Selasa 20 April 2021, 05:31 WIB

Liga Super Eropa Disebut akan Rugikan Klub Kecil

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Liga Super Eropa Disebut akan Rugikan Klub Kecil

AFP/Clive Brunskill
Sebuah pesawat membawa spanduk penolakan terhadap Liga Super Eropa melintas di atas Elland Road menjelang laga Liga Primer Inggris.

 

PAKAR keuangan olahraga dari DBRS Morningstar Michael Goldberg meyakini Liga Super Eropa akan merugikan klub-klub kecil karena dapat menurunkan angka penonton serta nilai kontrak hak siar liga-liga domestik.

Menurut Goldberg, kerangka Liga Super Eropa akan melebarkan kesenjangan antarklub dan klub-klub elite akan semakin kaya, mudah menggaet pemain yang lebih baik, dan semakin gampang memenangi kompetisi domestik dibandingkan yang sudah terjadi saat ini.

"Dari sudut pandang finansial, klub-klub Liga Super mungkin akan lebih baik. Tetapi, saya rasa mereka akan menyusutkan produk yang mereka sajikan saat tampil di liga domestik," kata Goldberg, Senin (19/4).

Baca juga: Aksi Anti-Liga Super Eropa Warnai Laga Leeds vs Liverpool

"Lantas klub-klub yang tidak terlibat Liga Super akan semakin berada dalam posisi kurang diuntungkan dari yang sudah terjadi sekarang," tambahnya.

Pada Minggu (18/4), 12 klub Eropa secara serempak mengumumkan peluncuran kompetisi tengah pekan tandingan Liga Champions, Liga Super Eropa, yang menjadi sasaran kritik otoritas sepak bola, suporter hingga politisi, yang menyebut hal itu sebagai pelanggengan kekuatan dan kekayaan segelintir klub elite.

Goldberg meramalkan nilai hak siar dan sponsor kompetisi domestik mungkin tidak akan terganggu secara instan, tetapi secara berkala terkikis dan semakin melebarkan kesenjangan sementara penggemar tidak mau menonton hasil 5-0 setiap pekan.

DBRS Morningstar menganalisa probablitas setiap klub memenuhi kewajiban utangnya berdasar besaran dan volatilitas penerimaan, pendapatan serta arus kas mereka.

"Klub-klub Liga Super, saya pikir besaranya akan naik dan volatilitasnya menurun, tetapi yang tidak berpartisipasi mengalami
hal sebaliknya," kata Goldberg.

"Yang Anda dapati kemudian adalah perbedaan mencolok dalam peringkat kredit, neraca keuangan, serta bagaimana klub-klub ini bisa dikapitalisasi."

"Jadi, mungkin akan ada peningkatan pendapatan sejajar dengan kenaikan utang bagi tim-tim Liga Super, sedangkan klub-klub kecil utangnya sudah naik untuk melewati krisis karena covid-19 ini ataupun periode ketegangan finansial dan peringkat kredit mereka akan terkikis karenanya," pungkasnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Rizal Hanafi

Bertandang ke Semarang, Persik Siap Curi Poin dari PSIS

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:55 WIB
Pelatih Sementara Persik Kediri Jan Saragih di Semarang, hari ini, menyebut, Persik dan PSIS masih dalam level yang...
AFP/ JIM WATSON

Lewat Twitter, Elon Musk Mengaku akan Beli Manchester United

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:35 WIB
Manchester United kalah beruntun dua kali, termasuk 4-0 di kandang Brentford, yang menyebabkan mereka terpuruk di posisi juru kunci...
MI/Laily Rachev/BPMI Setpres

Jokowi Terima Timnas U-16 di Istana Merdeka

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:16 WIB
Timnas hadir bersama pelatih Bima Sakti di Istana Merdeka pada pukul 09.30 WIB dan langsung disambut Presiden Jokowi di ruang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya