi melintasi Eurasia jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Penemuan ini bermula dari penggalian di situs arkeologi wilayah Kaukasus, di mana para peneliti menemukan materi genetik bakteri tersebut pada inang hewan.
Hal ini membuktikan bahwa wabah tidak hanya menyebar melalui manusia, tetapi juga mengikuti jalur perdagangan dan migrasi hewan ternak selama Zaman Perunggu.
Sebelum adanya temuan ini, sejarah penyebaran wabah sering kali dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara sporadis. Namun, data DNA terbaru menunjukkan adanya pola penyebaran yang sistematis dan luas.
Bakteri tersebut tampaknya telah berevolusi dan beradaptasi untuk bertahan hidup di berbagai lingkungan. Hal itu memungkinkan "wabah yang terlupakan" ini menghantam populasi manusia di sepanjang koridor Eurasia.
Jenis bakteri pes pada masa itu belum memiliki mutasi genetik yang memungkinkannya menular lewat kutu (seperti wabah Black Death di abad pertengahan).
Sebaliknya, penularan diduga kuat terjadi melalui kontak langsung atau konsumsi hewan yang terinfeksi, yang kemudian terbawa seiring perpindahan manusia dan ternaknya.
Sumber: FoxNews.com, SciTechDaily.com
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
PENYAKIT tangan, kaki, dan mulut atau flu Singapura selama ini diketahui sering menyerang anak-anak di bawah umur 10 tahun. Namun, ternyata penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa.
Saat ini juga muncul wabah chikungunya yang berlangsung sejak awal tahun, pada Maret lalu terdapat 36 warga terkonfirmasi cikungunya dan pada April ini tercatat 12 kasus.
SEBUAH penyakit misterius telah menyebabkan sedikitnya 60 orang meninggal dunia di tengah-tengah wabah yang terjadi di Republik Demokratik Kongo, demikian ungkap para dokter.
SUPERMARKET di Negara Bagian New York dan sekitarnya membatasi pembelian telur akibat merebaknya wabah flu burung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved