Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Membedah Kontrak John Herdman di Timnas Indonesia: Mengapa Skema 2+2 Menjadi Sorotan?

mediaindonesia.com
13/1/2026 16:09
Membedah Kontrak John Herdman di Timnas Indonesia: Mengapa Skema 2+2 Menjadi Sorotan?
Pelatih kepala baru timnas Indonesia John Herdman (kiri) berpose bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) pada jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2025).(Antara)

Langkah PSSI mengikat John Herdman dengan durasi dua tahun plus opsi perpanjangan dua tahun (2+2) menandai babak baru dalam manajemen kepelatihan Timnas Indonesia. Skema ini menempatkan pelatih asal Inggris tersebut dalam linimasa strategis: ia memiliki waktu 24 bulan untuk meletakkan fondasi awal sebelum PSSI meninjau progres tim dan memutuskan apakah opsi perpanjangan dua tahun akan diaktifkan, sebagai bagian dari visi jangka panjang menuju 2030.

Apa Itu Skema Kontrak 2+2 dalam Sepak Bola Profesional?

Secara teknis, skema 2+2 berarti Herdman memiliki kontrak tetap untuk dua tahun pertama. Setelah periode tersebut berakhir, terdapat klausul yang memungkinkan perpanjangan dua tahun berikutnya. Aktivasi opsi ini umumnya bergantung pada evaluasi performa tim dan kesepakatan kedua belah pihak.

Pendekatan ini memberi fleksibilitas bagi federasi untuk memastikan investasi pada pelatih kelas dunia berjalan seiring progres nyata di lapangan, sekaligus memberikan motivasi dan keamanan kerja bagi pelatih jika target-target awal tercapai.

Berbeda dengan kontrak jangka panjang yang statis, skema 2+2 bagi Herdman memiliki beberapa keunggulan strategis. Dua tahun pertama menjadi periode krusial untuk melihat sejauh mana filosofi "The Herdman Way" bisa berasimilasi dengan karakter pemain dan budaya sepak bola Asia Tenggara.

Titik evaluasi di tahun kedua memungkinkan federasi meninjau arah pembangunan tim sebelum memasuki siklus turnamen besar berikutnya. Periode ini juga mencakup agenda penting seperti Piala Asia dan kompetisi regional, yang secara natural menjadi tolok ukur bagi publik sepak bola nasional.

Fokus & Tantangan Dua Tahun Pertama

Walaupun KPI resmi tidak dipublikasikan, para pengamat memproyeksikan beberapa fokus utama Herdman:

  • Stabilitas Ranking FIFA: Publik berharap Indonesia terus naik di tangga peringkat dunia, sejalan dengan reputasi Herdman yang pernah membawa Kanada melonjak signifikan.

  • Kompetitif di Level Asia: Keberhasilan menembus fase gugur di turnamen AFC akan menjadi parameter penting.

  • Integrasi Skuad: Herdman ditantang menyatukan pemain liga domestik dan pemain keturunan atau yang berkarier di luar negeri agar membentuk skuad harmonis.

Selain itu, Herdman harus menghadapi tantangan lokal: kualitas liga domestik yang belum selalu selaras dengan filosofi modernnya, tekanan suporter yang sangat vokal, dan manajemen pemain keturunan-lokal agar visi bermain bisa terealisasi.

Perkiraan timeline kerja Herdman antara 2026–2028 adalah sebagai berikut: enam bulan pertama difokuskan pada adaptasi dan identifikasi pemain sehingga kerangka awal filosofi bermain mulai terbentuk; tahun pertama fokus pada turnamen dan FIFA Matchday untuk meningkatkan standar permainan dan konsistensi hasil; tahun kedua menjadi fase turnamen mayor seperti Piala Asia dan Piala AFF untuk mencapai target kompetitif di level regional dan Asia; dan di akhir tahun kedua dilakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan aktivasi opsi perpanjangan kontrak (+2 tahun).

Periode Fokus Utama Output yang Diharapkan
6 Bulan Pertama Adaptasi & Identifikasi Pemain Kerangka awal filosofi bermain mulai terbentuk
Tahun ke-1 Turnamen & FIFA Matchday Peningkatan standar permainan dan konsistensi hasil
Tahun ke-2 Turnamen Mayor (Piala Asia/AFF) Pencapaian target kompetitif di level regional dan Asia
Akhir Tahun ke-2 Peninjauan Kontrak Evaluasi menyeluruh untuk opsi perpanjangan (+2 tahun)

Mengenai Kontrak John Herdman 

  • Apa yang terjadi di akhir tahun kedua?

Herdman dan PSSI akan meninjau progres tim. Berdasarkan kesepakatan bersama, kontrak bisa diperpanjang dua tahun lagi jika kedua pihak puas dengan pencapaian.

  • Apakah target Piala Dunia 2030 terpengaruh durasi kontrak ini?

Visi jangka panjang tetap ada, namun PSSI membaginya ke dalam fase-fase evaluasi agar pembangunan tim berjalan lebih terukur dan dinamis.

  • Siapa yang mengevaluasi kinerja Herdman?

Secara organisasi, evaluasi dilakukan oleh Departemen Teknik PSSI dan dilaporkan kepada Komite Eksekutif (Exco).

Kesimpulan

Skema kontrak 2+2 bagi John Herdman adalah langkah strategis PSSI untuk menyeimbangkan ambisi besar dengan evaluasi realistis. Dua tahun pertama akan menjadi panggung pembuktian bagi sang juru taktik. Jika ia mampu mereplikasi efektivitas dan filosofi kerja yang ia tunjukkan di Kanada, maka jalan menuju proyeksi Piala Dunia 2030 akan terbuka lebih lebar melalui aktivasi perpanjangan kontrak berikutnya.

Dalam konteks ini, setiap pertandingan menjadi final mini bagi Herdman untuk membuktikan kapasitasnya, sambil membangun fondasi tim yang modern, terukur, dan kompetitif.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik