Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka menyelimuti sepak bola Amerika Selatan. Mario Pineida, bek kawakan yang pernah membela timnas Ekuador, dilaporkan meninggal dunia di usia 33 tahun. Pineida menjadi korban penembakan brutal yang terjadi di Kota Guayaquil pada Rabu (17/12) waktu setempat.
Berdasarkan laporan media lokal, insiden tragis ini terjadi saat Pineida sedang berada di luar sebuah toko di wilayah utara kota. Dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah Pineida.
Serangan tersebut tidak hanya menyasar sang pemain, tetapi juga mengenai ibunya dan seorang perempuan lain yang berada di lokasi kejadian.
Menanggapi peristiwa ini, Kementerian Dalam Negeri Ekuador bertindak cepat dengan menerjunkan unit kepolisian khusus untuk melakukan investigasi mendalam guna memburu para pelaku dan mengungkap motif di balik penembakan tersebut.
Tragedi yang menimpa Pineida semakin menegaskan kondisi keamanan yang mengkhawatirkan di Guayaquil. Kota pelabuhan ini telah menjadi titik panas kekerasan geng dan perdagangan narkoba.
Data menunjukkan angka kriminalitas yang mengerikan, dengan 1.900 kasus pembunuhan tercatat sepanjang Januari hingga September tahun ini, angka tertinggi di seluruh Ekuador.
Sektor sepak bola pun tidak luput dari teror tersebut. Sebelum insiden Pineida, tercatat tiga pesepak bola dari kasta kedua liga Ekuador tewas terbunuh pada September lalu, disusul insiden penembakan yang melukai seorang pemain lokal lainnya pada Oktober.
Mario Pineida bukan sosok sembarangan di kancah sepak bola nasional. Ia mencatatkan sembilan penampilan bersama timnas Ekuador dalam kurun waktu 2014 hingga 2021.
Karier profesionalnya dimulai di Independiente del Valle sebelum akhirnya pindah ke Barcelona SC pada 2016, tempat ia menjadi salah satu pemain kunci.
Selama kariernya, ia juga sempat mencicipi pengalaman bermain sebagai pemain pinjaman di Fluminense (Brasil) dan El Nacional.
Klub-klub yang pernah dibelanya pun segera menyampaikan rasa duka yang mendalam melalui media sosial. Barcelona SC, institusi yang melambungkan namanya, menyatakan keguncangan mereka atas peristiwa ini.
"Berita malang ini membuat kami semua yang merupakan bagian dari institusi ini merasa sangat terpukul," tulis Barcelona SC dalam pernyataan resmi.
Senada dengan klub, Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF) merilis pernyataan resmi yang mengutuk keras aksi kekerasan tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kepergian Pineida meninggalkan lubang besar bagi komunitas sepak bola Ekuador yang kini tengah berjuang menghadapi tantangan sosial dan keamanan yang kian pelik di negara tersebut. (bbc/Z-1)
Video terbaru mengungkap kronologi penembakan Renee Nicole Good oleh agen ICE di Minneapolis. Korban sempat berkata “saya tidak marah” sebelum ditembak.
Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum.
Wali Kota Minneapolis menuding pemerintahan Trump menutup fakta penembakan warga oleh agen ICE dan mendesak penyelidikan independen di tengah protes nasional.
Presiden Trump mengklaim penembakan wanita oleh petugas ICE di Minneapolis adalah bela diri, sementara Gubernur Tim Walz menyebut narasi tersebut sebagai propaganda.
Investigasi penembakan perempuan oleh petugas ICE di Minneapolis terhambat minimnya kamera tubuh. Akankah ada keadilan di tengah kebijakan imigrasi Trump yang keras?
Seorang perempuan tewas ditembak petugas imigrasi (ICE) di Minneapolis setelah diduga mencoba menabrak aparat. Otoritas AS menyebutnya sebagai aksi terorisme domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved