Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Langkah PSSI mengikat John Herdman dengan durasi dua tahun plus opsi perpanjangan dua tahun (2+2) menandai babak baru dalam manajemen kepelatihan Timnas Indonesia. Skema ini menempatkan pelatih asal Inggris tersebut dalam linimasa strategis: ia memiliki waktu 24 bulan untuk meletakkan fondasi awal sebelum PSSI meninjau progres tim dan memutuskan apakah opsi perpanjangan dua tahun akan diaktifkan, sebagai bagian dari visi jangka panjang menuju 2030.
Secara teknis, skema 2+2 berarti Herdman memiliki kontrak tetap untuk dua tahun pertama. Setelah periode tersebut berakhir, terdapat klausul yang memungkinkan perpanjangan dua tahun berikutnya. Aktivasi opsi ini umumnya bergantung pada evaluasi performa tim dan kesepakatan kedua belah pihak.
Pendekatan ini memberi fleksibilitas bagi federasi untuk memastikan investasi pada pelatih kelas dunia berjalan seiring progres nyata di lapangan, sekaligus memberikan motivasi dan keamanan kerja bagi pelatih jika target-target awal tercapai.
Berbeda dengan kontrak jangka panjang yang statis, skema 2+2 bagi Herdman memiliki beberapa keunggulan strategis. Dua tahun pertama menjadi periode krusial untuk melihat sejauh mana filosofi "The Herdman Way" bisa berasimilasi dengan karakter pemain dan budaya sepak bola Asia Tenggara.
Titik evaluasi di tahun kedua memungkinkan federasi meninjau arah pembangunan tim sebelum memasuki siklus turnamen besar berikutnya. Periode ini juga mencakup agenda penting seperti Piala Asia dan kompetisi regional, yang secara natural menjadi tolok ukur bagi publik sepak bola nasional.
Walaupun KPI resmi tidak dipublikasikan, para pengamat memproyeksikan beberapa fokus utama Herdman:
Stabilitas Ranking FIFA: Publik berharap Indonesia terus naik di tangga peringkat dunia, sejalan dengan reputasi Herdman yang pernah membawa Kanada melonjak signifikan.
Kompetitif di Level Asia: Keberhasilan menembus fase gugur di turnamen AFC akan menjadi parameter penting.
Integrasi Skuad: Herdman ditantang menyatukan pemain liga domestik dan pemain keturunan atau yang berkarier di luar negeri agar membentuk skuad harmonis.
Selain itu, Herdman harus menghadapi tantangan lokal: kualitas liga domestik yang belum selalu selaras dengan filosofi modernnya, tekanan suporter yang sangat vokal, dan manajemen pemain keturunan-lokal agar visi bermain bisa terealisasi.
Perkiraan timeline kerja Herdman antara 2026–2028 adalah sebagai berikut: enam bulan pertama difokuskan pada adaptasi dan identifikasi pemain sehingga kerangka awal filosofi bermain mulai terbentuk; tahun pertama fokus pada turnamen dan FIFA Matchday untuk meningkatkan standar permainan dan konsistensi hasil; tahun kedua menjadi fase turnamen mayor seperti Piala Asia dan Piala AFF untuk mencapai target kompetitif di level regional dan Asia; dan di akhir tahun kedua dilakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan aktivasi opsi perpanjangan kontrak (+2 tahun).
| Periode | Fokus Utama | Output yang Diharapkan |
|---|---|---|
| 6 Bulan Pertama | Adaptasi & Identifikasi Pemain | Kerangka awal filosofi bermain mulai terbentuk |
| Tahun ke-1 | Turnamen & FIFA Matchday | Peningkatan standar permainan dan konsistensi hasil |
| Tahun ke-2 | Turnamen Mayor (Piala Asia/AFF) | Pencapaian target kompetitif di level regional dan Asia |
| Akhir Tahun ke-2 | Peninjauan Kontrak | Evaluasi menyeluruh untuk opsi perpanjangan (+2 tahun) |
Herdman dan PSSI akan meninjau progres tim. Berdasarkan kesepakatan bersama, kontrak bisa diperpanjang dua tahun lagi jika kedua pihak puas dengan pencapaian.
Visi jangka panjang tetap ada, namun PSSI membaginya ke dalam fase-fase evaluasi agar pembangunan tim berjalan lebih terukur dan dinamis.
Secara organisasi, evaluasi dilakukan oleh Departemen Teknik PSSI dan dilaporkan kepada Komite Eksekutif (Exco).
Skema kontrak 2+2 bagi John Herdman adalah langkah strategis PSSI untuk menyeimbangkan ambisi besar dengan evaluasi realistis. Dua tahun pertama akan menjadi panggung pembuktian bagi sang juru taktik. Jika ia mampu mereplikasi efektivitas dan filosofi kerja yang ia tunjukkan di Kanada, maka jalan menuju proyeksi Piala Dunia 2030 akan terbuka lebih lebar melalui aktivasi perpanjangan kontrak berikutnya.
Dalam konteks ini, setiap pertandingan menjadi final mini bagi Herdman untuk membuktikan kapasitasnya, sambil membangun fondasi tim yang modern, terukur, dan kompetitif.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Selain Indonesia, negara lain yang menjadi tuan rumah adalah Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved