Kamis 16 Desember 2021, 12:50 WIB

Atasi Sampah Plastik, Startup Qyos Menangi ASEAN Youth Social Innovation Challenge

mediaindonesia.com | Teknologi
Atasi Sampah Plastik, Startup Qyos Menangi ASEAN Youth Social Innovation Challenge

Ist
Mesin isi ulang ramah lingkungan Qyos di Pasar Modern Bintaro, Tangerang Selatan.

 

QYOS, sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Jakarta telah mengembangkan teknologi mesin isi ulang pintar ramah lingkungan.

Berkat teknologi yang dikembangnya, Qyas memenangi kompetisi inovasi sosial tingkat Asia Tenggara dalam project ASEAN-Norwegian Cooperation Project on Local Capacity Building for Reducing Plastic Pollution in the ASEAN Region (ASEANO).

ASEANO ini diselenggarakan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia dan Norwegian Institute for Water Research (NIVA).

Dengan memenangkan kompetisi inovasi sosial ini, Qyos mendapatkan dukungan penuh CSEAS dan NIVA untuk membuka cabang baru stasiun isi ulang di Pasar Modern Bintaro, Tangerang Selatan.

Mulai beroperasi sejak akhir November 2021, cabang ini diresmikan pada 7 Desember 2021 oleh Direktur Center for Southeast Asian Studies dan Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan.

Pasar Modern Bintaro sendiri merupakan salah satu destinasi belanja terpopuler di kalangan warga Tangerang Selatan, menjadikannya strategis untuk memperkenalkan sistem refill kebutuhan sehari-hari yang mudah dijangkau.

Kedua mesin isi ulang Qyos di Pasar Modern Bintaro menyediakan pilihan deterjen dan pencuci piring yang merupakan produk terpopuler mereka hingga saat ini.

Dengan dibukanya cabang baru di Pasar Modern Bintaro, setiap bulannya Qyos menargetkan untuk mencegah hingga 1.200 kemasan plastik sekali pakai terbuang menjadi sampah yang sulit diurai oleh bumi.

Selain memerangi masalah sampah plastik, kehadiran Qyos di Pasar Modern Bintaro juga diharapkan dapat membawa pengalaman belanja dan isi ulang kebutuhan rumah tangga yang praktis dan menyenangkan bagi semua kalangan.

Diresmikannya gerai refill baru Qyos di Pasar Modern Bintaro dianggap menjadi pemantik perubahan kebiasaan masyarakat yang siap diperluas ke skala lebih besar.

"Kami senang bisa mulai dari Tangerang Selatan untuk refill Qyos ini di tahun ini. Kolaborasi bersama antarnegara dan kota ini harapannya bisa memberikan banyak dampak baik ke depannya," ujar Arisman, Direktur Center for Southeast Asian Studies pada keterangan pers, Kamis (16/12).

Hal yang sama pun dikemukakan dari pihak Kota Tangerang Selatan. "Setiap harinya ada 1000 ton sampah (dihasilkan) di kota Tangsel, 50% organik dan 50% anorganik," jelas Wismansyah, Kabid Persampahan DLH Kota Tangsel dalam sambutannya.

"Yang anorganiknya ini hanya 1% saja yang benar-benar merupakan residu. Di sini sekarang ada anak muda yang peduli mau mengurangi sampah, mudah-mudahan ke depannya semakin banyak anak muda yang mau jadi 'pengusaha sampah'," tutur Wismansyah.

“Hari ini ada di pasar, selanjutnya bisa buka di tempat-tempat lainnya yang dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.

Qyos berencana untuk membuka lebih banyak lokasi dan menambah pilihan produk isi ulangnya dalam waktu dekat.

“Qyos bertujuan agar sistem isi ulang dapat dengan mudah diadopsi oleh masyarakat umum, dan isi ulang tanpa sampah dapat menjadi kebiasaan konsumsi pasar di Indonesia,” papar Fazrin Rahman, salah satu pendiri dan direktur Qyos.

Gerai Isi Ulang Qyos Terobosan yang ditawarkan Qyos berangkat dari isu plastik sampah di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan.

Indonesia, berdasarkan pemaparan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Mei 2021, adalah negara kedua produsen sampah plastik terbanyak di dunia.

Masalah ini dapat ditanggulangi salah satunya dengan mengubah kebiasaan konsumsi harian masyarakat menjadi minim sampah.

Berdasarkan kondisi ini, Qyos memiliki visi untuk memperkenalkan kegiatan isi ulang pada masyarakat Indonesia hingga bisa diterima menjadi sebuah kebiasaan baru, yang harapannya akan menjadi semakin umum seiring waktu.

Sampah plastik dari produk seperti sabun mandi, sabun cuci tangan, dan deterjen, yang umumnya dijual dalam kemasan sekali pakai, dapat dikurangi secara efektif dengan sistem isi ulang yang diciptakan Qyos.

Dengan meniadakan kemasan plastik sekali pakai, produk isi ulang yang ditawarkan Qyos dapat dipasarkan hingga 40% lebih murah dari harga ritel, didukung dengan mesin yang mudah dioperasikan dan ramah pengguna.

Dengan keunggulan ini, Qyos berusaha untuk memposisikan diri lebih dari sekedar "teknologi baru", yakni sebagai solusi yang menjawab kebutuhan nyata dan menarik bagi masyarakat.

Qyos telah beroperasi sejak awal 2021 di Kalibata City, salah satu kompleks apartemen dan perbelanjaan terbesar di bilangan Jakarta Selatan.

Dalam satu tahun pertama, Qyos berhasil mencegah lebih dari 2000 kemasan plastik sekali pakai terbuang sebagai sampah.

Respon yang dituai pun positif dari penghuni dan pemilik usaha kecil-menengah di sekitar apartemen yang mulai menjadikan Qyos solusi isi ulang harian mereka.

Mesin isi ulang Qyos dapat digunakan secara swalayan (self-service) dan ditempatkan secara strategis di area perumahan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga penghuni maupun pemilik usaha dan gerai ritel modern di dalam kompleks apartemen.

Penempatan gerai di titik-titik tersebut adalah wujud dari visi Qyos untuk menghadirkan solusi minim sampah plastik bagi pelanggan di tempat-tempat yang familiar dan mudah dijangkau.

Pada Mei 2021, Qyos meluncurkan rangkaian mesin dan antarmuka (interface) baru yang merupakan hasil kerja sama dengan Algramo, perusahaan teknologi isi ulang ramah lingkungan dari Cile. (RO/OL-09)

Baca Juga

mvcmagazine.com

Hingga Akhir 2022, Apple Targetkan Produksi iPhone 220 Juta Unit

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 16:30 WIB
Apple dilaporkan telah memberi tahu pemasoknya bahwa mereka masih ingin memenuhi target mereka memproduksi iPhone hingga 220 juta...
Dok Huawei Indonesia

KADIN Inisiasi Program Net Zero Hub Dengan Huawei Indonesia

👤Siswantini Suryandari 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:49 WIB
KADIN menargetkan pembangunan ekosistem nol emisi karbon di...
AFP/Philip FONG

Sony akan Tingkatkan Produksi Playstation 5

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 Mei 2022, 12:00 WIB
Sebelumnya, PS5, yang sudah dirilis sejak akhir 2020, meski mendapatkan antusias tinggi dari pasar, ternyata mengalami kelangkaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya