Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DI asteroid besar bernama Vesta, aliran misterius yang melengkung dan endapan berbentuk kipas mungkin terbentuk dari aliran singkat air asin. Menurut sebuah studi, temuan yang cukup mengejutkan karena Vesta seharusnya tidak memiliki air sama sekali.
Vesta, anggota terbesar kedua di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, telah ada selama 4,5 miliar tahun tanpa atmosfer. Jadi, jika ada air di permukaannya, seharusnya sudah lama menguap ke luar angkasa.
Gambar close-up dari asteroid ini yang diambil wahana antariksa Dawn milik NASA lebih dari satu dekade lalu menunjukkan aliran dan ngarai sempit yang terbentuk di kawah akibat tumbukan. Hal ini memunculkan kesimpulan kemungkinan air cair pernah mengalir di permukaannya belum lama ini.
Eksperimen terbaru yang dipimpin Michael Poston, seorang ilmuwan planet dari Southwest Research Institute di Texas, menunjukkan tabrakan dengan asteroid lain bisa menggali dan melelehkan es yang tersembunyi di bawah permukaan Vesta. Es yang mencair ini mungkin mengalir sebagai air asin di sepanjang dinding kawah baru yang terbentuk, cukup lama untuk membentuk aliran melengkung dan kipas puing-puing, kata para peneliti.
Di dalam ruang uji di Jet Propulsion Laboratory milik NASA di California, para peneliti mensimulasikan tekanan yang dialami es di Vesta untuk mencatat berapa lama air cair akan membeku kembali setelah mencair akibat tumbukan. Air murni membeku terlalu cepat dalam keadaan vakum, menurut eksperimen itu, tetapi air asin mengalir selama setidaknya satu jam.
Namun, fitur yang terlihat di Vesta kemungkinan tebalnya beberapa meter, menunjukkan bahwa air asin mungkin mengalir lebih lama dari satu jam. Meski begitu, Poston mengatakan aliran beberapa puluh menit sudah "cukup bagi air asin untuk mengganggu kemiringan dinding kawah di benda berbatu, menyebabkan erosi dan longsoran, serta mungkin membentuk fitur geologi unik lainnya yang ditemukan di bulan-bulan berlapis es."
Jika temuan ini berlaku pada benda-benda lain yang kering dan tak berudara, mungkin air juga pernah ada di permukaan mereka di masa lalu, dan mungkin masih dikeluarkan hingga saat ini, tambahnya: "Mungkin masih ada air di luar sana yang bisa ditemukan."
Sebagian dari air ini mungkin akan segera dikatalogkan oleh wahana antariksa Lucy milik NASA, yang dijadwalkan tiba di delapan asteroid Trojan dekat Jupiter pada tahun 2027. (space/Z-3)
Asteroid Vesta kemungkinan besar bukanlah protoplanet yang gagal berkembang, melainkan pecahan dari sebuah planet kuno.
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Wilayah aktif AR 14098 memicu enam flare Matahari kelas X dalam kurang dari 96 jam pada awal Februari 2026. NASA memantau dampaknya terhadap cuaca antariksa dan satelit.
Studi terbaru mengungkap posisi otak astronot bergeser ke atas dan ke belakang setelah misi luar angkasa.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
NASA merilis citra terbaru Hubble yang mengungkap Nebula Telur, fase langka sebelum nebula planet terbentuk. Fenomena kosmik ini terjadi 1.000 tahun cahaya dari Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved