Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PESEPAK Bola legendaris Brasil Pele diizinkan meninggalkan rumah sakit di Sao Paulo setelah dirawat selama dua pekan karena tumor dan infeksi saluran kemih. Hal itu dikatakan Rumah Sakit Albert Einstein, Senin (28/2).
Mantan pesepak bola berusia 81 tahun itu 'Dalam kondisi stabil dan telah pulih dari infeksi saluran kemih. Dia akan melanjutakan perawatan untuk kanker colon setelah dipulangkan dari rumah sakit," ungkap Rumah Sakit Albert Einstein.
Pesepak bola berjuluk O Rei atau Raja itu datang ke rumah sakit pada 13 Februari untuk menjalani kemoterapi untuk tumor yang terdeteksi pada September tahun lalu.
Baca juga: Pele Harus Dirawat di Rumah Sakit karena Infeksi Saluran Kemih
Namun, delapan hari kemudian, dia didiagnosa mengalami infeksi saluran kemih sehingga harus lebih lama dirawat di rumah sakit.
Pesepak bola bernama asli Edison Arantes dos Nascimento itu menjalani operasi tumor pada 4 September dan sempat dirawat selama sebulan sebelum dipulangkan untuk menjalani kemoterapi.
Dipandang sebagai pesepak bola terhebat sepanjang masa, Pele merupakan satu-satunya pemain yang berhasil memenangkan tiga gelar Piala Dunia (1958, 1962, dna 1970). (AFP/OL-1)
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Peneliti University of Waterloo merekayasa bakteri Clostridium sporogenes untuk mengonsumsi tumor. Gunakan sistem "sirkuit DNA" agar aman bagi tubuh.
Di Indonesia usia kanker paru 10 tahun lebih muda dibandingkan di luar negeri. Angkanya juga meningkat terutama pada perempuan yang tidak merokok dan usia muda
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Sebuah studi terbaru mengungkap adanya korelasi mengejutkan antara diagnosis kanker dengan peningkatan risiko perilaku kriminal pada pasien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved