Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Riot Games Umumkan Rencana Besar League of Legends Esports 2026

Abi Rama
08/11/2025 06:51
Riot Games Umumkan Rencana Besar League of Legends Esports 2026
Riot Games ungkap roadmap dua tahun League of Legends Esports: format Fearless Draft, jadwal turnamen global, dan perayaan 15 tahun Worlds di Chengdu.(Riot Games)

RIOT Games akhirnya mengungkap peta besar perjalanan League of Legends Esports untuk dua tahun ke depan. Lewat konferensi pers menjelang Worlds 2025 Finals di Chengdu, Tiongkok, tim pengembang dan eksekutif Riot membagikan sederet pembaruan, mulai dari format baru, kota penyelenggara, hingga rencana ekspansi.

Acara dibuka oleh CEO Riot Games, Dylan Jadeja, yang menyebut Worlds 2025 bukan hanya ajang puncak kompetisi. Melainkan juga penanda 15 tahun perjalanan League of Legends di dunia esports.

“Game ini lahir dari mimpi kecil di DreamHack Stockholm, dan sekarang menjadi panggung global bagi jutaan pemain,” ujarnya di hadapan media dan kreator konten dari berbagai negara, Jumat (7/11/2025).

Format Baru: Fearless Draft Tetap Dipakai di 2026

Dalam sesi selanjutnya, Head of Esports Riot Games, Chris Greeley menegaskan bahwa format Fearless Draft yang pertama kali diterapkan tahun ini akan kembali digunakan untuk musim 2026. Menurutnya, sistem ini mendorong variasi strategi karena hero yang sudah dipakai di pertandingan sebelumnya tidak bisa digunakan lagi.

“Dengan Fearless Draft, kita nggak lagi lihat hero yang sama terus di setiap pertandingan. Variasi gameplay jadi jauh lebih menarik,” ujar Greeley.

Riot juga mengumumkan jadwal turnamen internasional untuk musim depan.

Ajang pembuka tahun, First Stand, akan digelar di Sao Paulo, Brasil, pada Maret 2026, menampilkan delapan tim dari berbagai region termasuk dua dari LCK (Korea) dan dua dari LPL (Tiongkok). 

Setelah itu, MSI 2026 akan berlangsung di Daejeon, Korea Selatan, menghadirkan 11 tim yang bertarung demi tiket ke Worlds. Puncaknya, Worlds 2026 akan diadakan di Amerika Serikat, dimulai dari Texas dan berakhir di New York City untuk babak final. Khusus Asia Tenggara, Riot memastikan bahwa wilayah ini akan mendapat kesempatan besar menjadi tuan rumah pada 2027, sebagai bagian dari upaya membawa League of Legends ke lebih banyak penggemar di kawasan tersebut.

Skin dan Lore Bernuansa Lokal

Tak hanya soal kompetisi, Riot juga membawa sentuhan lokal ke dalam game. Tahun ini mereka merilis charity skin PandaPal Lux, yang terinspirasi dari kota Chengdu, Tiongkok, lengkap dengan ornamen panda dan motif sutra khas negeri tirai bambu tersebut.

Seluruh hasil penjualan skin ini akan disumbangkan ke Riot Games Social Impact Fund. “Pemain di setiap kota punya kebanggaan tersendiri terhadap tempat asal mereka. Kami ingin menghadirkan itu dalam game,” kata Stephanie Leung, pemimpin tim kosmetik League of Legends.

Rayakan 15 Tahun Esports dan Hall of Legends

Sebagai bagian dari perayaan 15 tahun League of Legends Esports, Riot juga memperluas proyek Hall of Legends yang memberi penghargaan bagi pemain legendaris. Setelah Faker dari Korea, tahun ini giliran Uzi, bintang besar asal Tiongkok, yang diabadikan. Momen tersebut disambut hampir 10 juta pemain dan penggemar di Tiongkok yang ikut merayakannya secara daring.

Dalam sesi tanya jawab, Riot juga menegaskan pentingnya hubungan dengan komunitas. Tahun 2025 disebut sebagai momen refleksi, di mana tim pengembang lebih terbuka mendengarkan feedback dari pemain.

Dengan sederet pembaruan dan ekspansi global, League of Legends tampaknya siap memasuki babak baru dalam sejarah esports. Mulai dari Brasil hingga New York, Riot Games berambisi menjadikan setiap turnamen bukan hanya soal kompetisi, tapi juga perayaan komunitas global yang telah tumbuh selama 15 tahun terakhir. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya