Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TROY Parrott menulis kisah luar biasa dalam sejarah sepak bola Irlandia setelah hat-trick brilian yang ia cetak memastikan Republik Irlandia melaju ke playoff Piala Dunia. Gol ketiganya lahir pada detik-detik akhir injury time dan membungkam Puskas Arena Budapest, kecuali sorakan para pendukung Irlandia yang merayakan secara liar.
Parrott, yang menjadi pahlawan dua gol saat mengalahkan Portugal di Dublin, Kamis, kembali menjadi pusat perhatian. Ia sebelumnya menyebut kemenangan atas Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sebagai malam terbaik dalam hidupnya. Namun laga Minggu ini bahkan lebih dramatis. Penyerang jebolan Tottenham yang kini bermain untuk AZ Alkmaar itu kemungkinan besar tidak akan menjadi starter andai Evan Ferguson dari Roma tidak mengalami cedera pergelangan kaki.
Gol penentunya tercipta pada menit ke-90+6, ketika ia memanfaatkan bola yang lolos dari genggaman kiper Denes Dibusz. Sebelumnya, ia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-80 lewat penyelesaian melengkung. Parrott juga menjadi penyelamat pada babak pertama, mengeksekusi penalti dengan tenang pada menit ke-15 meski dihadapkan pada tekanan keras dari publik tuan rumah. Saat itu Irlandia tertinggal setelah Daniel Lukacs menjebol gawang dari situasi sepak pojok pada menit ke-3.
“Saya mengatakan saat melawan Portugal bahwa ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, tapi saya rasa malam ini, saya tidak akan pernah memiliki malam yang lebih baik sepanjang hidup saya,” ujar Parrott. “Ini seperti dongeng. Anda bahkan tidak bisa memimpikan sesuatu seperti ini. Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkan perasaan saya sekarang.”
Hungaria sempat berada di jalur yang benar menuju playoff setelah Barnabas Varga mencetak gol spektakuler pada menit ke-37 melalui tembakan voli kaki kiri. Namun tekanan Irlandia meningkat seiring mendekatnya waktu, terlebih setelah kepastian Portugal memastikan posisi puncak Grup F dengan kemenangan 9-1 atas Armenia.
Dominik Szoboszlai tampil menonjol, tetapi para pemain Hungaria lainnya tidak mampu meredam tekanan Irlandia. Kiper Caoimhin Kelleher juga tampil gemilang untuk menjaga peluang timnya tetap hidup. Pelatih Hungaria, Heimir Hallgrímsson, menilai timnya gagal mengelola laga pada momen-momen penting. “Mereka menyia-nyiakan waktu mereka sendiri dan itu agak lucu,” ujarnya.
Drama semakin memuncak ketika tendangan pemain pengganti Johnny Kenny ditepis Dibusz. Namun pada menit-menit akhir, Parrott memanfaatkan flick dari Liam Scales untuk mencetak gol kemenangan yang langsung disambut selebrasi penuh emosi dari seluruh skuad Irlandia.
Irlandia kini menatap dua laga playoff sistem gugur pada Maret untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, berpeluang tampil di putaran final untuk pertama kalinya sejak 2002. Undian playoff akan digelar Kamis pekan ini. (The Guardian/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved