Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Kemenangan Chelsea di Markas Hull City Ternoda Penangkapan Suporter Akibat Chant Homofobik

Thalatie K Yani
14/2/2026 07:32
Kemenangan Chelsea di Markas Hull City Ternoda Penangkapan Suporter Akibat Chant Homofobik
Laga FA Cup antara Hull City vs Chelsea diwarnai penangkapan suporter akibat nyanyian diskriminatif. Grup suporter mengecam keras insiden ini sebagai noda dalam sepak bola.(Chelsea)

KEMENANGAN telak 4-0 Chelsea atas Hull City pada putaran keempat FA Cup, Jumat malam, harus ternoda aksi tidak terpuji di tribun penonton. Pihak kepolisian melakukan sejumlah penangkapan terhadap suporter setelah munculnya nyanyian (chant) homofobik yang menggema di dalam MKM Stadium.

Sepanjang babak pertama, penonton sebenarnya sudah diperingatkan melalui pengeras suara stadion untuk menghentikan nyanyian diskriminatif tersebut. Pihak pengelola stadion juga menegaskan kamera CCTV sedang dipantau secara ketat untuk mengidentifikasi pelaku.

Pada babak kedua, otoritas stadion mengonfirmasi tindakan tegas telah diambil, termasuk penangkapan terhadap suporter yang terlibat. Meski demikian, jumlah pasti suporter yang diamankan belum dikonfirmasi oleh pihak klub.

Kecaman Keras dari Kelompok Suporter

Chelsea Pride, kelompok suporter resmi LGBTQ+ klub Chelsea, mengeluarkan pernyataan keras yang menyebut insiden ini sebagai kemunduran besar bagi sportivitas di tahun 2026.

"Malam ini, nyanyian homofobik sekali lagi diarahkan kepada suporter kami. Ini benar-benar tidak dapat diterima. Namun, mari kita perjelas, fakta bahwa nyanyian ini masih terdengar di tahun 2026 adalah noda bagi permainan kita," tegas Chelsea Pride dalam pernyataan resminya.

Pihak grup suporter juga mengapresiasi tindakan cepat Hull City dalam memberikan pengumuman di stadion dan memastikan adanya konsekuensi hukum bagi para pelaku.

Ketegasan Pihak Klub dan Manajer

Sebelum laga dimulai, Hull City sebenarnya telah mengeluarkan pernyataan tegas bahwa segala bentuk diskriminasi, baik rasial maupun homofobik, tidak akan ditoleransi. Pelaku terancam diusir dari stadion, dilarang menonton laga di masa depan, hingga tuntutan pidana.

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengaku baru mengetahui insiden tersebut dari ofisial keempat karena fokus pada jalannya pertandingan. Meski begitu, ia mendukung penuh tindakan tegas terhadap diskriminasi.

"Bahasa diskriminatif dalam bentuk apa pun tentang apa pun tidak dapat diterima, jadi saya harap hal ini ditangani dengan semestinya," ujar Rosenior.

Senada dengan Rosenior, manajer Hull City, Sergej Jakirovic, juga mengecam perilaku suporter yang mencoreng citra klub tersebut.

"Stadion bukanlah tempat untuk hal seperti itu, dan itulah alasan mengapa mereka ditangkap. Ini tidak baik, baik di dalam stadion maupun di ruang publik," kata Jakirovic.

Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa meskipun sepak bola terus berkembang, masalah diskriminasi di tribun penonton masih menjadi tantangan besar bagi otoritas liga dan keamanan di Inggris. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya