Senin 12 September 2022, 07:30 WIB

Data Riset Universitas Kini Jadi Incaran Phising

Basuki Eka Purnama | Teknologi
Data Riset Universitas Kini Jadi Incaran Phising

Medcom
Ilustrasi

 

PAKAR dari perusahaan cybersecurity Kaspersky menemukan serangan phishing kini mulai menyasar universitas untuk mencuri data riset hingga informasi pribadi mahasiswa.

"Pendidikan menjadi lebih digital adalah perubahan yang menguntungkan. Namun, itu juga memperluas spektrum ancaman yang dihadapi siswa. Pelaku kejahatan siber dapat memikat siswa agar memberikan kredensial pribadi mereka untuk mengakses data yang tidak hanya berisi keahlian unik tapi juga informasi pribadi dan berpotensi membahayakan," kata
pakar keamanan Kaspersky, Olga Svistunova, melalui siaran pers, dikutip Senin (12/9).

Menurut dia, nama institusi pendidikan terkenal kerap digunakan sebagai daya tarik untuk mendistribusikan halaman phishing. Terlebih, pemerintah dan perusahaan besar kerap membeli studi penelitian dari universitas-universitas itu. Sehingga, data sensitif yang dimiliki universitas menjadi sangat berharga bagi para pelaku kejahatan siber.

Baca juga: Literasi Digital Hindarkan Pengguna Internet dari Potensi Kejahatan Siber

Dalam melancarkan aksi mereka, halaman phishing khusus universitas biasanya dibuat dengan baik dan meniru halaman web resmi universitas atau sistem manajemen pembelajaran daring.

Setelah pengguna mengunjungi halaman palsu, mereka diminta membagikan informasi pribadi seperti kredensial akun, alamat IP, atau data lokasi.

Setelah berhasil mengakses akun siswa atau karyawan, penyerang tidak hanya dapat mengakses informasi pribadi korban, tetapi juga rencana pendidikan, informasi pembayaran, dan jadwal kelas. Ini akan berisiko untuk beralih ke penguntitan dan pelanggaran di kehidupan nyata.

Untuk itu, Kaspersky merekomendasikan beberapa langkah untuk melindungi sistem dari penipuan berkedok pendidikan, salah satunya dengan selalu memeriksa tautan dengan teliti sebelum diklik. Cari kesalahan ejaan atau ketidakteraturan lainnya.

Kemudian, terapkan otentikasi dua faktor untuk sistem informasi, terutama yang berbasis web, dan khususnya untuk akses ke catatan siswa, nilai dan penilaian. 

Tetapkan kontrol akses yang kuat dan sesuai, sehingga tidak mudah bagi peretas untuk bergerak secara lateral melalui sistem.

Untuk kampus, miliki dua jaringan nirkabel terpisah dan aman, satu untuk staf dan satu untuk mahasiswa, dan satu lagi untuk pengunjung jika Anda membutuhkannya.

Memperkenalkan dan menegakkan kebijakan kata sandi staf yang kuat dan mendorong semua orang untuk menjaga kerahasiaan akses mereka setiap saat.

Jangan pernah menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa situs web atau layanan, karena jika terjadi peretasan, semua akun Anda berisiko.

Untuk membuat kata sandi antiretas yang kuat tanpa harus kesulitan mengingatnya, gunakan pengelola kata sandi, seperti Kaspersky Password Manager. 

Gunakan juga solusi keamanan yang andal untuk perlindungan menyeluruh dari berbagai ancaman, seperti Kaspersky Endpoint Security for Business. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

BenQ Indonesia Luncurkan Board Pro Series RP03 dan Smart Projector EH620

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 17:35 WIB
Mengusung tema Beyond Boundaries, BenQ Indonesia hadir tidak hanya berfokus pada produk, melainkan juga berupaya menghadirkan solusi bagi...
Ist

KoinLearn, Platform Belajar Gratis untuk UMKM, Resmi Diluncurkan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 11:48 WIB
Melalui KoinLearn pada aplikasi KoinWorks, para entrepreneur dapat mengakses materi belajar untuk mengembangkan potensi bisnis dari tutor...
Ist

Oracle Merilis Bahasa Pemograman Versi Terbaru Java 19

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 11:38 WIB
Java 19 (Oracle JDK 19) menghadirkan ribuan peningkatan kinerja, stabilitas, dan keamanan, termasuk peningkatan pada platform yang akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya