Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Naik Meja Operasi, Rodrigo Bentancur Dipastikan Absen 3 Bulan

Basuki Eka Purnama
12/1/2026 21:04
Naik Meja Operasi, Rodrigo Bentancur Dipastikan Absen 3 Bulan
Gelandang Tottenham Hotspur Rodrigo Bentancur(AFP/FRANCK FIFE)

BADAI masalah kembali menghantam Tottenham Hotspur. Gelandang andalan mereka, Rodrigo Bentancur, dipastikan harus menjalani operasi hamstring dan absen setidaknya selama tiga bulan. Pemain timnas Uruguay tersebut mengalami cedera saat Spurs menelan kekalahan dari Bournemouth di Liga Primer Inggris, pekan lalu.

Kehilangan pemain berusia 28 tahun ini menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Thomas Frank. Bentancur, sejauh ini, merupakan pilar kunci di lini tengah, dan absennya sang gelandang hingga sebagian besar sisa musim ini memaksa klub untuk mempertimbangkan langkah darurat di bursa transfer Januari guna memperkuat kedalaman skuat.

Krisis pemain tidak berhenti di situ. Bentancur menyusul rekan setimnya, Mohammed Kudus, yang sudah lebih dulu masuk ruang perawatan. 

Penyerang sayap asal Ghana tersebut diperkirakan absen hingga jeda internasional Maret mendatang akibat cedera paha. 

Kondisi skuat semakin pincang setelah Spurs secara mengejutkan menjual penyerang Brennan Johnson ke Crystal Palace senilai 35 juta pound sterling, awal bulan ini.

Tekanan untuk Thomas Frank dan Manajemen

Absennya Bentancur terjadi di saat Thomas Frank berada di bawah tekanan hebat. Performa buruk tim di lapangan memicu keresahan besar di kalangan pendukung. 

Saat ini, Spurs terpuruk di peringkat ke-14 klasemen Liga Primer Inggris dan baru saja tersingkir dari putaran ketiga Piala FA setelah dikalahkan Aston Villa pada Sabtu lalu.

Suasana di stadion pun kian mendingin. Sorakan "booo" dari para pendukung menggema saat jeda antarparuh waktu ketika tim tertinggal 2-0. 

Puncaknya, kelompok suporter "Change for Tottenham" kini merencanakan aksi protes besar-besaran terkait tata kelola klub pada laga kandang melawan West Ham, Sabtu mendatang.

Para suporter diminta untuk membawa spanduk, bendera, dan syal berwarna kuning sebagai simbol protes sebelum pertandingan dimulai. Aksi ini merupakan buntut dari kekecewaan terhadap dewan direksi yang dianggap gagal memenuhi janji mereka.

Kekecewaan atas Janji yang Diingkari

Tottenham Hotspur Supporters' Trust (THST) menuding pihak klub mengalami "penurunan ambisi yang drastis." 

Dalam pernyataannya, kelompok Change for Tottenham menyoroti berbagai masalah fundamental yang menghinggapi klub.

"Terdapat rasa frustrasi yang memuncak di kalangan basis penggemar terkait strategi transfer dewan direksi, kejelasan peran direktur sepak bola, krisis cedera yang terus berulang musim demi musim, hasil serta performa di lapangan baru-baru ini, hingga harga tiket yang sangat mahal," ujar perwakilan Change for Tottenham.

Mereka mendesak agar pemilik dan petinggi klub segera bertindak sebelum bursa transfer Januari ditutup.

"Kami percaya bahwa bertindak sekarang akan membuat suara kami didengar pada momen krusial bursa transfer Januari ini. Tim utama dan skuat kami membutuhkan investasi serius. Setelah The Lewis Family Trust, Vinai Venkatesham, dan Fabio Paratici meyakinkan suporter bahwa mereka siap berambisi dan memprioritaskan trofi setelah Daniel Levy mundur, kami sebagai penggemar hanya menuntut agar janji-janji tersebut ditepati," tegas kelompok pendukung Spurs itu. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik