Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Tragedi yang terjadi di Danau Toba dan musibah yang menimpa Kapal Feri Lestari Maju, tidak hanya meninggalkan luka dan trauma mendalam bagi keluarga korban. Musibah tersebut bisa mempengaruhi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia yang mengandalkan moda transportasi air dalam beraktivitas sehari-hari.
Tito berpendapat, siapapun yang melakukan kelalaian sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia harus diproses hukum. Karena itu, ia telah memerintahkan Polda Sulsel untuk melakukan upaya penegakan hukum pada kecelakaan KM Lestari.
Kepala Polres Selayar AKBP Syamsu Ridwan mengungkapkan, berdasarkan laporan yang masuk hingga pukul 13.00 Wita, terdapat 36 penumpang yang ditemukan meninggal, sedangkan 153 lainnya selamat.
Berdasarkan informasi, tidak semua penumpang memperoleh jaket pelampung.
Evakuasi para penumpang dari atas kapal itu telah selesai dilakukan pada Rabu (4/7) dini hari, tepatnya pukul 00.05 WITA, dengan menggunakan kapal-kapal nelayan dan tim SAR terpadu.
Kapal feri dengan 139 penumpang ini bocor dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Bira, Bulukumba menuju Pelabuhan Pammatata, Selayar, Selasa (3/7) siang. Kapal kandas di perairan pantai Pa’badilang, Kecamatan Bontomatene Selayar.
KM Lestari Maju yang sedang berlayar menuju Kabupaten Selayar dilaporkan kecelakaan dan tenggelam pada Selasa pukul 14.30 Wita. Kapal diperkirakan mengalami kebocoran lambung kiri sehingga tenggelam.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan, KM Lestari Maju mengalami kebocoran pada lambung kapal.
Personel lintas instansi yang turut dilibatkan dalam tim pencarian, seperti TNI, Lantamal I Belawan, BNPB, Polair mulai berkemas untuk meninggalkan Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, yang menjadi posko utama.
KM Lestari Maju, Selasa (3/7) yang dilaporkan akan tenggelam, sudah dikandaskan dalam pelayarannya di perairan Kepulauan Selayar, dan penumpang kapal pun sudah dievakuasi. Berdasarkan informasi terakhir, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 12 orang.
DIREKTORAT Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa kapal penyeberangan KMP Lestari Maju sengaja dikandaskan agar mempermudah proses evakuasi.
Lebih dari 30 penumpang selamat dan sudah dievakuasi. Sedangkan korban tewas, untuk sementara, berjumlah 6 orang.
KAPAL KM Lestari Maju dikabarkan di perairan Selayar Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7) pukul 14.30 WITA. Salah satu kendaraan yang diangkut oleh kapal tersebut ialah mobil pengangkut uang gaji aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten senilai Rp30 miliar.
Penyelamatan penumpang kapal penyeberangan KM Lestari Maju yang tenggelam di perairan Selayar Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan yang kandas pada Selasa (3/7) pukul 14.30 WITA terus dilakukan. Proses evakuasi melibatkan kapal-kapal nelayan, selain tim evakuasi Basarnas.
KAPAL KM Lestari Maju dikabarkan di perairan Selayar Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7) pukul 14.30 WITA. Proses evakuasi sudah berlangsung tiga jam di tengah kondisi cuaca yang buruk. Hingga saat ini sementara, korban tewas berjumlah empat orang.
Kapal KM Lestari Maju dikabarkan tenggelam di perairan Selayar Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7) pukul 14.30 WITA. Tim Basarnas Selayar masih mengevakuasi korban yang jatuh ke laut. Sebanyak tiga jenazah yang dievakuasi oleh tim.
BADAN SAR Nasional (Basarnas) wilayah Makassar membenarkan kejadian kapal tenggelam di Perairan Selayar yakni KM Lestari Maju yang tengah mengangkut puluhan penumpang dari Pelabuhan Bira Bulukumba ke Pelabuhan Pamatata Selayar. Kedua pelabuhan itu terletak di Sulawesi Selatan.
Panasnya terik matahari tidak menjadi masalah bagi keluarga korban yang mengiklaskan kepergian anggota keluarganya walaupun tampa pandangan terakhir. Harapan menatap sosok anggota keluarga diakhiri dengan harapan yang kandas.
Prosesi ibadah tersebut digelar di lokasi monumen tenggelamnya KM Sinar Bangun yang berjarak hanya sekitar 20 meter dari Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa (3/7).
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved