Senin 21 Januari 2019, 08:10 WIB

Gelar KLB Cari Pengganti Edy

Satria Sakti Utama | Sepak Bola
Gelar KLB Cari Pengganti Edy

Mantan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi -- AFP

 

MESKI Edy Rahmayadi telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PSSI, kerja sejumlah pihak yang ingin memajukan sepak bola di Tanah Air belum selesai. Pasalnya di dalam pengurus PSSI saat ini masih banyak orang yang terindikasi kasus pengatur pertandingan yang kini sedang diusut Polri.

"Kalau mau clear, mestinya seluruhnya kita sapu bersih," ujar Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono ketika dihubungi tadi malam.

Edy Rahmayadi mengatakan secara resmi menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020 saat memberikan sambutan pada Kongres Tahunan PSSI di Bali, kemarin pagi.

Dalam pidatonya, Edy mengakui kegagalannya dalam menjalankan tugas sebagai Ketua Umum PSSI. Seperti diketahui, PSSI dihantam problematik bertubi-tubi. Dari kekerasan antarsuporter yang menimbulkan korban jiwa hingga skandal pengaturan skor.

Edy pun menyebut jabatan tersebut merupakan tanggung jawab terberat yang pernah ditanggungnya.

"Saya mohon maaf, titip salam saya kepada seluruh masyarakat Indonesia karena sampai tahun kedua saya tak bisa mewujudkan harapan mereka," kata Edy yang juga Gubernur Sumatra Utara.

Menurut Suhendar, masih banyak tarik-menarik kepentingan politik di sepak bola Indonesia. Semuanya itu harus dibersihkan demi kemajuan sepak bola nasional.

Cara untuk membersihkan itu, lanjutnya, tentu dengan seluruh bantuan elemen bangsa, termasuk media massa.

"Kita tidak ingin bola dijadikan panggung politik dan kepentingan pihak tertentu," ungkap Suhendra.

Pascakongres, Suhendra mengaku tidak menitipkan harapan kepada pengurus PSSI saat ini. Terlebih kasus mafia bola kembali mencuat.

"Apa pun yang dilakukan, selama aktor intelektualnya belum ditangkap, akan susah berubah. Ibarat apa pun makanannya, minumannya tetap teh botol," ujarnya.

Kongres luar biasa

Seusai undur diri Edy, dukungan untuk digelarnya kongres luar biasa (KLB) makin menguat.

"Saya kira itu harus diajukan demi pembaruan PSSI. Tak ada jalan keluar lain," ujar Ketua Asosiasi Provinsi PSSI DKI Jakarta Uden Kusuma Wijaya.

Menurut Uden, PSSI saat ini dalam kondisi sangat buruk karena beberapa petingginya di jajaran komite eksekutif terjerat oleh kasus hukum pengaturan skor dan bahkan ada yang ditetapkan menjadi tersangka.

Oleh sebab itu, dirinya berharap PSSI dapat menemukan orang-orang baru yang kompeten untuk mengisi posisi-posisi pengambil keputusan.

"Saya rasa pilihan paling rasional adalah mengganti para anggota komite eksekutif. Jangan memercayakan organisasi pada orang-orang lama yang kita tahu terlibat dalam masalah hukum. Biarkanlah mereka menyelesaikan persoalannya," tutur Uden.

Manajer Umum Persib Bandung Umuh Muchtar juga mengatakan KLB memang harus segera dilaksanakan. Terkait dengan waktunya, Umuh meminta agat KLB digelar seusai pemilu 17 April 2019. "Agar KLB tidak terganggu. Ini harus diselesaikan dahulu sebelum Liga 1 dimulai," tutur dia.

Pengamat sepak bola Ferril Hattu menyebut mundurnya Edy tak lantas menyelesaikan masalah. Terlebih pemilik hak suara memberikan mandat langsung kepada Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang didampingi Iwan Budianto untuk memegang kendali PSSI 1.

"Yang menggantikan Edy nama-nama orang yang sudah disebut pada antimafia sepak bola, calon tersangka kan begitu. Dilimpahkan ke mereka, orang kan jadi ragu lagi," imbuhnya. (Opn/OL/X-10)

Baca Juga

Twitter Napoli

Tekuk Salernitana, Napoli Kunci Posisi Kedua Klasmen

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:58 WIB
Juan Jesus membawa Napoli memimpin pada menit ke-17 memanfaatkan umpan Eljif...
Twitter RB Leipzig

Tekuk Wolfsburg, Leipzig Bekukan Kemenangan Beruntun

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:55 WIB
Gol-gol yang dicetak Willie Orban dan Josko Gvardio memastikan kemenangan...
Twitter Liverpool

Liverpool Tekuk Crystal Palace 3-1

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:51 WIB
Kemenangan kali ini membuat Liverpool yang berada di posisi kedua kini mengoleksi 48...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya