Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Juventus Thiago Motta kecewa dengan kekalahan pertama timnya di Seri A musim ini dari pemuncak klasemen Napoli. Juve takluk 1-2 pada laga di kandang Napoli, Stadion Diego Armando Maradona, Minggu (26/1) WIB.
Bianconeri sempat unggul di babak pertama melalui gol Randa Kolo Mouani. Namun, Napoli asuhan Antonio Conte melakukan comeback di babak kedua untuk menang di kandang sendiri berkat gol dari Andre Frank Zambo Anguissa dan Romelu Lukaku.
Hasil itu membuat Napoli tetap memimpin klasemen dengan 53 poin, enam poin di atas Inter Milan yang memiliki dua pertandingan tersisa.
Sementara itu, Juve di posisi kelima dengan 37 poin. Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Bianconeri dari 22 laga Seri A yang sudah berjalan.
"Saya kecewa dengan kekalahan itu. Kami bermain bagus di babak pertama, menyebabkan banyak masalah bagi lawan kami, tim yang tidak berada di puncak klasemen secara kebetulan karena mereka memiliki pelatih hebat dan memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri sepanjang minggu untuk ini," kata Motta kepada DAZN.
"Namun, kami tidak memiliki kemewahan itu dan itu terlihat, karena semua kerja bagus yang kami lakukan di babak pertama, kami kesulitan untuk menirunya di babak kedua dan itulah mengapa kami tidak dapat menang," imbuhnya.
Juve mendominasi babak pertama dan unggul jelang turun minum berkat gol Kolo Muani yang baru saja bergabung dengan status pinjaman dari Paris Saint-Germain (PSG). Di babak kedua, Napoli mengambil kendali dan meningkatkan tekanan.
Motta mengakui Juventus membuat beberapa kesalahan kecil yang akhirnya menyebabkan kekalahan. Hasil itu menambah panjang rekor Juve yang belum pernah menang di markas Napoli sejak 2019.
"Ini adalah kekalahan keenam berturut-turut bagi klub di sini (kandang Napoli), jadi jelas itu adalah tempat yang sulit bagi kami," kata Motta.
"Idenya adalah untuk menekan dan bertahan dengan baik tetapi kami tidak dapat melakukannya karena kualitas kami kurang dan ketika kami mulai kehilangan bola, Napoli cenderung memenangi duel dan itu memberi mereka keuntungan," tambahnya. (Z-6)
Di sisi lain, laga ini menjadi mimpi buruk bagi bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang melakukan kesalahan fatal berujung gol ketiga bagi tim tamu.
Thiago Motta menjadi nama baru yang dikabarkan tengah diincar AC Milan setelah sebelumnya dikaitkan dengan Vicenzo Italiano dan Max Allegri.
Bersama Thiago Motta, Juventus menduduki peringkat lima klasemen Serie A, tersingkir di perempat final Coppa Italia, dan gagal lolos ke fase gugur Liga Champions.
Pada dua pekan terakhir, Juventus harus menelan kekalahan dengan skor telak di ajang Serie A usai dibantai Atalanta 0-4 dan Fiorentina 0-3.
Thiago Motta ditunjuk menjadi pelatih Juventus pada awal musim 2024/2025 setelah tampil impresif bersama Bologna.
PELATIH Juventus Thiago Motta membela anak asuhnya setelah dipermalukan Atalanta.
Napoli kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Fiorentina 2-1 di Serie A. Antonio Vergara cetak gol perdana, namun Napoli harus kehilangan Di Lorenzo.
Preview big match Serie A 2025/26 antara Napoli vs Fiorentina di Stadion Diego Armando Maradona. Analisis taktik Antonio Conte vs Palladino dan prediksi skor.
Dua gol dari Joao Pedro di babak kedua memastikan kemenangan Chelsea, sekaligus mengakhiri perjalanan Napoli di kompetisi Eropa musim ini.
Menurut Rosenior, tingginya level persaingan membuat tidak ada laga yang bisa dianggap mudah, baik di Liga Champions, Serie A, maupun Premier League.
Kemenangan, ditambah hasil dari pertandingan lain, berpeluang mengantarkan The Blues finis di posisi delapan besar, yang berarti lolos langsung ke babak 16 besar.
Romeo Lavia sempat berlatih bersama rekan setimnya menjelang laga Liga Champions, namun tidak dibawa ke Naples karena proses pemulihan cedera masih dijalankan dengan hati-hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved