Kamis 21 April 2022, 19:25 WIB

Teknologi Jaringan GE Bantu Mitigasi Dampak Pemadaman Listrik

Mediaindonesia.com | Teknologi
Teknologi Jaringan GE Bantu Mitigasi Dampak Pemadaman Listrik

DOK Pribadi.
GridNode Interconnection Protection Solution menawarkan pengawasan jaringan dan perlindungan berbasis System Integrity Protection Scheme.

 

PEMADAMAN listrik memberikan dampak besar bagi ekonomi dan masyarakat di seluruh dunia. Ledakan populasi dan industrialisasi yang meningkat memberikan tantangan bagi perusahaan utilitas untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan sekaligus memastikan resiliensi jaringan. Walaupun perusahaan pemasok energi bekerja lembur untuk melindungi jaringan listrik dari gangguan, terjadinya satu masalah cuaca buruk saja dapat menyebabkan gangguan teknis atau kesalahan manusia berpotensi untuk mematikan seluruh sistem energi. 

Hal itu menimbulkan pertanyaan, bagaimana jika gangguan ini bisa diprediksi atau bahkan dicegah? Seperti bencana alam lain--kebakaran, tsunami, badai, dan longsor--adakah kita bisa menciptakan sistem peringatan dini yang memberikan kita kesempatan untuk merespons pemadaman atau bencana energi yang bakal terjadi? Dengan menerapkan otomatisasi yang canggih, menurut Country Sales Manager Grid Automation Indonesia GE, Restu Cahyanto, hal itu bisa membantu mengatasi gangguan sistem dan memastikan kestabilan jaringan listrik.

Transmisi listrik ini bukan hal yang mudah. Mengalirkan listrik ke berbagai pulau di Indonesia membutuhkan sistem interkoneksi yang bisa mentransmisi sejumlah besar daya melintasi jarak jauh. "Jalur transmisi yang andal, gardu voltase tinggi, dan banyak fasilitas kelistrikan lain dibutuhkan untuk bekerja dengan harmoni sempurna untuk memastikan seluruh negeri menerima energi yang mereka butuhkan," ucap Restu dalam keterangan tertulis, Kamis (21/4).

Setiap gangguan terhadap sistem energi, baik masalah teknis, permintaan melonjak, maupun cuaca ekstrem, bisa menyebabkan gangguan. Ini menyebabkan masalah seperti pemadaman listrik terbesar yang dialami Amerika Serikat pada 2020, karena jaringan listrik yang menua dan cuaca buruk. Pemadaman listrik Argentina baru-baru ini disebabkan oleh kegagalan di saluran voltase tinggi atau pada Agustus 2019 Indonesia mengalami kegagalan transmisi yang menyebabkan gangguan listrik di seluruh negeri. 

"Selain tantangan geografi," Restu menambahkan, "Banyak gardu listrik voltase tinggi di Indonesia yang dibangun sudah lama, sehingga memberikan tantangan dalam pemeliharaan dan memperkuat jaringan listrik nasional. Meningkatkan dan memodernisasi fasilitas yang sudah ada sangat penting untuk menjaga layanan dan kinerja berkualitas tinggi bagi pelanggan."

GE, yang sudah beroperasi di Indonesia selama 75 tahun, menyediakan 20% kapasitas pembangkit listrik negara ini. Perusahaan ini sudah lama berkomitmen mengembangkan solusi teknologi untuk membantu negara kepulauan ini mengatasi tantangan infrastruktur dalam menyediakan pasokan listrik yang stabil dan aman bagi masyarakat. Salah satu solusi dari tim Automation & Protection Services GE yaitu GridNode Interconnection Protection Solution yang menawarkan pengawasan jaringan dan perlindungan berbasis System Integrity Protection Scheme (SIPS). 

Solusi yang disebut juga sebagai Advanced Defense Mechanism oleh perusahaan utilitas itu dikembangkan sebagai teknologi otomatis yang mengumpulkan data dari sistem relai yang terhubung. Solusi ini mendeteksi dan memberikan peringatan mengenai ketidakstabilan listrik di jaringan atau pembangkit listrik, sehingga memungkinkan operator di sistem kelistrikan mengambil langkah yang cepat. Ini membantu memitigasi gangguan listrik skala besar seperti yang pernah terjadi pada 2019.

"Saat terjadi kesalahan, sebenarnya ada jangka waktu kami bisa mengambil tindakan," jelas Restu. "Sebagai contoh, saat ada gangguan sistem yang disebabkan oleh beban kerja yang terlalu besar, sistem GridNote mendeteksi gangguan dalam jaringan dan dalam durasi 100 milidetik, Interconnection Protection Solution melakukan konfirmasi kembali bahwa telah terjadi gangguan dan mengidentifikasi sumber masalah tersebut." Sistem tersebut kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan menjalankan instruksi untuk berbagi beban atau mematikan beban kelistrikan demi menjaga kestabilan dan meminimalkan dampak pada jaringan dan pelanggan. 

Pemerintah Indonesia saat ini memiliki rencana untuk mengembangkan hingga 40,6GW kemampuan pembangkit listrik baru. Sekitar 51,6% di antaranya berasal dari sumber energi terbarukan. Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kapasitas terbarukan hingga 23% pada 2025 untuk menekan emisi karbon dan mengikuti aspirasi terbarukan di kawasan ini. Di samping sangat dibutuhkan untuk masa depan planet ini, mengintegrasikan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin, akan berdampak besar terhadap kestabilan jaringan listrik karena faktor inherent intermittency pada sumber energi ini. Dengan variabel terbarukan yang diharapkan mewakili 20% dari total kapasitas sistem energi, perubahan cuaca yang tidak terduga dapat menyebabkan hilangnya persentase ini, menciptakan ketidakstabilan di jaringan karena konsumsi akan melebihi kapasitas pembangkit listrik.

Baca juga: Misi Privat Pertama Diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

"Untunglah," jelas Restu, "System Integrity Protection Schemes GE bisa secara efisien mendeteksi ketidakstabilan dan melakukan tindakan untuk menstabilkan kembali sistem tersebut dengan mengisolasi segmen jaringan yang terdampak dan membuka pasokan daya cadangan seperti baterai atau gas." Keuntungan lebih lanjut dari SIPS yakni sistem ini merupakan solusi yang direkayasa dan sudah diuji dan dipelajari dalam berbagai kasus simulasi berbeda. Tindakan yang diambil dalam situasi sebenarnya berupa langkah-langkah paling efisien dari sudut pandang engineering. Untuk efisiensi tambahan, Restu menjelaskan bahwa sistem terotomatisasi seperti SIPS bahkan bisa menerima ramalan cuaca sebagai data input untuk membuat rencana menghadapi cuaca buruk. 

GE memanfaatkan pengalaman selama bertahun-tahun dan keterampilannya untuk memenuhi tantangan unik dari sistem energi di seluruh dunia. Di Indonesia, tim perusahaan itu terdiri dari para pakar mulai dari engineering, manajemen proyek, pekerja garis depan, pakar komersial, dan bahkan penjualan. Ini berarti, imbuhnya, saat ada proyek di Indonesia, tim GE Indonesia sepenuhnya mampu untuk mendesain, merekayasa, mengonstruksi, menginstalasi, menguji, dan menugaskan satu sistem sehingga sepenuhnya berfungsi dari awal hingga akhir. (OL-14)

Baca Juga

Dok.Ist

Fotile Indonesia Perkenalkan Konsep Dapur Bahagia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 20:15 WIB
Fotile telah banyak berinvestasi dalam praktik penelitian dan pengembangan peralatan dapur terkemuka di dunia selama 25...
Ist/Kemenkominfo

Kemenkominfo Gandeng Aruna Sosialisasi Adopsi Teknologi Digital Bersama Nelayan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 13:48 WIB
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya Kemenkominfo dalam mengedukasi masyarakat akan teknologi digital khususnya bagi nelayan...
AFP

Penelitian Terbaru Ungkap Sejumlah Tantangan Edge Computing

👤Budi Ernanto 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:15 WIB
Ada strategi-strategi yang dapat diadopsi oleh para profesional di bidang TI dan pengambil keputusan untuk future-proofing kemampuan edge...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya