Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TAMPAK di atas trotoar ruas jalan depan Pasar Inpres Kota Larantuka, Kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tempat favorit warga muslim untuk berburu takjil selama Ramadan. Bermacam jajanan, minuman, hingga lauk pauk bisa ditemukan di sini. Ada kue basah, kolak buah, aneka macam es, gorengan, serta makanan seperti nasi campur. Harga makanan dan minuman dengan harga standar Rp5.000.
Terlihat mulai sore hari di depan Pasar Inpres Kota Larantuka sudah mulai ramai dikunjungi umat Islam sembari menunggu waktu buka puasa. Pedagang akan membuka lapak pukul 13.00 hingga 21.00 Wita.
Salah satu pengunjung bernama Marsela, 35, mengatakan sering berbelanja takjil di depan Pasar Inpres Larantuka. Warga asal Desa watotutu ini mengaku setiap tahun selalu mengunjungi tempat ini. Selain karena harganya terjangkau, takjil yang dijual juga enak-enak. Ia pun rela mengantre untuk memperoleh takjil yang ia mau. "Tiap tahun ke sini, harganya murah dan terjangkau Pak," kata Marsela kepada Metro TV, Minggu (26/3).
Baca juga: Pemprov Kalsel Tiadakan Acara Bukber
Seorang pedagang, Ita, 40, juga mengatakan pasar baru hanya ada setiap Ramadan. Pada hari biasa, lokasi tersebut hanya jalan biasa berupa gang kecil yang setiap hari dilalui warga. "Setiap Ramadan saja. Kalau hari biasa ini jalan biasa," kata pedagang asal Padang yang berdomisili di Kampung Baru Kelurahan Ekasapta.
Ia menjual aneka macam takjil, di antaranya bubur sumsum, bubur kacang hijau, bubur ketam hitam, es buah, es pisang hijau, lauk ikan, dan sayur, kue dadar, lopis, onde-onde ketan. Harganya standar Rp5.000. Jajanannya selalu habis diborong pembeli. "Sampai malam saya jualan di sini," ujarnya. (Z-2)
"Mereka tidak mau tahu, mau dagangan dibeli atau tidak, kami wajib bayar karcis pak,"
RATUSAN anak muda dari berbagai latar belakang keyakinan menggelar aksi sosial bertajuk "Bagi-Bagi 2.000 Takjil Gratis" di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (16/3/2026).
Kegiatan berbagi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antarumat beragama di bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Anniversary yang tahun ini mengusung tema “INNSPIRIT NINE.” Di tengah hangatnya suasana bulan suci Ramadan
BPOM melakukan pengawasan terhadap pangan takjil melalui pengujian cepat menggunakan rapid test kit, 108 sampel (2%) tidak memenuhi syarat.
KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan persiapan matang dan menjaga keselamatan selama momentum mudik Lebaran 2026.
Pengawasan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik selama bulan suci.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved