Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KECANGGIHAN teknologi membuat seseorang begitu mudah mengambil atau menjiplak sebagian karya orang lain di ruang digital. Padahal, apa yang dilakukannya merupakan tindak plagiarisme yang melanggar hukum.
Penting untuk memahami ragam plagiarisme untuk menghargai karya cipta orang lain dan menghindari pelanggaran hukum. Hal itu mengemuka dalam webinar yang mengambil tema “Jangan Asal Comot, Kenali Plagiarisme Digital!” di Pontianak, Kalimantan Barat, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Plagiarisme merupakan salah satu bentuk pelanggaran karya milik orang lain karena menggunakan sebagian atau keseluruhan tanpa seizin pemiliknya. Perkembangan teknologi digital saat ini membuat beberapa orang tanpa sengaja maupun disengaja melakukan praktik plagiarisme. Padahal, apa yang dilakukannya tersebut melanggar etika digital dan hukum positif yang berlaku.
Menurut dosen Teknik Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Alif Lukmanul Hakim, di dunia akademis, sangat penting memeriksa plagiarisme lantaran sulitnya menuliskan hasil penelitian sehingga tak jarang karya ilmiah yang dijadikan referensi malah ditulis utuh. Tindakan yang demikian itu, menurut dia, sudah masuk kategori plagiarisme.
“Oleh karena itu, cek plagiarisme penting untuk menghindarkan diri dari tindak kejahatan. Selain itu, menjaga kualitas karya ilmiah tetap baik disebabkan sekecil apapun plagiarisme yang dilakukan akan menurunkan kualitas karya ilmiah itu sendiri,” ujarnya.
Alif menuturkan, beberapa alat yang dapat digunakan dalam cek plagiarisme adalah Duplichecker yang bisa mendeteksi tulisan apakah itu asli atau hasil plagiat. Berikutnya adalah Plagiarism Checker Small SEO Tools, yang bisa dipasang pada wordpress website penggunanya. Lalu ada pula Turnitin yang khusus dirancang untuk akademisi yang dapat mendeteksi plagiarisme sebuah dokumen.
Dosen UIN Alauddin Makassar Andi Fauziah Astrid memberikan tips agar terhindar dari plagiarisme. Caranya adalah dengan memperhatikan pengambilan kutipan; melakukan parafrase; mengecek lebih awal dokumen yang hendak ditulis; do manual things; dan manajemen waktu.
Sebab, menurut dia, salah satu alasan orang melakukan plagiat adalah waktu yang dimiliki terbatas atau memang malas melakukan segala sesuatu secara mandiri.
Baca juga : Masyarakat Diimbau Jangan Percaya Data Pribadi yang Dijual Bjorka
“Kita diharapkan mampu menyeleksi dan memverifikasi informasi yang didapatkan serta menggunakannya untuk kebaikan sesama,” ucap Fauziah.
Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Yogyakarta Ade Irma Sukmawati mengingatkan, Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada Pasal 25 menyebutkan bahwa informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang disusun dan didaftarkan sebagai karya intelektual, hak cipta, paten, merek, rahasia dagang, desain industri dan sejenisnya dilindungi oleh undang-undang.
Dalam pemanfaatan teknologi informasi, masih dalam UU yang sama, perlindungan data pribadi merupakan salah satu bagian dari hak pribadi.
“Pastikan telah melindungi karya dengan melengkapi identitas dan ciri khas. Lalu, pastikan bahwa data yang dibagikan di dalam karya bukan merupakan data pribadi yang bersifat rahasia,” ucapnya.
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Kegiatan itu khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. (RO/OL-7)
Awal mula kesadaran Luffy terhadap Haki terjadi secara tidak sengaja sebelum masa jeda dua tahun (timeskip). Ia pertama kali menunjukkan tanda-tanda Haoshoku Haki
Aturan ini berpotensi memicu pertumbuhan rokok ilegal yang tidak mematuhi standar kemasan dan cukai.
Di tengah gemuruh kendaraan dan langkah kaki yang lalu-lalang, suara gitar dan nyanyian musisi jalanan kini tak lagi sekadar hiburan pinggir jalan.
Pemahaman yang kuat tentang HAKI bagi perajin ukir dan pengusaha mebel di Jepara bukan hanya penting, tetapi juga krusial untuk memastikan daya saing yang sehat di pasar global.
Kebijakan penyeragaman kemasan rokok tanpa merek sebagaimana dituangkan pada Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan dinilai telah menyalahi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Desakan untuk menerapkan kemasan polos pada semua produk tembakau, termasuk rokok elektronik, kembali memanas dan menuai berbagai kontroversi.
LITERASI digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dengan kecakapan memahami dan mengkritisi narasi yang beredar di ruang digital.
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Rata-rata orang Amerika mengecek HP 140 kali sehari. Pakar kognitif sarankan teknik Deep Reading untuk lawan misinformasi dan stres akibat doomscrolling.
Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk pola pikir generasi muda ke arah yang positif jika digunakan dengan benar dan didukung oleh kesadaran kritis dan bimbingan.
Kombinasi antara kebebasan, etika, dan nilai-nilai Pancasila inilah yang menjadi fondasi masyarakat digital yang sehat, inklusif, dan demokratis.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Cirebon, Selasa (10/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved