Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Polda Metro Jaya Proaktif Selidiki Kematian Suporter Persija

Basuki Eka Purnama
17/5/2016 10:14
Polda Metro Jaya Proaktif Selidiki Kematian Suporter Persija
(Kabid Humas Polda Metro Jaya, Awi Setiyono -- ANTARA FOTO/Eric Ireng)

POLDA Polda Metro Jaya proaktif menyelidiki kematian suporter Persija atau The Jakmania Muhammad Fahreza, 16, yang diduga akibat penganiayaan ketika akan menyaksikan pertandingan sepak bola di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan.

"Kita proaktif mendatangi rumahnya (korban) untuk mencari, klarifikasi, dan mengumpulkan fakta," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, Senin (16/5).

Awi mengaku Polda Metro Jaya belum menerima laporan dari pihak keluarga korban terkait kematian Fahreza tersebut.

Namun, perwira menengah kepolisian itu menyebutkan Polda Metro Jaya mengerahkan anggota Profesi dan Pengamanan (Propam) guna menelusuri dugaan penganiayaan yang dilakukan petugas terhadap korban.

Diungkapkan Awi, petugas Propam Polda Metro Jaya akan memeriksa petugas berjaga pada Pintu 8-12 SUGBK yang diduga menjadi lokasi bentrokan hingga jatuh korban Fahreza.

Saat itu, suporter terlibat bentrokan karena berebut tiket masuk sehingga petugas berupaya mengatasi kerusuhan tersebut.

Awi mengatakan anggota Propam Polda Metro Jaya kesulitan menggali informasi penyebab kematian Fahreza karena minim kesaksian.

"Propam menggali keterangan almarhum semasa hidup sekarang masih bekerja," tutur Awi.

Sementara itu, polisi telah mengantongi keterangan saksi dari kakak korban Suyatna alias Yatna. Namun, saat itu, saksi tidak melihat langsung penganiayaan terhadap Fahreza.

Sebelumnya, Fahreza meninggal dunia diduga akibat dianiaya petugas saat akan menyaksikan laga Persija melawan Persela di SUGBK Senayan Jakarta pada Jumat (13/5).

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Andika sebelum dirujuk ke RS Zahira dan akhirnya menjalani perawatan intensif selama dua hari di Rumah Sakit Marinir Cilandak Jakarta Selatan.

Setelah menjalani perawatan dua hari, Fahreza meninggal dunia di RS Marinir Cilandak pada Minggu (15/5) pagi.

Diketahui korban mengalami luka parah pada bagian kepala diduga akibat pukulan benda keras dan sabetan. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya