Kamis 17 Juni 2021, 11:51 WIB

Pakar: Lindungi data dengan Kata Sandi yang Kuat

Muhamad Fauzi | Teknologi
Pakar: Lindungi data dengan Kata Sandi yang Kuat

dok.mi
Ilustrasi menghidari hacker dan kebocoran data, kata kunci harus kuat.

PAKAR Teknologi dan Informatika Richardus Eko Indrajit menjelaskan, cara termudah untuk menghindari kebocoran data adalah dengan melindungi akun pada aplikasi dengan kata sandi yang kuat.

“Cara paling mudah membuat password yang ideal untuk akun digital tinggal cari rangkaian simbol yang mudah diingat, namun sulit ditebak oleh orang lain. Ini prinsip dasarnya untuk pembuatan password yang ideal,” kata Eko dalam webinar ”Kebocoran Data, Siapkan Proteksi!”, Rabu (16/6) malam.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua pertama Lembaga Indonesia Security Incident Response Team On Internet (ID-SIRTII) itu menyebutkan semakin banyak simbol unik dan panjang karakter untuk kata sandi maka semakin ampuh menjaga akun digital anda tidak dapat diretas atau mengalami kebocoran data.

Eko bilang, jika didapatkan keterbatasan karakter untuk kata sandi maka yang harus dilakukan adalah sering- sering mengganti kata sandi.

"Semakin panjang itu semakin baik, semakin sering diganti semakin baik. Tapi kalau yang dibatasi gitu seperti pin ATM, jangan sampai balik lagi ke pin sebelumnya. Harus berbeda,” kata Eko.

Langkah mengganti pin atau kata sandi yang berbeda dan tidak lagi menggunakan yang sudah pernah digunakan bertujuan agar oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab tidak dapat menebak atau pun meretas dengan mudah akun anda.

Di samping itu, agar pengubahan kata sandi atau pun pemilihan kata sandi menjadi efektif pastikan anda tidak membagikan kata sandi kepada orang lain yang tidak berkepentingan.

"Pemberian akses ke pihak yang tidak berhak itu sering kali terjadi. Misalnya dari bos ke sekretaris memberikan akses password ke akun pribadi, itu yang kerap kali menyebabkan data perusahaan bisa bocor. Modus lainnya yang sering terjadi, orang tua memberi tahu password akun bank kepada anak, tiba- tiba uang di banknya habis padahal setelah ditelusuri dikuras oleh anak sendiri. Ini yang harus dihindari,” pesan Eko.

Rektor dari Universitas Pradita itu pun berpesan agar di era kecanggihan teknologi saat ini, ada baiknya masyarakat tidak dengan mudah meminjamkan alat komunikasi elektroniknya seperti ponsel, laptop, hingga komputer untuk mencegah kebocoran data dengan lebih baik.

“Kita itu seringnya kalau ada kebocoran data pribadi nyalahin pihak ketiga, tapi sebenarnya kita harus berkaca pada diri sendiri jangan- jangan saya yang menyebabkan itu terjadi. Jadi itu yang harus dipahami, kita harus bisa memproteksi diri sendiri agar tidak terjadi hal seperti itu,” tutup Eko. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Cara Download Video di Twitter tanpa Aplikasi

 

Baca Juga

AFP/Lotem Loeb

Astronom Cari Bukti Teknologi yang Dibangun Alien

👤Lidya Tannia Bangguna 🕔Selasa 27 Juli 2021, 13:05 WIB
Proyek tersebut diberi nama Galileo, dengan penciptaan jaringan global teleskop berukuran sedang, kamera, dan komputer untuk menyelidiki...
DOK PANDI

Domain Premium .id Bisa Jadi Investasi Jangka Panjang

👤Budi Ernanto 🕔Selasa 27 Juli 2021, 09:10 WIB
Nama domain premium memiliki nilai...
AFP

Cara Mengecek Oximeter Anda Asli atau Palsu

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 27 Juli 2021, 07:46 WIB
OXIMETER, alat berukuran relatif kecil yang biasanya dijepitkan pada salah satu jari tangan ini punya peran penting terutama di era pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya