Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RAMADAN bisa menjadi momentum untuk berhenti merokok bagi para perokok. Hal itu diungkapkan Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi Tjandra Yoga Aditama.
Menurut dia, setelah 10 hari menjalani puasa, hal itu menepis anggapan para perokok mereka tidak dapat beraktivitas dan berpikir jernih tanpa rokok.
“Untuk para perokok maka di luar bulan puasa rasanya sulit beraktivitas kalau tidak merokok. Tetapi selama puasa ini maka semua dapat terus aktif beraktivitas dari pagi sampai sore hari. Artinya, memang tidak benar pendapat bahwa harus merokok dulu baru bisa bekerja. Pengalaman nyata di bulan puasa ini membuktikan sebaliknya,” kata Tjandra dalam keterangan resmi, Kamis (21/3).
Baca juga : Penjelasan Ulama tentang Merokok saat Puasa, ini Hukumnya
Ia pun mengimbau bagi para perokok untuk tidak langsung merokok saat berbuka. Baiknya, saat berbuka mengonsumsi air putih dan makan makanan yang manis misalnya kurma.
“Dari kacamata kesehatan maka tentu kita harus berbuka dengan makanan yang sehat dan bergizi, dan kita semua tahu merokok berbahaya bagi kesehatan, jadi jangan berbuka dengan merokok. Sesudah kita berpuasa seharian maka tentu kita relatif agak lemah, jadi tentu sangat tidak baik kalau keadaan itu lalu diperburuk lagi dengan merokok untuk berbuka,” ucapnya.
Menurut dia, seharusnya puasa Ramadan tahun ini dipakai sebagai momentum untuk berhenti merokok. Hal itu sudah terbukti kita dapat beraktivitas dengan baik dari pagi sampai sore, jadi ketagihan rokok sudah bisa kita kendalikan.
“Nah, kenapa pengendalian ini tidak kita teruskan saja untuk berhenti merokok sepenuhnya, baik pagi sampai sore dan dilanjutkan sampai malam harinya. Artinya, puasa Ramadan ini kita dapat momentum hiduop sehat tanpa rokok, dan karena rokok merusak kesehatan maka kita dapat momentum juga menjauhi kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan,” pungkas Tjandra. (Z-3)
Sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan tanpa disadari dapat merusak otak dan mengganggu kinerjanya
Asap rokok yang mengandung zat-zat seperti karbon monoksida dapat mengganggu fungsi oksigen dalam darah, sehingga tekanan darah ibu atau plasenta dapat meningkat.
Merokok meningkatkan risiko stroke hingga enam kali lipat. Ketahui bagaimana rokok memengaruhi pembuluh darah, otak, dan cara menurunkan risikonya dengan berhenti merokok.
KPAI berpandangan bahwa penguatan akan kesadaran terkait keseimbangan hak dan kewajiban perlu dilakukan dalam lingkungan satuan pendidikan.
Untuk lebih baiknya, perbanyak buah dan sayur untuk membantu membersihkan racun. Serta fokus pada manfaat jangka panjang seperti, paru-paru lebih sehat, risiko penyakit menurun
Sensasi mentol yang dicampur dengan tembakau ternyata dapat menurunkan kepekaan reseptor di saluran pernapasan yang berfungsi mendeteksi iritasi akibat nikotin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved