Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PUASA adalah ibadah yang mengharuskan umat Muslim menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Untuk memastikan puasa tetap sah, penting untuk mengetahui hal-hal yang bisa membatalkannya.
Berikut adalah daftar lengkap hal-hal yang membatalkan puasa:
Jika seseorang dengan sadar dan sengaja makan atau minum saat berpuasa, maka puasanya batal. Namun, jika lupa dan tidak disengaja, maka puasanya tetap sah.
Memasukkan benda atau cairan ke dalam tubuh melalui lubang alami seperti hidung, telinga, dubur, atau alat kelamin dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Contohnya, penggunaan obat yang dimasukkan melalui dubur atau transfusi darah.
Jika seseorang dengan sengaja memuntahkan isi perutnya, maka puasanya batal. Sebaliknya, jika muntah terjadi secara tidak sengaja, maka puasa tetap sah.
Melakukan hubungan seksual saat berpuasa tidak hanya membatalkan puasa, tetapi juga mewajibkan pelaku untuk mengganti puasanya dan membayar kafarat.
Mengeluarkan air mani dengan cara yang disengaja, misalnya dengan onani atau sentuhan fisik yang berlebihan, akan membatalkan puasa. Namun, jika terjadi mimpi basah, maka puasa tetap sah.
Wanita yang mengalami menstruasi (haid) atau nifas saat berpuasa, puasanya batal dan wajib menggantinya di hari lain setelah Ramadan.
Jika seseorang mengalami gangguan mental yang menyebabkan hilangnya kesadaran, maka puasanya batal karena tidak dapat menjalankan ibadah dengan kesadaran penuh.
Seseorang yang keluar dari agama Islam saat berpuasa otomatis batal puasanya. Hal ini karena puasa adalah ibadah yang hanya berlaku bagi umat Islam.
Mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa sangat penting agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan baik dan diterima oleh Allah SWT. Dengan memahami aturan ini, kita bisa lebih berhati-hati dalam menjalankan puasa sehingga mendapatkan pahala yang maksimal. (Z-10)
Sumber:
Selama berpuasa, umat Muslim menahan lapar dan dahaga serta menghindari hal-hal yang membatalkan puasa.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved