Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengumumkan tindakan pencegahan terhadap infeksi ransomware Brain Cipher yang mengancam Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2. Bersama penanggung jawab sistem PDNS, Telkomsigma, BSSN telah memutus akses antara PDNS 2 di Surabaya dengan pusat data lainnya.
Pemutusan akses dilakukan terhadap PDNS 1 di Serpong, Tangerang Selatan, dan pusat data cadangan di Batam, Kepulauan Riau.
"Telkomsigma sudah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur. Jika ada masalah di data center, hubungan antara Surabaya, Serpong, dan Batam telah diputus untuk mencegah penyebaran malware atau ransomware ke sistem lain," ujar Kepala BSSN Letnan TNI (Purn.) Hinsa Siburian, Rabu.
Baca juga : BSSN Pastikan PDNS 1 Tak Diserang Ransomware
BSSN juga memberikan asistensi untuk memperkuat keamanan siber di PDNS 1 dan pusat data cadangan di Batam. Tim khusus telah dikirim ke kedua lokasi tersebut untuk memastikan peningkatan keamanan siber.
"Penguatan sudah dilakukan. Tim BSSN on-site di Batam dan Serpong memastikan tidak ada serangan siber," jelas Hinsa.
Dalam penanganan PDNS 2 dan pemulihan layanan publik akibat serangan siber tersebut, BSSN terlibat dalam investigasi digital forensik untuk melacak asal-usul serangan. Hasil investigasi akan dianalisis bersama tim Cyber Crime Kepolisian RI (Polri) untuk tindakan lebih lanjut.
"Kami terus melakukan investigasi dan bekerja sama dengan Polri untuk memastikan penanganan yang tepat," ujar Hinsa. (Z-10)
Perusahaan menghadapi risiko kehilangan data akibat ransomware, kelalaian pengguna, kesalahan konfigurasi, hingga kegagalan perangkat.
Ransomware-as-a-service kini menjadi model bisnis baru di dunia kejahatan digital.
Panduan keamanan siber untuk pemula: pahami ancaman umum, praktik kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, VPN, phishing, dan tips melindungi data di perangkat serta cloud.
AI di Google Drive bekerja secara otomatis dapat menghentikan sinkronisasi file dan memungkinkan pengguna memulihkan file dengan mudah hanya dengan beberapa klik
Bisnis di Indonesia menghadapi jumlah serangan ransomware tertinggi (57.554) tahun lalu di antara negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Pelaku ancaman memperkuat taktik mereka dengan menggunakan metode yang lebih agresif untuk menekan korban dan memperoleh pembayaran yang lebih tinggi dan konsisten.
Sistem BPI sudahdipulihkan lebih cepat dari target yang diberikan pemerintah.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika Hokky Situngkir menyebutkan bahwa pusat data nasional (PDN) di Cikarang, Jawa Barat disiapkan.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mempertanyakan kelanjutan kinerja pemerintah dalam mengatasi serangan siber pada PDNS 2 yang sudah empat pekan berlalu.
KABARESKRIM Polri Komjen Wahyu Widada merespons peretasan sistem pusat data nasional (PDN) Kominfo. Wahyu menyebut proses penegakan hukum kejahatan siber ransomware tak mudah.
Secara bertahap beberapa layanan publik pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 telah pulih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved