Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Kasus serangan siber yang menimpa Bank Syariah Indonesia (BSI) belum lama ini menunjukkan betapa pentingnya fokus pada keamanan siber bagi perusahaan finansial, termasuk ancaman Ransomware yang semakin meningkat. Bruce Hanadi, Chief Information Security Officer di snc.id, mengatakan serangan siber (termasuk serangan Ransomware), dapat mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan, merugikan pelanggan, dan membahayakan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.
Perusahaan finansial seperti bank, asuransi, dan perusahaan investasi, kata dia, adalah target utama para penjahat siber, termasuk para pelaku Ransomware. Serangan ini menjadi lebih serius dengan adanya Ransomware yang dapat mengenkripsi data penting perusahaan dan menuntut pembayaran tebusan yang besar. Oleh karena itu, para pengelola perusahaan harus memperkuat sistem keamanan siber mereka agar dapat mencegah serangan, termasuk serangan Ransomware dan menjaga informasi nasabah tetap aman dan terlindungi.
Bruce menekankan pentingnya fokus pada keamanan siber bagi perusahaan finansial dalam menghadapi ancaman serangan Ransomware. Ia menyarankan agar perusahaan itu memperkuat sistem keamanan siber mereka dengan cara mengidentifikasi dan mengurangi risiko, meningkatkan kesadaran tentang keamanan siber di antara staf dan nasabah, mengimplementasikan teknologi yang terbaru dalam sistem keamanan siber mereka. “Tidak hanya fokus terhadap pencegahan tapi juga aktif mendeteksi dan memprediksi serangan dari jauh hari, 'prevention is a deal, detection is a must'."
Investasi dalam keamanan siber seharusnya tidak dipandang sebagai pengeluaran yang tidak produktif, melainkan sebagai investasi yang wajib bagi perusahaan finansial. Karena ancaman serangan siber, termasuk Ransomware, semakin meningkat dan semakin kompleks, sehingga dapat meminimalkan risiko serangan serta melindungi aset dan reputasi perusahaan.
“Serangan siber, termasuk serangan Ransomware, terhadap BSI adalah pengingat penting bahwa perusahaan finansial harus memprioritaskan keamanan siber dalam strategi bisnis mereka,” tegas Bruce, dalam keterangan resminya, Jumat (19/5)
Keamanan siber yang kuat dan terintegrasi, kata dia, harus menjadi fokus utama bagi perusahaan finansial, mengingat data yang mereka kelola sangat sensitif dan berharga.
Sebagai salah satu perusahaan jasa keamanan siber, snc.id dapat memberikan efisiensi agar lebih fokus menjalankan bisnis tanpa perlu khawatir akan adanya serangan siber yang mengancam kelangsungan bisnis sebuah perusahaan. Snc.id hadir sebagai solusi komprehensif untuk menjalankan satu ekosistem dalam mengatur, mengoperasikan, memonitor, serta menjaga sistem ICT di perusahaan pelanggan, khususnya dalam hubungannya antara konektivitas dengan cybersecurity. (M-3)
Perusahaan menghadapi risiko kehilangan data akibat ransomware, kelalaian pengguna, kesalahan konfigurasi, hingga kegagalan perangkat.
Ransomware-as-a-service kini menjadi model bisnis baru di dunia kejahatan digital.
Panduan keamanan siber untuk pemula: pahami ancaman umum, praktik kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, VPN, phishing, dan tips melindungi data di perangkat serta cloud.
AI di Google Drive bekerja secara otomatis dapat menghentikan sinkronisasi file dan memungkinkan pengguna memulihkan file dengan mudah hanya dengan beberapa klik
Bisnis di Indonesia menghadapi jumlah serangan ransomware tertinggi (57.554) tahun lalu di antara negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Pelaku ancaman memperkuat taktik mereka dengan menggunakan metode yang lebih agresif untuk menekan korban dan memperoleh pembayaran yang lebih tinggi dan konsisten.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tak lazim dengan merekrut peretas dalam negeri untuk memperkuat sistem Coretax.
"Sekarang keamanan Cortex sudah bagus sekali. Dulu saya bilang, cyber security-nya 30 dari 100, sekarang sudah 95+. Kalau nilai sudah A+ security-nya."
Nama “Bjorka” selama dua tahun terakhir identik dengan sosok misterius berkemampuan tinggi di dunia maya. Namun, penangkapan WFT, 22, oleh Polda Metro Jaya justru memperlihatkan kontras: pemuda pengangguran, tidak lulus SMK, dan belajar IT secara otodidak.
Polisi mengusut dugaan WFT, 22 dengan akun X bernama @bjorka dan @bjorkanesia terkait dengan kebocoran data pejabat pemerintah
Polisi menangkap pria WFT, 22, asal Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) yang mengaku sebagai hacker ‘Bjorka’
Polisi menangkap seorang pemuda asal Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, berinisial WFT, 22. Ia ditangkap karena melakukan akses ilegal dan mengaku sebagai Bjorka
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved