Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSULTAN ESG (Environmental, Social and Governance) dari PT Mitra Rekayasa Keberlanjutan (MRKL), Aldi Muhammad Alizar menyoroti pentingnya kehadiran teknologi pengolahan nikel yang berfokus pada aspek ESG.
Menurut Aldi, High Pressure Acid Leach (HPAL) merupakan teknologi pengolahan nikel untuk battery grade secara hidrometalurgi, yang banyak dipilih oleh smelter di Indonesia saat ini. Namun, mengacu kepada paparan “Kinerja Sektor Komoditas dan Energi serta Kebijakan Hilirisasi 1Q2021” yang disampaikan Kemenko Marves dalam acara Finalisasi Pengujian Teknologi STAL oleh Kementerian ESDM dan TMM, pengelolaan limbah merupakan kendala terbesar dalam memproses bijih limonite melalui teknologi HPAL.
"Cara pengelolaan limbah HPAL dengan menempatkan limbah di bawah area laut dalam (Deep Sea Tailings Placement) dianggap berpotensi tinggi mencemari biodiversitas. Padahal, cara ini adalah cara pengelolaan limbah yang saat ini dipertimbangkan oleh perusahaan pengolah nikel, untuk pengoperasian smelter HPAL milik mereka kelak," ungkap Aldi dalam keterangannya, Jumat (16/4).
Karena itu, Aldi meyakini jika bangsa Indonesia membutuhkan teknologi pengolahan nikel yang berfokus pada aspek ESG, seperti teknologi hidrometalurgi Step Temperature Acid Leach (STAL) yang dikembangkan oleh PT Trinitan Metals & Minerals Tbk (TMM).
Tujuannya, ungkap dia, adalah untuk mengakomodir investor asing yang ‘memelototi’ aspek ESG dan menjadikannya sebagai syarat utama dalam berinvestasi, seperti Elon Musk dan Tesla, misalnya mereka mau datang dan berinvestasi di Indonesia.
"STAL merupakan terobosan teknologi ramah lingkungan yang dapat mendukung upaya Pembangunan Rendah Karbon yang sedang marak di Indonesia. Selain rendah karbon, STAL juga tidak membutuhkan pengelolaan limbah yang rumit, serta mendukung transparansi dalam bentuk digitalisasi data dan informasi sehingga meningkatkan akuntabilitas kepada shareholder dan stakeholder," ungkap Aldi.
Aldi meyakini jika STAL akan membawa dampak positif berupa kesejahteraan sosial dan ekonomi yang hijau, kepada masyarakat dan penambang nikel skala menengah.
Menurut Direktur Utama TMM, Petrus Tjandra, teknologi STAL mengaplikasikan zero waste managament dalam pengoperasiannya, dimana limbah olahan yang dihasilkan akan dapat diproses lagi menjadi by-product (produk samping), dalam bentuk iron ore untuk digunakan oleh industri baja, maupun bentuk batu bata (brick) yang dapat digunakan untuk membangun jalan maupun jembatan.
Lebih lanjut, Petrus mengatakan jika TMM melalui entitas anak perusahaannya, PT Hydrotech Metal Indonesia (HMI) juga telah menginisiasi Green+ Program, yang berfokus pada aspek ESG. Program ini, kata dia, akan menjamin/mensertifikasi bahwa teknologi STAL sudah memprioritaskan lingkungan hidup dalam pengoperasiannya, untuk mencapai ekonomi rendah karbon, berdaya bahan dan sumber daya yang efisien.
“Green+ Program akan memastikan bahwa potensi pencemaran lingkungan akan dapat terdeteksi secara lebih dini, melalui kontrol digital yang dapat mengeluarkan data gas buang, maupun limbah olahan secara real time dan dapat terhubung dengan pihak yang berkepentingan,” ujar Petrus.
Petrus menambahkan jika aspek environmental, social and governance (ESG) adalah fokus utama TMM dalam setiap rencana implementasi teknologi STAL. Hal ini, kata dia, merupakan wujud komitmen perseroan untuk menjawab pertanyaan seputar masalah lingkungan hidup dalam hilirisasi nikel, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola nikel nasional yang ramah lingkungan.
Menyikapinya, Asisten Deputi Bidang Investasi Strategis Kemenko Marves, Bimo Wijayanto mengapresiasi komitmen TMM untuk fokus kepada aspek environmental, social and governance (ESG) dalam setiap rencana implementasi teknologinya. Menurutnya, ini merupakan salah satu langkah maju yang dapat membantu pemerintah untuk menjawab pertanyaan tentang how green is exploitation of our mineral resources. (OL-13)
Baca Juga: ESDM Sebut STAL Sebagai Terobosan Teknologi Strategis
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
INDONESIA pada 2024 tercatat mengimpor sekitar 10,4 juta ton bijih nikel dari Filipina—angka yang diperkirakan melonjak menjadi 15 juta ton tahun ini.
Hal itu adalah bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan kedaulatan sumber daya alam dan menertibkan praktik ekonomi yang merugikan rakyat.
Kepala Negara mengungkapkan enam unit smelter timah yang beroperasi tanpa izin di kawasan konsesi PT Timah telah disita aparat penegak hukum.
Presiden meninjau langsung Barang Rampasan Negara yang telah melalui proses hukum, sebelum kemudian dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Jaksa Agung kepada Kementerian Keuangan.
Bupati Kolaka Amri Djamaluddin mengungkapkan kehadiran Smelter Merah Putih yang dibangun putra bangsa, PT Ceria Corp, merupakan sebuah pencapaian besar di Kabupaten Kolaka.
Bank Mandiri dan Ceria Corp memperkuat sinergi hilirisasi lewat ekspor perdana Low-Carbon Ferronickel (FeNi) dari smelter Merah Putih di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved