Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ilmuwan Ungkap Peran DNA Denisovan dalam Adaptasi Manusia Modern

Bimo Aria Seno
09/11/2025 21:50
Ilmuwan Ungkap Peran DNA Denisovan dalam Adaptasi Manusia Modern
Ilustrasi(freepik)

RIBUAN tahun silam, manusia purba melakukan perjalanan panjang melintasi Selat Bering yang tertutup es menuju benua Amerika. Kini, penelitian yang dipimpin oleh Universitas Colorado Boulder mengungkap bahwa manusia modern membawa warisan genetik dari spesies manusia purba yang telah punah, yakni Denisovan

Penelitian ini melibatkan ilmuwan dari berbagai lembaga, termasuk Brown University, Universitas Washington, Universidad Nacional Autónoma de México, Universitas Kopenhagen, Universitas California Berkeley, Université Paris-Saclay, dan Trinity College Dublin.

Fernando Villanea, asisten profesor antropologi di Universitas Colorado Boulder dan salah satu penulis utama studi ini, menyebut temuan tersebut sebagai bukti luar biasa dari kemampuan adaptasi manusia. “Dari segi evolusi, ini adalah lompatan besar. Menunjukkan bagaimana manusia mampu bertahan dan menyesuaikan diri dalam kondisi ekstrem,” ujarnya.

Denisovan merupakan kerabat dekat manusia modern dan Neanderthal yang hidup puluhan ribu tahun lalu di kawasan luas mulai dari Siberia hingga Oceania. Spesies ini pertama kali diidentifikasi sekitar 15 tahun lalu melalui DNA yang diambil dari fragmen tulang di sebuah gua di Siberia. 

Meski fisiknya masih menjadi misteri, para ilmuwan kini mengetahui lebih banyak tentang genom dan biologi mereka. Villanea dan rekan penulisnya dari Brown University, David Peede, menganalisis data genom dari berbagai populasi dunia untuk menelusuri gen MUC19, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. 

Hasilnya menunjukkan bahwa keturunan penduduk asli Amerika memiliki kemungkinan lebih tinggi membawa varian MUC19 yang diwarisi dari Denisovan dibandingkan populasi lain. Potongan DNA kuno ini diyakini membantu manusia purba beradaptasi dengan lingkungan baru yang keras di benua Amerika.

Gen MUC19 termasuk gen yang menghasilkan protein mukin, zat pelindung jaringan tubuh dari patogen melalui lendir. Namun, fungsi spesifiknya masih belum sepenuhnya dipahami. Studi ini menemukan bahwa sekitar sepertiga individu keturunan Meksiko membawa salinan varian MUC19 Denisovan, terutama pada bagian genom yang berasal dari nenek moyang Indigenous Amerika. Sebaliknya, hanya sekitar satu persen populasi keturunan Eropa Tengah yang memilikinya.

Peneliti juga menemukan hal menarik: segmen DNA Denisovan tersebut dikelilingi oleh DNA Neanderthal. “DNA ini seperti biskuit Oreo, dengan inti Denisovan di tengah dan lapisan Neanderthal di sekitarnya,” kata Villanea. Pola ini menunjukkan bahwa varian gen tersebut berpindah dari Denisovan ke Neanderthal, sebelum akhirnya diwariskan kembali kepada manusia modern.

Seleksi alam kemungkinan berperan mempertahankan gen tersebut di populasi asli Amerika karena memberikan keuntungan biologis dalam menghadapi kondisi baru. Villanea menerangkan bahwa adaptasi manusia tidak hanya terjadi melalui budaya, seperti teknik berburu atau bertani, tetapi juga pada tingkat biologis selama lebih dari 20.000 tahun.

Sumber: sciencedaily.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya