Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PIALA ASEAN atau yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF telah melahirkan berbagai kisah ikonik sejak pertama kali digelar pada 1996. Turnamen ini menjadi panggung dominasi Thailand dan Singapura, sekaligus menandai kebangkitan Vietnam serta lahirnya generasi emas Asia Tenggara.
Berikut informasinya yang disarikan dari espn.com, Kamis (15/1/2026).
1996 (Juara Thailand): Gajah Perang resmi menjadi raja pertama Asia Tenggara saat turnamen yang saat itu masih bernama AFF Championship digelar di Singapura. Thailand membungkam Malaysia 1-0 lewat gol legenda Kiatisuk Senamuang.
1998 (Juara Singapura): Setelah gagal di rumah sendiri dua tahun sebelumnya, Singapura bangkit. Menghadapi tuan rumah Vietnam di final, bek The Lions, R. Sasikumar, mencetak gol bahu ikonik yang dijuluki ‘Shoulder of God’. Gol unik tersebut mengantar Singapura merengkuh gelar perdana mereka dengan skor 1-0.
2000 dan 2002 (Juara Thailand): Duet maut Kiatisuk dan Worrawoot Srimaka tak terbendung. Indonesia menjadi korban dua kali beruntun di final, termasuk kekalahan adu penalti yang menyakitkan di Senayan pada 2002 setelah bermain imbang 2-2.
2004 dan 2007 (Juara Singapura):
Gelar 2004 membuat Singapura sejajar dengan Thailand di papan juara, sebelum The Lions benar-benar melejit dan melampaui sang rival lewat trofi ketiga pada 2007. Edisi 2007 ditandai dengan aksi walk-out Thailand. Mereka merasa tidak puas dengan keputusan wasit atas hadiah penalti untuk Singapura. Setelah dibujuk untuk kembali bermain, penalti tersebut dieksekusi oleh Fahrudin Mustafic yang berhasil mencetak gol.
2008 (Juara Vietnam): Untuk pertama kalinya, muncul juara baru. Le Cong Vinh menjadi pahlawan Vietnam lewat gol dramatis di menit ke-94 yang membungkam Thailand dengan agregat 3-2.
2010 (Juara Malaysia): Di bawah asuhan K. Rajagobal, Malaysia memutus dahaga juara dengan mengandalkan talenta muda dan ketajaman Safee Sali yang melibas Indonesia di final.
2012 (Juara Singapura): Singapura mencetak sejarah sebagai tim pertama yang mengoleksi empat gelar juara turnamen ini setelah mengalahkan Thailand secara agregat 3-2.
2014 dan 2016 (Juara Thailand): Kiatisuk kembali sebagai pelatih dan membawa Thailand meraih gelar keempat serta kelima secara beruntun. Pada edisi 2016, Thailand berjaya berkat ketajaman Teerasil Dangda yang keluar sebagai top skor turnamen dengan koleksi enam gol, sementara Chanathip Songkrasin menyabet gelar MVP keduanya.
2018 (Juara Vietnam): Generasi emas Vietnam di bawah asuhan Park Hang-seo tampil tak terkalahkan sepanjang kampanye dan membungkam Malaysia di partai puncak dengan agregat 3-2.
2020 (Juara Thailand): Sempat tertunda karena pandemi, Thailand tetap tak terbendung di Singapura. Di partai final, Thailand melibas Indonesia dalam format dua leg. Setelah menang telak 4-0 pada leg pertama, mereka memastikan gelar keenam lewat hasil imbang 2-2 di leg kedua. Di edisi ini, Chanathip menyabet penghargaan MVP untuk ketiga kalinya.
2022 (Juara: Thailand): Di bawah Alexandre Polking, Thailand meraih gelar ketujuh setelah menang agregat tipis 3-2 atas Vietnam di final.
2024 (Juara Vietnam): Vietnam kembali ke puncak bersama pelatih Kim Sang-sik. Memanfaatkan situasi Thailand dan Indonesia yang tampil tidak dengan kekuatan penuh karena kendala pemanggilan pemain, Vietnam sukses melaju hingga tangga juara. Bomber naturalisasi Rafaelson tampil luar biasa dengan tujuh gol dan menyabet gelar pemain terbaik sekaligus top skor.
Menatap 2026: Dengan sejarah panjang ini, mampukah Indonesia akhirnya mencatatkan nama mereka di daftar juara untuk pertama kalinya?
Skuad Garuda akan berhadapan langsung dengan sang juara bertahan, Vietnam. Selain itu, langkah Indonesia untuk lolos ke fase gugur akan dihadang oleh kekuatan tradisional Singapura, tim kuda hitam Kamboja, serta pemenang babak play-off antara Timor Leste kontra Brunei Darussalam.
Sementara itu, Grup B akan dihuni oleh raksasa Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Dengan format dua laga kandang dan dua laga tandang di fase grup, Indonesia harus segera memetakan kekuatan jika ingin memutus kutukan spesialis runner-up dan mencatatkan nama mereka dalam daftar raja baru Asia Tenggara. (I-1)
Grup A: Vietnam, Indonesia, Singapura, Kamboja, Brunei/Timor Leste.
Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos.
TAKHTA tertinggi sepak bola Asia Tenggara akan segera diperebutkan. Thailand masih memegang status sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala ASEAN.
Cek jadwal lengkap Timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026! Mulai dari laga pembuka lawan Kamboja di Juli hingga duel krusial kontra Vietnam di Agustus.
JUARA bertahan Vietnam dipastikan berada satu grup dengan Indonesia pada ASEAN Hyundai Cup 2026.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
TIMNAS Indonesia terancam tampil pincang tanpa kekuatan pemain diaspora di Piala ASEAN 2026.
Acara undian grup itu dihadiri oleh sejumlah sosok penting seperti Presiden AFF Khiev Sameth, Ketua umum PSSI Erick Thohir, pelatih timnas Indonesia John Herdman
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved