Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSEBAYA Surabaya diimbangi Singo Edan, Arema FC, dalam leg pertama partai final Piala Presiden 2019 di kandang sendiri, Selasa (9/4). Dengan hasil 2-2, Persebaya memang dituntut menang di Stadion Kanjuruhan pada Jumat (12/4) nanti.
Saat bertanding di Gelora Bung Tomo, kedua tim terlihat sama kuat pada babak pertama dengan skor 1-1. Pasukan Bajul Ijo berhasil membuka keunggulan lewat Irfan Jaya pada menit ketujuh, namun 19 menit kemudian dibalas Singo Edan lewat Hendro Siswanto.
Kemudian, paruh kedua, Damian Lizio membawa tuan rumah kembali memimpin di menit ke-72 lewat eksekusi penalti yang sukses ia lakukan. Tapi Arema FC Makan Konate pada menit ke-78 membuat Arema mengimbangi Persebaya berkat tendangan bebasnya yang berujung gol.
Dengan begitu, skuad Djajang Nurjaman harus mampu memenangkan leg kedua jika ingin keluar sebagai juara. Pasalnya leg kedua nanti hanya bisa seri dengan skor 0-0 atau 1-1 maka Arema FC yang akan juara.
Djanur, sapaan akrab Djajang Nurjaman mengatakan permainan di kandang sangat mengecewakan. Hal itu perlu diperbaiki oleh timnya saat melakoni laga tandang supaya bisa mengakhiri ajang ini dengan prestasi.
Baca juga: Arema Ingin Bahagiakan Pendukungnya
"Hasil ini memang mengecewakan kami. Pun demikian dengan Bonek dan Bonita, karena harapan mereka sama dengan tim Persebaya. Namun, ini bukan akhir segalanya. Kita masih punya peluang di Malang, kita akan habis-habisan untuk menang," ujarmya dilansir dari laman resmi Persebaya. Selasa (9/4).
Djanur mencontohkan laga Persebaya melawan Madura United. Melawan tim bertabur bintang tersebut, Persebaya mampu mencuri kemenangan dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu lalu (6/4).
"Tidak ada yang tidak mungkin," tekad Djanur.
Irfan Jaya, pencetak gol pembuka Persebaya juga memiliki tekad yang sama. Dia mengajak semua pihak untuk bersatu. ”Kami masih bisa (bangkit) di Malang nanti. Tidak ada yang tidak mungkin,” tegasnya.
Sementara bagi Arema, hasil laga tersebut membuka peluang juara lebih besar karena di rumah sendiri hanya perlu menahan lawan dari mencetak gol untuk merengkuh trofi. (OL-1)
Perputaran uang di Piala Presiden tidak boleh hanya fokus di satu daerah saja tapi harus semua daerah yang menjadi tuan rumah Piala Presiden.
Oxford United vs Port FC akan saling bentrok di final Piala Presiden 2025. Laga dua tim asing ini digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu 13 Juli.
Piala Presiden tak hanya menjadi ajang pramusim bagi Ole Romeny, tetapi juga sebagai panggung pembuktian.
OXFOR United membekap Arema FC dengan kemenangan 4-0 dalam pertandingan terakhir Grup A Piala Presiden 2025. Ole Romeny turut menyumbang satu gol dalam kemenangan, namun ia mengalami cedera
Cedera tersebut dialami bek Persib Achmad Jufriyanto pada menit keenam pertandingan, seusai terlibat benturan dengan pemain Port FC, Brayan Vargas.
SEBANYAK 1.725 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan pertandingan Turnamen Piala Presiden 2025 antara Oxford United Vs Liga Indonesia All Star di GBK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved