Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim gabungan Densus 88 antiteror, Inafis, Labfor masih melakukan proses olah TKP. Proses itu guna memastikan identitas pelaku dari identifikasi sidik jari.
"Orang yang punya empati, bunuh diri? Atau membunuh? Engga ada itu dalam ajaran agama apapun, dalam pemahaman kita," jelas Surya.
Di Polrestabbes Medan pada Rabu (13/11) sekitar pukul 08.45 WIB terjadi ledakan yang diduga bom bunuh diri oleh seseorang yang menggunakan atribut ojek daring.
Seorang tetangga tersangka yang mengaku bernama Bagus Prayoga mengaku tidak menyangka rekannya melakukan aksi bom bunuh diri.
Enam polisi mengalami luka-luka cukup parah akibat ledakan tersebut.
Pelaku bom bunuh diri diduga memanfaatkan faktor keramaian masyarakat yang mengurus pembuatan SKCK di Mapolrestabes tersebut.
politikus senior PDI Perjuangan asal Nusa Tenggara Timur itu mendorong aparat kepolisian untuk segera mengusut kejadian tersebut hingga tuntas.
Polri masih mendalami kemungkinan adanya pengendalian jarak jauh terhadap pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan
Kabag Ops Polresta Tasikmalaya Kota, Kompol Shohet mengatakan, pascabom bunuh diridi Polrestabes Medan, dilakukan pengamanan bagi tamu berkunjung ke Mako Polres Tasikmalaya Kota.
Seleksi ketat bisa mencegah perilaku menyimpang yang berpotensi dilakukan pengemudi ojek daring.
Ternyata bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, usai digelarnya operasi penangkapan sejumlah teroris oleh pasukan Densus 88 Antiteror di Riau akhir pekan lalu.
Puan juga meminta kepolisian membongkar jaringan teroris tersebut. Sebab, terorisme sudah merambah individu bahkan terjadi di tempat yang dianggap aman.
Polisi kerap melakukan penangkapan kepada kelompok terorisme. Hal inilah yang membuat kelompok itu naik pitam.
"Diduga pelaku meninggal. Ada 6 korban, 5 dari personel polri dan satu sipil. Tetapi Alhamdulillah laporan sementara korban tidak ada yang luka parah, tetapi ada luka-luka," kata Iqbal
Warga yang tinggal berjarak beberapa ratus dari Mapolrestabes mengaku mendengar ledakan cukup keras.
"Kondisi saat ini belum ada yang boleh mendekati tempat kejadian. Dikhawatirkan ada pelaku lain yang masih berkeliaran dan lokasi sudah dipasangi garis polisi."
Saat ini, tim Polda Sumatra Utara dan dari Densus 88 telah diterjunkan untuk melakukan olah TKP dan mendalami peristiwa ledakan tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun Media Indonesia, korban luka itu adalah Kasi Propam, anggota Propam, petugas piket Bag Op, dan seorang PHL.
Aksi bom bunuh diri dilakukan oleh dua orang yang mengenakan atribut ojek daring. Mereka meledakkan diri di sekitar kantin Polrestabes Medan.
Sebuah ledakan yang diduga berasal dari bom bunuh diri terjadi di Polresta Medan, Rabu (13/11).
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved