Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda menatap langit malam dan penasaran dengan apa yang tersembunyi di luar sana? Astronomi adalah ilmu yang mempelajari berbagai benda dan fenomena di langit. Kajian ini mencakup bintang, planet, hingga galaksi yang letaknya sangat jauh.
Ilmu ini telah ada sejak ribuan tahun lalu, ketika manusia pertama kali menghitung bintang dan membuat rasi bintang untuk memahami waktu dan musim.
Peradaban kuno, seperti suku-suku awal, bangsa Mesir, Babilonia, dan Yunani, sudah mengamati langit dengan cermat. Mereka membangun monumen seperti Stonehenge dan cakram Nebra untuk menandai pergerakan Matahari, Bulan, serta bintang. Aristarchus dari Samos berupaya mengukur jarak Matahari dan Bulan, sedangkan Hipparchus berhasil mencatat lebih dari 800 posisi bintang hanya dengan pengamatan mata telanjang.
Teleskop yang ditemukan pada abad ke-17 menjadi babak baru dalam masa depan astronomi. Galileo Galilei menggunakan teleskop untuk melihat permukaan Bulan, menemukan bulan-bulan Jupiter, dan mengamati bintik Matahari. Penemuan ini mengubah pandangan manusia tentang posisi Bumi dalam alam semesta. Sejak saat itu, teleskop dan instrumen canggih lain memungkinkan para astronom mempelajari planet, bintang, galaksi, bahkan lubang hitam.
Untuk pemula, mengamati langit tidak memerlukan teleskop mahal. Mata telanjang, aplikasi ponsel, atau teropong sederhana bisa membantu menemukan planet dan bintang terang. Lokasi dengan langit gelap, jauh dari polusi cahaya, akan membuat pengalaman ini semakin menarik. Mengamati Bulan juga dapat menjadi langkah awal untuk "menjelajahi" alam semesta.
Astronomi dan astrologi merupakan dua hal berbeda, walau berakar dari sejarah yang sama. Astronomi adalah ilmu pengetahuan berbasis data dan teknologi, sedangkan astrologi lebih ke ramalan dan kepercayaan. Bahkan posisi zodiak saat ini tidak selalu sesuai dengan posisi Matahari karena pergeseran orbit Bumi.
Astronomi modern terbagi dalam banyak cabang, antara lain:
Teleskop canggih seperti Hubble dan James Webb memungkinkan manusia melihat lebih jauh ke alam semesta daripada yang bisa dibayangkan nenek moyang kita. Di darat, teleskop besar seperti Vera Rubin Observatory, Extremely Large Telescope, dan Square Kilometre Array akan membawa astronomi ke era baru. Dengan teknologi ini, para astronom siap mengungkap rahasia yang sebelumnya tersembunyi di langit malam.
Sumber: Space.com, The Planetary Society.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved