Selasa 01 November 2022, 14:30 WIB

Green Falcons Pede Dengan Amunisi Domestik

Akmal Fauzi | Sepak Bola
Green Falcons Pede Dengan Amunisi Domestik

AFP/Khaled DESOUKI
Timnas Arab Saudi

 

TIMNAS Arab Saudi akan pergi ke Qatar untuk penampilan keenam mereka di Piala Dunia sejak debut di Amerika Serikat (AS) pada 1994. Green Falcons--julukan Arab Saudi--memang tidak diunggulkan di Grup C bersama Argentina, Meksiko dan Polandia, meski begitu, mereka bisa mengejutkan lawan seperti yang mereka lakukan, 28 tahun lalu, di AS.

Saat itu, berstatus tim debutan, Arab Saudi justru mampu lolos hingga 16 besar. Mereka mengalahkan Belgia dan Maroko tetapi kalah dari Belanda di pertandingan ketiga.

Pada penampilan Piala Dunia berikutnya, kepak sayap Green Falcons selalu terhenti pada babak penyisihan grup. Tahun ini, bermain di negara Asia, mereka jelas tidak mau selalu hanya pelengkap di setiap Piala Dunia yang mereka ikuti.

Baca juga: Socceroos Tanpa Bintang di Piala Dunia 2022

"Sekarang saatnya mengembalikan timnas ke kejayaan dan mencapai babak 16 besar Piala Dunia lagi. Saya tidak tahu berapa lama saya akan menduduki peran ini, tetapi Anda harus selalu menetapkan tujuan yang ambisius dan melakukan semua yang Anda bisa untuk mencapainya," kata pelatih Timnas Arab Saudi, Herve Renard.

Di atas kertas, kedalaman skuat yang menjadi lawan mereka di Qatar jauh lebih baik dibandingkan Arab Saudi.  Argentina dan Polandia bisa dikatakan menjadi favorit di Grup C. Sementara Meksiko kerap memberikan kejutan.

Namun, Arab Saudi tidak boleh dianggap sebelah mata. Arab Saudi lolos ke Qatar dengan tren yang sangat baik. Mereka mampu menjadi juara Grup D di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dengan mencatatkan enam kemenangan dan dua imbang.

Lalu tampil di babak ketiga, lagi-lagi mereka mampu menjadi juara grup. Tergabung di Grup B bersama Korea Selatan, Irak, Suriah, Libanon, dan Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi meraih delapan kemenangan dan satu kali imbang serta satu kali kalah.

Skuat mereka semua diisi pemain yang berlaga di liga domestik, dengan mayoritas dari mereka bermain di Al-Hilal dan Al-Nassr. 

Di Qatar, pemain akan lebih padu karena memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada persiapan Piala Dunia.

Kompetisi domestik mereka sudah diistirahatkan sejak pekan ketiga Oktober dan langsung berkumpul di Abu Dhabi untuk memulai pemusatan pelatihan. 

Dibandingkan dengan kontestan lain yang pemainnya masih harus bermain di klub masing-masing hingga pertengahan November mendatang.

"Semakin banyak waktu yang bisa kita habiskan bersama sebelum Piala Dunia, semakin baik. Ini adalah kesempatan berharga bagi kita semua untuk bersiap sebaik mungkin,” kata Renard.

Gelandang Arab Saudi Hattan Bahebri mengakui negaranya berada di grup yang sulit. Namun, Bahebri menegaskan timnya datang ke Qatar ingin meraih hasil positif. Menurutnya, para pemain termotivasi memberikan yang terbaik untuk negaranya.

"Kami tidak pergi ke Piala Dunia hanya untuk membuat angka. Dengan setiap penampilan baru, kami termotivasi untuk berbuat lebih banyak. Kami harus mencapai sesuatu untuk Arab Saudi." ujarnya.

Dengan mengusung spirit tampil lebih baik dari edisi Piala Dunia sebelumnya, pelatih Herve Renard akan mempersiapkan pemainnya dengan sebaik mungkin. Pelatih asal Prancis itu meminta anak asuhnya untuk berjuang maksimal di Piala Dunia 2022 dan membuat para pendukung bangga.

"Kami memiliki serangkaian pertandingan yang sulit, tetapi sebagai pelatih atau pemain Anda bermimpi lolos ke Piala Dunia dan mengadu diri Anda dengan yang terbaik. Anda harus mempersiapkan diri dengan baik, dan Anda harus kuat secara mental," kata Renard.

Renard sangat menyukai formasi 4-2-3-1. Selama 27 pertandingan yang dipimpin bersama pasukan The Green Falcons, ia mencatat 15 kemenangan, delapan seri, dan empat kali kalah.

Salah satu pemain andalannya adalah Salem Al-Dawsari. Pemain 30 tahun tersebut memiliki banyak pengalaman di timnas Arab Saudi yang bisa memberikan efek positif kepada timnya.

Al-Dawsari menjalani debut bersama timnas senior Arab Saudi pada 2012 silam. Sejak saat itu, ia telah membela negaranya sebanyak 53 kali dan mencetak 14 gol. Pemain yang berposisi sebagai sayap kiri ini juga menjadi bagian Arab Saudi di Piala Dunia 2018.

"Salem memiliki banyak pengalaman bermain di level tertinggi di Asia dan telah memenangkan dua dari tiga Liga Champions AFC terakhir bersama Al Hilal. Saya sekarang menantang untuk menirunya di panggung internasional. Ini adalah permainan bola yang sama sekali berbeda," kata Renard.

Pantau Messi Selama dua tahun

Ambisi Renard membawa timnya bukan hanya sebatas pernyataan. Pelatih asal Prancis itu sudah melakukan riset lawan-lawannya sejak lama. Secara khusus ia mengomentari duel timnya dengan bintang Argentina Lionel Messi.

Renard mengaku sudah lama memantau pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu. Melawan Argentina dan Messi akan menjadi pertandingan spesial bagi anak asuhnya.

"Saya telah menonton pertandingan PSG setiap minggu selama dua tahun. Tidak perlu menggambarkan bakat Messi. Dia adalah pemain yang mengesankan. Kami harus siap. Ini adalah kesempatan fantastis untuk bermain melawan salah satu yang terbaik dalam sejarah. Kami bangga bisa melakukannya," ujarnya.

Renard adalah pelatih pertama yang memenangkan dua gelar Piala Afrika dengan dua tim berbeda yakni Zambia pada 2012 dan Pantai Gading, tiga tahun kemudian. Ia juga pernah membantu Maroko lolos ke Piala Dunia pertamanya pada 2018 dalam 20 tahun.

Sebagai pelatih perjalananya tidak langsung mulus. Tim amatiran yang ia latih tidak pernah mendapat kesempatan untuk menembus tim divisi utama.

Sebuah pertemuan dengan Claude Le Roy, pelatih asal Prancis yang populer di Afrika, berbuah kesempatan manis. Renard mengajukan diri untuk menjadi asisten pelatihnya untuk tim nasional Ghana.

Le Roy kemudian memberikan rekomendasi kepadanya untuk melatih tim nasional Zambia. Tidak disangka-sangka, Renard kemudian membawa Zambia untuk pertama kalinya mencapai perempat final dalam Piala Afrika 2008. 

Daftar perkiraan pemain Arab Saudi di Piala Dunia Qatar:

Kiper: M Al Yami, Mohammed Al- Rubaie, Fawaz Al-Qarni

Bek: Abdulelah Al-Amri, Abdullah Madu, Hassan Tambakti, Ali Al-Boleahi, Yasser Al-Shahrani, Sultan Al-Ghannam

Tengah: Awad Al-Nashri, Ali Al-Hasan, Salman Al-Faraj, Hattan Bahebri, Salem Al-Dawasari, Mohammed Kanno

Penyerang: Haitham Asiri, Haroune Camara, Firas Al-Buraikan. (FIFA/abcnews/OL-1)

Baca Juga

AFP/NATALIA KOLESNIKOVA

Australia Dan Denmark Ubah Formasi Tim

👤Widhoroso 🕔Rabu 30 November 2022, 21:52 WIB
PELATIH Australia, Graham Arnold melakukan satu pergantian dalam tim yang akan diturunkan saat menghadapi Denmark dalam laga pamungkas Grup...
MI/BRIYANBODO HENDRO

Jordi Amat Bisa Bela Timnas Di Piala AFF 2022

👤Akmal Fauzi 🕔Rabu 30 November 2022, 20:27 WIB
SETELAH perpindahan federasi Sandy Walsh diakui FIFA, pemain naturalisasi lainnya, Jordi Amat juga resmi berganti federasi. Dia pun juga...
AFP

Sepakat Gabung Ke Al Nassr, Ronaldo Akan Terima Gaji Rp3,2 Triliun Per Tahun

👤Widhoroso 🕔Rabu 30 November 2022, 18:13 WIB
KAPTEN timnas Portugal, Cristiano Ronaldo dikabarkan telah menerima pinangan klub Arab Saudi, Al...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya