Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
QYOS, sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Jakarta telah mengembangkan teknologi mesin isi ulang pintar ramah lingkungan.
Berkat teknologi yang dikembangnya, Qyas memenangi kompetisi inovasi sosial tingkat Asia Tenggara dalam project ASEAN-Norwegian Cooperation Project on Local Capacity Building for Reducing Plastic Pollution in the ASEAN Region (ASEANO).
ASEANO ini diselenggarakan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia dan Norwegian Institute for Water Research (NIVA).
Dengan memenangkan kompetisi inovasi sosial ini, Qyos mendapatkan dukungan penuh CSEAS dan NIVA untuk membuka cabang baru stasiun isi ulang di Pasar Modern Bintaro, Tangerang Selatan.
Mulai beroperasi sejak akhir November 2021, cabang ini diresmikan pada 7 Desember 2021 oleh Direktur Center for Southeast Asian Studies dan Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan.
Pasar Modern Bintaro sendiri merupakan salah satu destinasi belanja terpopuler di kalangan warga Tangerang Selatan, menjadikannya strategis untuk memperkenalkan sistem refill kebutuhan sehari-hari yang mudah dijangkau.
Kedua mesin isi ulang Qyos di Pasar Modern Bintaro menyediakan pilihan deterjen dan pencuci piring yang merupakan produk terpopuler mereka hingga saat ini.
Dengan dibukanya cabang baru di Pasar Modern Bintaro, setiap bulannya Qyos menargetkan untuk mencegah hingga 1.200 kemasan plastik sekali pakai terbuang menjadi sampah yang sulit diurai oleh bumi.
Selain memerangi masalah sampah plastik, kehadiran Qyos di Pasar Modern Bintaro juga diharapkan dapat membawa pengalaman belanja dan isi ulang kebutuhan rumah tangga yang praktis dan menyenangkan bagi semua kalangan.
Diresmikannya gerai refill baru Qyos di Pasar Modern Bintaro dianggap menjadi pemantik perubahan kebiasaan masyarakat yang siap diperluas ke skala lebih besar.
"Kami senang bisa mulai dari Tangerang Selatan untuk refill Qyos ini di tahun ini. Kolaborasi bersama antarnegara dan kota ini harapannya bisa memberikan banyak dampak baik ke depannya," ujar Arisman, Direktur Center for Southeast Asian Studies pada keterangan pers, Kamis (16/12).
Hal yang sama pun dikemukakan dari pihak Kota Tangerang Selatan. "Setiap harinya ada 1000 ton sampah (dihasilkan) di kota Tangsel, 50% organik dan 50% anorganik," jelas Wismansyah, Kabid Persampahan DLH Kota Tangsel dalam sambutannya.
"Yang anorganiknya ini hanya 1% saja yang benar-benar merupakan residu. Di sini sekarang ada anak muda yang peduli mau mengurangi sampah, mudah-mudahan ke depannya semakin banyak anak muda yang mau jadi 'pengusaha sampah'," tutur Wismansyah.
“Hari ini ada di pasar, selanjutnya bisa buka di tempat-tempat lainnya yang dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.
Qyos berencana untuk membuka lebih banyak lokasi dan menambah pilihan produk isi ulangnya dalam waktu dekat.
“Qyos bertujuan agar sistem isi ulang dapat dengan mudah diadopsi oleh masyarakat umum, dan isi ulang tanpa sampah dapat menjadi kebiasaan konsumsi pasar di Indonesia,” papar Fazrin Rahman, salah satu pendiri dan direktur Qyos.
Gerai Isi Ulang Qyos Terobosan yang ditawarkan Qyos berangkat dari isu plastik sampah di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan.
Indonesia, berdasarkan pemaparan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Mei 2021, adalah negara kedua produsen sampah plastik terbanyak di dunia.
Masalah ini dapat ditanggulangi salah satunya dengan mengubah kebiasaan konsumsi harian masyarakat menjadi minim sampah.
Berdasarkan kondisi ini, Qyos memiliki visi untuk memperkenalkan kegiatan isi ulang pada masyarakat Indonesia hingga bisa diterima menjadi sebuah kebiasaan baru, yang harapannya akan menjadi semakin umum seiring waktu.
Sampah plastik dari produk seperti sabun mandi, sabun cuci tangan, dan deterjen, yang umumnya dijual dalam kemasan sekali pakai, dapat dikurangi secara efektif dengan sistem isi ulang yang diciptakan Qyos.
Dengan meniadakan kemasan plastik sekali pakai, produk isi ulang yang ditawarkan Qyos dapat dipasarkan hingga 40% lebih murah dari harga ritel, didukung dengan mesin yang mudah dioperasikan dan ramah pengguna.
Dengan keunggulan ini, Qyos berusaha untuk memposisikan diri lebih dari sekedar "teknologi baru", yakni sebagai solusi yang menjawab kebutuhan nyata dan menarik bagi masyarakat.
Qyos telah beroperasi sejak awal 2021 di Kalibata City, salah satu kompleks apartemen dan perbelanjaan terbesar di bilangan Jakarta Selatan.
Dalam satu tahun pertama, Qyos berhasil mencegah lebih dari 2000 kemasan plastik sekali pakai terbuang sebagai sampah.
Respon yang dituai pun positif dari penghuni dan pemilik usaha kecil-menengah di sekitar apartemen yang mulai menjadikan Qyos solusi isi ulang harian mereka.
Mesin isi ulang Qyos dapat digunakan secara swalayan (self-service) dan ditempatkan secara strategis di area perumahan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga penghuni maupun pemilik usaha dan gerai ritel modern di dalam kompleks apartemen.
Penempatan gerai di titik-titik tersebut adalah wujud dari visi Qyos untuk menghadirkan solusi minim sampah plastik bagi pelanggan di tempat-tempat yang familiar dan mudah dijangkau.
Pada Mei 2021, Qyos meluncurkan rangkaian mesin dan antarmuka (interface) baru yang merupakan hasil kerja sama dengan Algramo, perusahaan teknologi isi ulang ramah lingkungan dari Cile. (RO/OL-09)
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dipandang penting untuk mengatasi sampah laut.
Program pengelolaan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis, seperti batako, pot bunga, dan pelat.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Harga cokelat melonjak akibat krisis kakao. Startup Prefer hadirkan bubuk cokelat tanpa kakao yang lebih murah 50% dan ramah lingkungan.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved