Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
Liverpool Football Club resmi mengumumkan pensiunnya nomor punggung 20 sebagai bentuk penghormatan dan cinta yang tak bertepi kepada Diogo Jota — sang pejuang dari Portugal yang telah menorehkan tinta emas di Anfield.
Nomor 20 bukan sekadar angka. Ia adalah simbol perjuangan, semangat, dan ketulusan hati seorang Diogo Jota selama membela The Reds. Kini, nomor itu tak akan pernah dipakai lagi, baik di tim utama pria, tim wanita, hingga akademi. Keputusan ini bukan hanya tentang karier yang gemilang, tetapi juga tentang warisan kemanusiaan yang ditinggalkan Jota.
Diogo Jota bergabung bersama Liverpool pada tahun 2020, dan sejak saat itu, ia menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai kemenangan besar klub. Mengenakan jersey nomor 20 dengan penuh kebanggaan, Jota menjadi pemain kunci di lapangan dan pribadi yang luar biasa di luar lapangan.
"Jota bergabung di tahun 2020, memenangkan hati kami dengan nomor 20, dan mengenakannya dengan kehormatan. Sekarang, nomor itu akan menjadi abadi. Ia akan selalu menjadi nomor 20 bagi kami," ungkap Michael Edwards, CEO Sepak Bola FSG, dikutip dari laman resmi Liverpool, Sabtu (12/7).
Kepergian tragis Diogo Jota dan saudara tercintanya, André, menyisakan duka mendalam di keluarga besar Liverpool. Namun, dari kesedihan itu, lahirlah penghormatan tertinggi. Sosok Jota bukan hanya dikenal sebagai pesepak bola elit, tetapi juga manusia yang rendah hati, penyayang, dan inspiratif bagi siapa saja yang mengenalnya.
Dalam pernyataan bersama, para petinggi Liverpool — Billy Hogan, John Henry, Tom Werner, dan Mike Gordon — menegaskan:
"Fakta bahwa dalam sejarah panjang klub ini belum pernah ada nomor punggung yang dipensiunkan menunjukkan betapa luar biasanya sosok Diogo Jota."
Keputusan ini diambil setelah diskusi penuh empati dengan sang istri tercinta, Rute, dan keluarga. Nomor 20 kini bukan sekadar angka dalam daftar skuad — ia adalah kenangan hidup tentang cinta, semangat, dan pengabdian seorang pria yang telah menyentuh begitu banyak jiwa.
Kepada Rute, ketiga anaknya, orang tua Jota, serta seluruh keluarga dan teman-teman yang berduka, seluruh Liverpool FC — dan dunia — mengirimkan cinta dan kekuatan.
Nomor 20 akan selalu identik dengan satu nama: Diogo Jota.
Ia bukan hanya pemain, tetapi legenda.
Bukan hanya legenda, tetapi jiwa yang menginspirasi.
Selamat jalan, nomor 20 kami selamanya.
You'll Never Walk Alone. (Z-10)
Mohamed Salah tampak menangis saat para pendukung the Reds memberikan penghormatan untuk Diogo Jota.
Liverpool mengenang mendiang Diogo Jota dan adiknya, Andre Silva saat menjamu Bournemouth di laga pembuka Liga Premier Inggris.
Jota, yang membela Liverpool, dan saudaranya Andre, pemain klub Portugal Penafiel, meninggal akibat kecelakaan mobil di provinsi Zamora, Spanyol, pada 3 Juli.
Mantan penyerang Liverpool dan Wolverhampton Wanderers, Diogo Jota, meninggal dunia di usia 28 tahun dalam kecelakaan mobil di Spanyol utara bulan lalu bersama saudaranya, Andre Silva.
Virgil van Dijk menyebutkan bahwa meski sulit untuk kembali fokus pada sepak bola, Liverpool berusaha menghormati kenangan Diogo Jota setiap hari.
James Milner memandang Diogo Jota sebagai teman baiknya sehingga memutuskan menggunakan nomor punggung 20 di Brighton and Hove Albion di musim depan.
Keputusan ini sudah disetujui oleh istri Diogo Jota dan dan keluarganya. Dipensiunkannya nomor punggung 20 karena Liverpool menghormati Diogo Jota atas kontribusinya
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved