Rabu 26 Agustus 2020, 14:11 WIB

Dirjen Aptika: Penguatan Regulasi Jadi Syarat Tranformasi Digital

mediaindonesia.com | Teknologi
Dirjen Aptika: Penguatan Regulasi Jadi Syarat Tranformasi Digital

Ist/Kemenkominfo
Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan dalam PANDI Meeting 11 "Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Transformasi Digital di Indonesia".

REGULASI menjadi syarat percepatan transformasi digital, selain penyiapan infrastruktur dan aplikasi digital. Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan keberadaan regulasi akan menopang aktivitas digital di Indonesia.

"Regulasi-regulasi yang berkaitan dengan proses percepatan transformasi digital, ada UU ITE, UU PSTE, RUU PDP, RUU Cipta Lapangan Kerja, Perpres Satu Data dan Perpres Satu Peta," tutur Dirjen Semuel dalam PANDI Meeting 11 "Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Transformasi Digital di Indonesia" dari Jakarta, Selasa (25/8)

Dirjen Aptika menilai dengan memperkuat regulasi pada platform aplikasi, masyarakat yang memerlukan ruang digital untuk beraktivitas semakin mudah. 

 "Seperti belajar, belanja, menikmati entertainment bahkan aktifitas kesehatan secara online. Adanya infrastruktur aplikasi ini supaya aktivitas nanti bisa kita jalankan di ruang digital,” ujarnya.

Menurut Dirjen Semuel, infrastruktur merupakan penopang atau syarat dasar bagi Indonesia untuk memasuki transformasi digital, tanpa infrastruktur yang memadai transformasi digital tidak bisa dilakukan. Oleh karena itu, percepatan pengembangan infrastruktur sedang berjalan, salah satunya penuntasan 4G. 

“Percepatan pengembangan infrastruktur di Indonesia, sekararang ini ada 12 ribu lebih jaringan di desa-desa yang harus kita tuntaskan, tahun depan dimulai dengan empat ribu dan sisanya akan selesai di tahun 2022, diharapkan di tahun 2022 semua desa di Indonesia sudah terlayani dengan yang namanya 4G,” imbuhnya

Dirjen Aptika menjelaskan bahwa Kementerian Kominfo tengah menyiapkan beberapa infrastruktur seperti Palapa Ring yang mencakup fiber optik laut dan darat, middle mile seperti mikrowave dan radio link, serta the last mile mencakup BTS, FTTH dan broadband wireless. “Ini adalah basic dari kebutuhan kalau kita ingin bertransformasi menuju era digital,” jelasnya

Selain percepatan pembangunan infrastruktur, menurut Dirjen Semuel perlu juga membangun aplikasi melalui regulasi yang ketat, “Kalau menurut aturan yang ada di PP 71, aplikasi itu dikenali ada dua yakni aplikasi yang diselenggarakan oleh publik atau private. 

Baik aplikasi publik maupun privat, keduanya harus terdaftar, sehingga dalam peraturan kedepannya semua aplikasi yang beredar dan digunakan di Indonesia sudah harus terdaftar. 

“Kenapa kita ingin melakukan itu, karena kita ingin tahu apa saja aplikasi yang beredar, apa saja yang mereka lakukan, data-data apa saja yang mereka peroleh, untuk apa?,” tegasnya

DIrjen Aptika menyebutkan  aplikasi publik seperti Gojek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, Google, Facebook, Youtube, Twitter dan Tiktok. Sementara aplikasi privat di pemerintahan ada PeduliLindugi, Lapor.id, LPSE, Simonas, DJP, Jaga dan beberapa aplikasi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Semuel juga menyebutkan bahwa beberapa aplikasi publik yang disebutkan tersebut masih belum terdaftar. Melalui aturan baru yang dicanangkan, Dirjen Aptika kembali menegasan semuanya harus terdaftar.  

“Kalau mereka tidak mendaftar tidak mendeklarasikan apa yang mereka kumpulkan di mana mereka mengatakan datanya untuk apa, mereka tidak terdaftar berarti mereka tidak bisa beroperasi di Indonesia,” imbuhnya seraya menyebutkan RUU PDP pada minggu depan sudah akan dibahas untuk sidang kedua  dengan DPR RI.

Dirjen Aptika memaparkan program Kementerian Kominfo ke depan, mewakili Menteri Kominfo Johnny G. Plate. Acara pembukaan PANDI Meeting 11 juga dihadiri secara virtual oleh Kepala BPPT Hammam Riza, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Freddy Harris dan Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo. (OL-09)

Baca Juga

twitter.github.io/birdwatch

Twitter Luncurkan Program Cek Fakta Birdwatch

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Januari 2021, 08:33 WIB
Twitter mengharapkan sebanyak 1.000 hingga 100.000 orang dapat bergabung dalam Birdwatch secara bergilir dan tidak akan...
Dok. Tokocrypto

Tumbuhkan Minat Investasi Kripto, Tokocrypto Gelar Kompetisi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 26 Januari 2021, 01:18 WIB
PLATFORM perdagangan aset kripto, Tokocrypto menggelar kompetisi trading terbesar Indonesia Crypto Grand Prix 2021 yang akan dilaksanakan...
MI/RAMDANI

Akibat Pembaruan Persyaratan, WhatsApp Kehilangan Jutaan Pengguna

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 05:46 WIB
Selama tiga minggu pertama Januari, Signal telah memperoleh 7,5 juta pengguna secara global, sementara Telegram memperoleh 25...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya