Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM beberapa minggu mendatang, pengamat langit berkesempatan melihat komet baru bernama C/2025 A6 (Lemmon). Komet ini ditemukan oleh Survei Mount Lemmon pada 3 Januari 2025 menggunakan teleskop reflector Cassegrain 1,52 meter di Observatorium Mount Lemmon, Arizona.
Awalnya komet ini disangka asteroid karena terlihat seperti titik cahaya redup dengan magnitudo +21,5. Namun, analisis lanjutan dan foto pra-penemuan sejak November 2024 memastikan bahwa objek tersebut adalah komet.
Orbitnya dihitung dari ratusan observasi dan menunjukkan bahwa komet akan mencapai perihelion titik terdekat ke Matahari, pada 8 November 2025 pada jarak 79 juta km. Sebelumnya, pada 20 Oktober, ia akan melintas paling dekat dengan Bumi pada jarak 89 juta km.
Komet Lemmon adalah pengunjung berkala dengan periode orbit sekitar 1.350 tahun, tetapi baru-baru ini dipengaruhi gravitasi Jupiter yang memperpendek orbitnya sekitar 200 tahun. Seperti komet lain, Komet Lemmon terdiri dari es dan debu yang menguap saat mendekati Matahari, membentuk koma dan ekor.
Berdasarkan pengamatan, warna hijau samar yang terlihat berasal dari molekul dicarbon, serta ekor Lemmon tampak didominasi gas, sehingga lebih samar dibanding ekor debu yang biasanya lebih spektakuler. Dengan demikian, bagi kebanyakan pengamat Komet Lemmon akan tampak seperti gumpalan cahaya dengan pusat lebih padat.
Astronom Seiichi Yoshida dan Gideon van Buitenen, memperkirakan komet dapat mencapai magnitudo +4 hingga +5, cukup terang untuk terlihat tanpa alat di bawah langit gelap.
Namun, penelitian lain lebih pesimis, diperkirakan hanya sekitar +7,3. Artinya, Komet Lemmon kemungkinan masuk kategori komet biasa yang cukup terang, bukan komet besar.
Meski estimasi jadwalnya menjanjikan, tapi persentase untuk pengamatan sangat bergantung kondisi langit. Adanya polusi cahaya dapat menyulitkan pengamatan, dan karena bentuk komet menyebar, ia tidak akan tampak secerah bintang.
Namun, di langit yang benar-benar gelap, dengan mata telanjang atau teropong sederhana mungkin bisa untuk melihatnya.
Komet Lemmon adalah objek langit yang menjanjikan untuk diamati, tetapi juga penuh ketidakpastian. Ia bisa memberi terlihat dengan kecerahan lebih tinggi dari prediksi, atau justru tetap redup.
Sumber: space.com
Astronom Gianluca Masi tangkap foto langka. Komet Lemmon tampak diselimuti jejak meteor spiral.
Komet Lemmon diperkirakan mencapai puncak penampilannya pada pertengahan hingga akhir Oktober, bertepatan dengan jarak terdekatnya ke Bumi pada 21 Oktober 2025.
Komet Lemmon (C/2025 A6) akan melintasi konstelasi Serpens Caput pada 26 Oktober malam.
Fenomena langit spektakuler tengah berlangsung di penghujung Oktober 2025. Komet Lemmon (C/2025 A6) kini sedang mencapai puncak kecerahannya.
Fenomena ini merupakan peluang langka bagi para pencinta astronomi di seluruh dunia untuk melihat dua komet cerah melintas di langit dalam waktu yang sangat dekat peristiwa
Fenomena langit langka terjadi 20–21 Oktober 2025: hujan meteor Orionid berpuncak, dua komet baru bersinar terang, dan bulan baru menjadikan langit sempurna gelap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved