Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati, mengatakan Komisi X DPR RI akan segera memanggil Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir untuk menjelaskan arah kebijakan sepak bola nasional serta alasan pergantian pelatih timnas, menyusul kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
“Dulu waktu Pak Erick masih murni Ketua PSSI, kami sudah menanyakan soal pelatih. Saat itu beliau menyebut Patrick sebagai pilihan terbaik, hasil dari kalkulasi matang, bahkan dengan dukungan naturalisasi. Tapi sekarang hasilnya gagal total," kata Esti dalam keterangan yang diterima, Rabu (22/10).
Meski bukan pengamat sepak bola, Esti mengaku memahami kekecewaan besar masyarakat. Harapan tinggi untuk melihat Indonesia tampil di panggung dunia kini berubah menjadi rasa kecewa mendalam.
“Kekecewaan masyarakat itu sangat terasa. Saya sendiri jarang mengikuti sepak bola, kecuali PSS Sleman. Tapi untuk level nasional, semua berharap timnas bisa lolos ke Piala Dunia. Tiba-tiba gagal, dan ini jelas bukan sekadar takdir,” ujarnya.
Anggot DPR Fraksi PDIP itu menilai perlu ada evaluasi soal pengambilan kebijakan di tubuh PSSI, terutama dalam keputusan mengganti pelatih.
“Ada yang salah. Pelatih yang sedang berprestasi malah diberhentikan, dan alasannya hanya karena sudah dihitung akan lebih baik. Faktanya tidak,” katanya menegaskan.
Esti menjelaskan, kini dengan Erick Thohir merangkap jabatan sebagai Menpora dan Ketua PSSI, Komisi X DPR RI memiliki ruang yang lebih jelas untuk meminta pertanggungjawaban secara langsung.
“Kalau dulu saat beliau hanya Ketua PSSI, kami tidak bisa langsung memanggil karena harus melalui Kemenpora. Tapi sekarang beliau Menpora sekaligus Ketua PSSI, jadi bisa kami panggil langsung untuk menjelaskan semuanya,” ujar Esti.
Pemanggilan itu, lanjutnya, tidak hanya untuk membahas hasil timnas di kualifikasi Piala Dunia, tetapi juga menyangkut mekanisme pembinaan atlet muda, tata kelola federasi, dan arah kebijakan olahraga nasional ke depan.
“Kami akan tanya detail. Ini bukan sekadar kalah, tapi menyangkut arah pembinaan sepak bola Indonesia. Jangan sampai semangat besar publik justru padam karena salah urus,” ucapnya.
Esti menegaskan, sikap kritis DPR bukan untuk mencari kesalahan, tetapi mendorong evaluasi menyeluruh demi memperbaiki sistem olahraga nasional, khususnya sepak bola.
“Kami ingin sepak bola Indonesia maju. Tapi kalau sistemnya masih salah, keputusan masih tertutup, dan kebijakan tidak berpihak pada prestasi, maka hasilnya akan tetap seperti ini,” tegas Esti.
Kegagalan timnas menjadi pelajaran bahwa prestasi olahraga tidak bisa dibangun hanya dengan popularitas atau strategi instan, melainkan membutuhkan perencanaan matang, pembinaan jangka panjang, dan akuntabilitas tinggi dari semua pemangku kebijakan.
Komisi X DPR RI, melalui My Esti Wijayati, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan olahraga nasional agar berjalan transparan, profesional, dan berpihak pada kemajuan anak bangsa. (P-4)
Legislator PDIP MY Esti Wijayanti menyoroti kasus Kepala SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, yang dinonaktifkan setelah menampar siswa perokok.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
PERSIKU Kudus harus menerima kenyataan pahit mendapat sanksi berat dari komite disiplin (Kondis) PSSI denda sebesar Rp250 juta dan pertandingan satu laga tanpa penonton
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved