Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Arsenal Luluh Lantakkan Tottenham 4-1, Arteta Puji Mentalitas Baja The Gunners

Khoerun Nadif Rahmat
23/2/2026 13:30
Arsenal Luluh Lantakkan Tottenham 4-1, Arteta Puji Mentalitas Baja The Gunners
Penyerang Arsenal Viktor Gyokeres merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Tottenham pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu (22/2/2026) waktu setempat.(premierleague.com)

ARSENAL menegaskan mentalitas juara mereka dengan cara yang impresif saat membantai Tottenham Hotspur 4-1 dalam derbi London Utara, Minggu (22/2) malam. Kemenangan telak di markas lawan tersebut sekaligus memperkokoh posisi The Gunners di puncak klasemen Liga Primer Inggris dengan keunggulan lima poin.

Hasil krusial di Stadion Tottenham Hotspur ini menjadi jawaban tuntas atas keraguan yang sempat mengiringi langkah skuat asuhan Mikel Arteta usai hasil imbang 2-2 melawan Wolves pada tengah pekan. Di laga sarat gengsi ini, Arsenal tampil beringas dan tampil klinis sejak peluit pertama dibunyikan.

Dua penggawa anyar, Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres, menjadi motor kemenangan setelah masing-masing mencetak brace. Tottenham sempat memberikan perlawanan melalui gol Randal Kolo Muani pada menit ke-34 yang membuat skor imbang, namun kegembiraan tim tuan rumah hanya bertahan sekejap sebelum jeda.

Dominasi Total di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Arsenal langsung meningkatkan intensitas serangan. Tiga gol tambahan lahir untuk memastikan kemenangan telak sekaligus memperpanjang dominasi atas rival sekota mereka. Hasil ini menandai lima kemenangan beruntun Arsenal atas Tottenham, torehan emas klub sejak tahun 1989.

Mikel Arteta mengaku terkesan dengan karakter yang ditunjukkan para pemainnya, terutama setelah kekecewaan mendalam akibat gagal mengamankan poin penuh saat melawan Wolves.

"Rasanya seperti kami menunjukkan terbuat dari apa kami ini. Namun, Anda harus menunjukkannya lagi dan lagi. Jika hanya menganalisis perasaan setelah setiap pertandingan, itu akan menjadi rollercoaster yang masif dan tidak berkelanjutan," ujar Arteta.

Enggan terlena

Arteta tidak menampik bahwa ruang ganti timnya sempat diliputi awan mendung sebelum laga derbi dimulai. Kehilangan poin di menit-menit akhir saat menghadapi Wolves diakui sang manajer sebagai tamparan keras bagi mentalitas tim.

"Setelah apa yang terjadi melawan Wolves, itu berat. Anda merasa marah, kesal, dan malu pada satu titik. Menjadi sebuah kegembiraan bisa menyelaraskan semua orang kembali dan berkata, 'Oke, apa yang akan terjadi di babak selanjutnya?'" imbuhnya.

Kini, Arsenal memiliki jeda satu pekan sebelum kembali menghadapi jadwal padat. Berbeda dengan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, yang sempat berseloroh akan memberi kelonggaran pada pemainnya untuk bersantai, Arteta memilih pendekatan berbeda. Ia enggan merayakan kemenangan dengan bersantai.

"Jumlah pertandingan yang kami mainkan di setiap kompetisi sungguh luar biasa. Ini memberi kesempatan bagi kami untuk menarik napas sejenak, menganalisis apa yang telah kami lakukan, dan melaju lagi," pungkas pelatih asal Spanyol tersebut. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya