Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi menemukan sebuah galaksi satelit kecil bernama Heracles bertabrakan dengan galaksi Bimasakti sekitar 10 miliar tahun yang lalu dan sisa-sisanya menyumbang sekitar sepertiga dari lingkaran cahaya Bimasakti.
“Untuk menemukan fosil galaksi seperti ini, kami harus melihat pada detail susunan kimiawi dan gerakan puluhan ribu bintang,” kata astronom di Liverpool John Moores University, Ricardo Schiavon, belum lama ini.
Hal itu sangat sulit dilakukan untuk bintang di pusat Bimasakti karena mereka tersembunyi dari pandangan awan debu antarbintang.
“Melalui Apache Point Observatory Galactic Evolution Experiment (APOGEE) memungkinkan kita menembus debu itu dan melihat lebih dalam ke jantung Bimasakti daripada sebelumnya,” jelasnya. (Aiw/Sci-news/X-10)
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan.
Meski demikian, struktur pergelangan dan telapak tangannya masih mirip gorila, sehingga genggamannya kuat tetapi belum sepresisi manusia awal seperti Homo habilis.
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Komet antarbintang 3I/ATLAS melintas paling dekat dengan Bumi malam ini, 19 Desember 2025. Simak cara mengamatinya dengan teleskop kecil.
Komet antarbintang 3I/ATLAS akan melintas paling dekat dengan Bumi pada 19 Desember. Meski aman, momen ini penting bagi ilmuwan untuk mempelajari materi pembentuk planet dari luar tata surya.
Ilmuwan menduga 3I/ATLAS membawa material purba. Material itu diperkirakan berasal dari susunan pembentuk pada perbatasan awal Bima Sakti atau galaksi asing lainnya.
Dunia astronomi kembali dikejutkan dengan penemuan gas nikel di sekitar komet antarbintang 3I/Atlas (sebelumnya dikenal sebagai C/2019 Q4 (Atlas)).
Penemuan ini menegaskan sebagian material yang dilepaskan oleh komet adalah air, komponen penting dalam pembentukan kehidupan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved