Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan menanggapi isu terkait peretasan atau serangan siber yang kerap terjadi di ruang digital. Menurut Dirjen Aptika, perlu adanya investigasi terlebih dahulu untuk menelusuri peretasan tersebut.
“Kalau kita bicara peretasan itu harus dilakukan yang namanya investigasi atau audit forensik, jadi gak mungkin kita tahu orang masuk atau terbongkar,” tutur Dirjen Aptika pada livestream Ngobrol Tempo, dari Jakarta, Kamis (27/8/2020)
Menurut Dirjen Semuel, sebenarnya ekosistem digital tidak berbeda dengan ruang fisik yang lainnya, misalnya ketika ada kejadian maka dilakukan olah TKP, kemudian dicari barang buktinya untuk menelusuri.
“Nah sebenarnya kalau menariknya dari digital itu lebih mudah kalau memang kita diberikan akses, dan itu harus bisa mengundang kami untuk diaudit," ujarnya
Pentingnya literasi
Dirjen Aptika menjelaskan, peretasan terhadap akun pribadi atau lembaga biasanya terjadi pada websitenya atau akun itu sendiri yang dilakukan lewat social engineering atau rekayasa sosial. Oleh sebab itu diperlukan literasi.
“Memang ini perlu dilakukan literasi bagaimana kita memperkuat yang namanya sistem pengamanan akun kita, terutama password-pasword kita, kebanyakan kalau dari yang dilaporkan ke kita dan kita selesaikan akunnya diambil alih itu ternyata banyak juga yang masuknya lewat email mereka," jelasnya.
Mengingat pentingnya iterasi demi melindungi akun dari peretasan, Dirjen Aptika menilai menjaga keamanan data seperti password merupakan tindakan yang patut diperhatikan. Ketika password mudah dikenali maka peretas dengan mudah masuk ke akun melalui email.
Dirjen Semuel juga menjelaskan salah satu tugas dari Kementerian Kominfo, khususnya di Direktorat Aplikasi Informatika adalah menangani konten, bukan secara sistemnya.
“Jadi kalau dikatakan kalau kita punya sistemnya,gak, kita di Kominfo terutama di tempat saya itu konten," jelasnya.
DItjen Aptika menyatakan Kementerian Kominfo memiliki alat pengais yang dapat menelusuri konten-konten di ruang digital. “Pengais itu sifatnya terbuka dan semua orang bisa punya alat ini, sama aja kita googling tapi dengan mesin. Jadi kita memonitor adalah kontennya,” pungkasnya
Berkaitan dengan akun dan website, Dirjen Semuel menambahkan, Kemenkominfo juga mempunyai PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil), jika publik membutuhkan bantuan untuk melakukan investigasi ada expert yang namanya digital forensic.
“Tapi tidak bisa secara serta-merta kita mengetahui tanpa harus masuk ke dalam sistem, karena di dalam sistem itulah kita mempelajari dari mana masuknya (serangan siber), jadi kalau fisiknya (ibarat) pintu mana yang dia masuk baru kita telusuri IP-nya berapa,” ungkapnya
Selain Dirjen Aptika Kemenkominfo, turut hadir pada livestream Ngobrol Tempo bertajuk 'Pembungkaman Kritik di Masa Pandemi' di antaranya Direktur Eksekutif Safenet Damar Juniarto, Akademisi/Aktivis Yanuar Nugroho, serta perwakilan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Asfinawati. (OL-09)
Operator seluler tidak hanya bertarung melawan ancaman siber konvensional, tetapi juga mulai menghadapi risiko operasional baru akibat adopsi teknologi mutakhir.
Inggris berupaya memperkuat hubungan dagang sekaligus berbagi pengalaman dan teknologi keamanan siber guna mendukung transformasi digital Indonesia.
Ransomware-as-a-service kini menjadi model bisnis baru di dunia kejahatan digital.
Para taruna-taruni sebagai calon insan siber masa depan didorong untuk memahami pentingnya integritas dan tanggung jawab publik
Penguatan teknologi AI dan cyber defense ini tidak hanya penting dalam konteks pertahanan militer, tapi juga mendukung ketahanan pangan
Percakapan aktivis atau pegiat media sosial seperti Ferry Irwandi bukan tugas dan fungsi pokok dari TNI.
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved