Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGAIMANA jika kiamat datang bukan lewat mitos, tetapi lewat sains dan teknologi? Para ilmuwan Barat dari Pusat Studi Risiko Eksistensial (CSER) memperingatkan sepuluh ancaman nyata yang bisa menghancurkan dunia dan sedang merancang langkah pencegahan.
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berpotensi lebih pintar dari manusia dan bisa bertindak sendiri, sehingga sulit dikendalikan. Ilmuwan memperkirakan pada tahun 2075, AI bisa setara kecerdasannya dengan manusia.
Para ilmuwan menekankan bahwa meskipun sebagian peneliti menilai risikonya kecil, AI tetap bisa menjadi ancaman eksistensial. Contohnya, senjata otomatis atau robot cerdas bisa digunakan secara salah dan mempercepat kehancuran.
Virus baru dari laboratorium berisiko lepas dan menyebar ke seluruh dunia. Sejarah menunjukkan pandemi besar, seperti wabah pes hitam, mampu mengubah masyarakat secara drastis bahkan membunuh jutaan orang dalam beberapa hari.
Robot militer otonom sudah digunakan di perbatasan Korea Selatan, dan di masa depan senjata semacam ini bisa dimiliki kelompok kecil. Jika jatuh ke tangan teroris, kota besar bisa hancur tanpa campur tangan manusia.
Ribuan senjata nuklir masih tersimpan dan kesalahan kecil bisa memicu perang tak disengaja. Ledakan nuklir dapat menimbulkan musim dingin nuklir, menurunkan produksi pangan, dan mengancam runtuhnya masyarakat serta peradaban.
Risiko terbesar dari perubahan iklim bukan panas yang mematikan, tapi bisa meruntuhkan sistem manusia dan alam. Punahnya hewan dan hancurnya ekosistem secara berantai bisa memicu perang, kelaparan, dan runtuhnya peradaban modern.
Bumi sering ditabrak asteroid kecil, tapi atmosfer biasanya membakarnya sebelum sampai ke permukaan. Asteroid raksasa, selebar sekitar 1 kilometer, menabrak Bumi setiap jutaan tahun dan bisa mengubah iklim serta menyebabkan gagal panen. Kondisi ini dapat mengancam kehidupan manusia.
Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa manusia mungkin bukan makhluk paling cerdas di alam semesta. Manusia hanyalah bagian dari eksperimen atau simulasi yang dijalankan oleh entitas lebih besar. Walau sulit dibuktikan, ini tetap dianggap risiko yang unik bagi eksistensi.
Populasi dunia diperkirakan mencapai 9,6 miliar pada 2050, sehingga produksi pangan harus meningkat drastis. Namun karena lahan terbatas dan penyakit tanaman bisa menyebabkan kelaparan, kerusuhan, dan masalah politik.
Beberapa ilmuwan memperingatkan kemungkinan langka tapi serius, yaitu ruang hampa sejati bisa menghancurkan alam semesta. Biasanya stabil, tetapi akselerator partikel besar bisa mengganggu dan memusnahkan dunia.
Keputusan politik dan kepemimpinan yang tirani atau mengabaikan bukti ilmiah bisa melemahkan kemampuan manusia menghadapi bencana global. Situasi ini meningkatkan risiko terhadap stabilitas dunia dan menekankan pentingnya perhatian pada berbagai ancaman serius.
Kesepuluh ancaman ini menunjukkan bahwa kiamat bukan hanya soal mitos, tetapi juga nyata dari sisi sains dan teknologi. Para ilmuwan menekankan pentingnya tindakan pencegahan sekarang supaya manusia bisa menghadapi dan mengurangi risiko bencana besar.
Sumber: Wired.com
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
RUSIA mengancam akan mewujudkan kiamat jika Donald Trump menepati janjinya merebut Greenland.
Perkiraan ini didasarkan pada simulasi komputer canggih yang menggambarkan perkembangan Matahari dan pengaruhnya terhadap Bumi.
Prediksi ini jauh lebih singkat dibanding perhitungan lama yang menyebut alam semesta bisa bertahan hingga angka satu diikuti 1.100 nol tahun.
ILMUWAN memperkirakan umur matahari sekitar 5 miliar tahun atau memasuki fase paruh baya (middle age).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved