Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PERU memimpin dalam kemenangan 2-1 yang tampil mengesankan dan signifikan di Stadion Olimpico, Goiania, Brasil, Senin (21/6) pagi WIB. Hal itu meningkatkan harapan mereka untuk maju ke sistem gugur Copa América.
Sebenarnya ‘Los Cafeteros’ lebih diunggulkan untuk memenangi pertandingan dalam upaya merebut puncak klasemen Grup A Copa America 2021 yaitu Brasil.
Permainan yang terasa hidup dengan banyaknya peluang terbuka, melihat Kolombia menciptakan peluang unggul namun tampil dengan banyak celah pada akurasinya.
“Peru tim yang bagus dan membuktikan perkembangan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Ini menjadi pertandingan yang ketat,” kata pemain Kolombia Stefan Medina.
'Los Cafeteros' julukan bagi Kolombia, membuat awal yang cerah dalam pertandingan, berusaha menekan dan menganalisa lini belakang Peru.
Juan Cuadrado memiliki peluang awal ketika dia melepaskan tendangan melengkung yang melebar beberapa inci, kemudian dirinya terjatuh di tepi kotak penalti.
Namun kenyataannya Peru yang menyerang lebih dulu ketika upaya spekulatif dari Yoshimar Yotún memantul pelan sebelum membentur tiang, memungkinkan Sergio Peña untuk segera mengambil bola lepas.
“Kami harus benar-benar fokus di babak kualifikasi ini karena bagi kami ini sangat penting. Setelahnya baru kami berpikir soal Copa America. Kami juga ingin mendapatkan hasil terbaik di turnamen tersebut,” kata pelatih Peru, Ricardo Gareca.
Pemain Kolombia, Miguel Borja kemudian melakukan footrace menyusul backpass dan kipper Peru, Pedro Gallese mencegahnya dengan respon instan yang sudah sering mereka latih.
Permainan umpan bolak-balik terlihat sepanjang periode pertama dengan kedua belah pihak terlihat bergantian menyerang satu sama lain.
Baca juga : Belum Cetak Gol, Benzema Dibela Griezmann
Pada babak pertama pertandingan, Peru berhasil mencetak angka melalui Sergio Pena pada menit ke-17. Gol ini berawal dari bola rebound yang sempat dilepaskan pemain Peru ke gawang lawan namun membentur sisi kiri tiang dan bola memantul ke tengah kotak penalti.
Pena yang berdiri bebas melihat kesempatan emas dan melepaskan tendangan sehingga Peru kini unggul 1-0 hingga akhir babak pertama.
Manajer Kolombia, Reinaldo Rueda mungkin merasa dirugikan karena setidaknya tidak bisa menyamakan kedudukan saat jeda, tetapi ketidaksenangan pemain Kolombia itu hanya bertahan sebentar.
Selang delapan menit setelah peluit babak kedua dibunyikan, Kolombia mendapat hadiah penalty setelah Borja dijatuhkan Pedro Gallese.
Borja melangkah untuk mengambil tendangan penalti dan dengan percaya diri menyamakan skor di menit 58.
Tetapi tak lama kemudian, Peru merebut kembali keunggulan tepat setelah satu jam ketika tendangan sudut keluar berusaha dihalau oleh Yerry Mina namun arah bola malah membuat bola tersebut bergulir ke gawang sendiri. Kini kedudukan 2-1 bagi Peru.
Tekanan Kolombia di akhir pertandingan guna membalikkan keadaan terus saja digagalkan. 'La Blanquirroja' terangkat ke posisi ketiga di Grup A dengan perolehan tiga poin. Sementara itu, Kolombia tetap di urutan kedua, membuntuti Brasil dengan empat poin setelah memainkan satu pertandingan tambahan. (beinsports/OL-2)
Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan hilang setelah tanah longsor menenggelamkan feri dan merusak kapal penumpang di Sungai Ucayali, Peru.
Sengketa layanan bus menuju Machu Picchu memicu kekacauan dan membuat ribuan turis terdampar.
Sedikitnya 37 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah sebuah bus di Peru jatuh ke jurang sedalam 200 meter di wilayah Arequipa.
Meksiko memberikan suaka politik kepada mantan Perdana Menteri Betssy Chavez, yang tengah diselidiki atas upaya kudeta di Peru pada 2022.
Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden baru Jose Jeri dan anggota Kongres, serta mencabut sejumlah undang-undang yang dinilai memperburuk tingkat kejahatan di negara itu.
Studi baru ungkap bir bercampur psikedelik mungkin bantu peradaban Wari memperkuat kekuasaan lewat rasa empati dan persatuan sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved