Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSITA Tangerang enggan untuk melanjutkan Liga 1 musim ini. Padahal, PSSI dan PT LIB telah memutuskan nasib kompetisi Liga 1 yang dijadwalkan Oktober mendatang.
Diketahui, Liga 1 terpaksa ditunda sejak Maret akibat pandemi covid-19. Kompetisi akhirnya akan kembali dilanjutkan dengan status "extraodinary competition". Artinya, jadwal akan mengikuti situasi perkembangan kasus covid-19.
Namun, Persita menilai kompetisi di tengah pandemi covid-19 sangat berisiko bagi kesehatan dan keselamatan pemain. Selain itu, juga berdampak pada jadwal jika ada satu pemain yang terinfeksi covid-19.
Baca juga: Klub Keberatan Liga 1 Dilanjutkan, PSSI Buka Ruang Diskusi
"Satu saja yang kena orang tanpa gejala (OTG) positif, artinya satu tim harus diisolasi semua. Kalau sudah diisolasi, semua jadwal berubah lagi. Ini yang kita khawatirkan," ujar Presiden Persita Tangerang, Ahmed Rully Zulfikar, saat dihubungi, Jumat (17/7).
Masalah tak sampai di situ. Rully berpendapat dengan banyaknya laga sisa musim ini membuat pemain harus mengikuti jadwal yang padat. Hal ini berpotensi menyebabkan pemain cedera.
"Kita baru mulai tiga pekan. Artinya, dari 34 pertandingan, sisa 31 lagi. Hitungan saya, kita 31 pertandingan dikali 18 klub, ada 558 pertandingan lagi. Harus diselesaikan dalam waktu lima bulan. Ini akan menjadi risiko buat kita semua," pungkas Rully.
Baca juga: PT LIB Siap Lanjutkan Kompetisi Liga 1 dan 2
Dia mengatakan Liga 1 tidak bisa disamakan dengan kompetisi Eropa, yang hampir merampungkan kompetisi. Menurutnya, Liga 1 baru dimulai tiga pekan dan masih menyisakan banyak laga.
Melanjutkan kompetisi di tengah pandemi, lanjut dia, turut membuat klub kelimpungan dari aspek finansial. Walau ada potensi tambahan subsidi hingga Rp 800 juta, serta renegosiasi kontrak pemain dan pelatih, klub tetap kesulitan menggaji pemain. Sebab, tidak ada pemasukan dari sponsor dan tiket penonton.(OL-11)
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved