Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PECINTA bintang, bersiaplah! Komet A3 bakal jadi bintang tamu istimewa di langit malam kita pekan depan.
Dijuluki juga Komet C/2023 A3 (Tsuchinshan–ATLAS), si bola es kosmik ini diprediksi bakal bersinar terang banget, bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang!
Baca juga : 6 Fakta tentang Hujan Meteor Epsilon Perseid, Ternyata Ini Asalnya
Menurut para ahli, Komet A3 punya ekor yang kece banget, lho! Ada yang berwarna putih, ada juga yang kebiruan.Bayangin aja, ekornya kayak sapu raksasa yang menyapu langit malam.
Kenapa bisa gitu? Posisi si komet ini pas banget buat memantulkan cahaya Matahari ke Bumi. Jadi, kita bisa nikmatin pemandangan spektakuler ini.
Komet A3 ini berasal dari Awan Oort, sebuah tempat jauh di tata surya yang jadi rumah bagi jutaan komet. Umurnya udah milyaran tahun dan baru mampir ke sekitar Bumi sekarang.
Baca juga : Teleskop ALMA Amati Gelembung Gas Raksasa di Permukaan Bintang Raksasa Merah R. Doradus
Jadi, ini kesempatan langka buat kita semua!
Paling pas buat melihat Komet A3 ini adalah di akhir September dan awal Oktober.
Kalau kamu di belahan bumi utara, coba deh cari lokasi yang gelap dan jauh dari lampu-lampu kota sekitar tanggal 12 Oktober.
Saat itu, Komet A3 akan berada di konstelasi Ophiuchus, di arah barat. Jangan lupa bawa teleskop kecil ya, biar bisa lihat lebih jelas! (Forbes/Z-10)
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para astronom tengah menyoroti sebuah peristiwa di alam semesta yang diduga sebagai superkilonova, jenis ledakan kosmik yang selama ini hanya ada dalam teori.
Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan melihat CME dengan variasi suhu seperti itu pada bintang muda yang mirip Matahari. Temuan ini dianggap penting karena menunjukkan bahwa aktivitas
Dengan melatih kecerdasan buatan untuk memahami evolusi ledakan supernova dan menggabungkan wawasan tersebut dengan model fisika besar
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Planet Jupiter dan Venus akan tampil dalam pertunjukan cahaya sebelum fajar, dan kali ini, pertunjukan itu akan ditemani oleh sang bintang paling terang: Sirius.
Hujan Meteor Geminid mencapai puncak akhir pekan ini dengan hingga 120 meteor per jam. Simak waktu terbaik dan tips mengamati fenomena langit tahunan ini.
Pada 12-13 Agustus 2025, langit Indonesia akan dihiasi oleh hujan meteor Perseid yang bisa disaksikan di berbagai wilayah, termasuk belahan selatan Bumi.
Warna-warni langit mulai terlihat pertama kali pada Minggu (11/8) malam waktu setempat hingga Senin (12/8) pagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved