Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN internet oleh anak-anak, khususnya di rentang usia 13-18 tahun, terbilang tinggi, terlebih di masa pandemi Covid-19. Di balik itu semua, anak-anak amat rentan terpapar konten berbahaya, termasuk ancaman kejahatan siber.
Peran orang tua sangat penting untuk mengedukasi anak terkait literasi digital. Hal itu mengemuka dalam webinar yang mengambil tema “Melindungi Anak dari Kejahatan Dunia Maya” di Pontianak, Kalimantan Barat, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Tantangan orang tua di era digital, menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang Agustin Rahmawati, tidaklah mudah. Pasalnya, anak-anak sekarang ini begitu mudah mengakses internet lewat beragam perangkat, seperti ponsel, tablet, dan laptop.
Tak jarang bahkan anak-anak di era sekarang lebih pintar mengakses internet ketimbang orang tua mereka. Apalagi, anak-anak itu cenderung menginginkan kebebasan alias tanpa kekangan dari orang tua.
“Faktanya adalah akses internet oleh anak-anak terus meningkat. Di balik itu, anak merupakan kelompok rentan terpapar kejahatan internet. Sebagian dari mereka belum paham akan ancaman bahaya di dunia digital,” ujar Agustin.
Agustin menambahkan, beberapa klasifikasi risiko dunia maya terhadap anak-anak adalah risiko korban agresivitas di mana mereka menjadi korban perundungan, kekerasan, atau terpapar konten sadis. Risiko berikutnya adalah seksualitas di mana mereka berpotensi besar terpapar konten porno atau bahkan menjadi korban kekerasan seksual di ruang digital.
Selain itu, secara nilai, anak-anak bisa menjadi korban ujaran kebencian, pengaruh ideologi radikal, atau potensi konten berbahaya lainnya.
“Tidak ada yang aman 100 % di ruang digital. Yang bisa dilakukan adalah dengan meminimalkan risiko. Kejahatan digital akan selalu menjadi ancaman bagi anak-anak karena perkembangan kognitifnya belum optimal,” ucapnya.
Baca juga : Ingin Sukses, UMKM Dinilai Wajib Masuk ke Ekosistem Digital
Dosen Psikologi Universitas Andalas Rozi Sastra Purna mengingatkan, penetrasi internet di kalangan anak-anak terbilang tinggi. Berdasar survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2022, dalam survei tersebut, sebanyak 76,63 % responden di rentang usia 13-18 tahun adalah pengguna internet aktif. Selama pandemi Covid-19, intensitas penggunaan internet oleh golongan usia tersebut meningkat.
“Di balik itu semua, potensi ancaman bahaya kejahatan digital akan terus mengintai. Beberapa contohnya adalah menonton video porno, perundungan siber, atau sexting. Untuk menonton video porno, dampaknya bisa mengakibatkan kecanduan pada anak-anak. Sementara perundungan siber menimbulkan perilaku yang agresif pada anak,” kata Rozi.
Agar anak tidak memiliki risiko tinggi akan bahaya internet, menurut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang Nawang Warsi, dibutuhkan edukasi digital yang intensif dari orang tua kepada anak.
Beberapa contoh edukasi yang bisa diberikan adalah tidak meng-klik sembarang tautan yang diperoleh, tidak memberikan identitas pribadi kepada orang lain tanpa seizin orang tua, mengatur durasi waktu saat beraktivitas di ruang digital, serta memperkenalkan situs yang aman dan ramah anak.
“Jangan lupakan juga keamanan perangkat digital harus kuat, misalnya dengan membuat kata sandi yang kuat, selalu memperbarui perangkat lunak pada perangkat, serta memasang program antivirus,” ucapnya.
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Kegiatan itu khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. (RO/OL-7)
Sistem pengawasan internet yang diterapkan suatu negara dapat memengaruhi bagaimana konten digital beredar serta seberapa besar ruang anonimitas yang tersedia bagi pengguna.
Layanan Internet Merah Putih (IMP) resmi diperkenalkan sebagai pengembangan baru layanan internet satelit broadband untuk menjawab kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.
Banyak orang sudah membuktikan bisa dapat penghasilan tanpa harus nunggu keterima kerja kantoran. Kuncinya bukan instan, tapi tahu jalur yang masuk akal dan mau konsisten jalani prosesnya.
Melalui BRImo, nasabah BRI bisa melakukan pembayaran TV kabel dan internet dengan cepat, aman, dan bahkan lebih hemat berkat promo cashback menarik.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved